Banjir Rob Rusak 15 Rumah di 3 Desa Banggai Laut

Sulawesi Tengah

Banjir Rob Rusak 15 Rumah di 3 Desa Banggai Laut

Syachrul Arsyad - detikSulsel
Minggu, 19 Apr 2026 11:16 WIB
Kondisi permukiman warga yang diterjang cuaca esktrem di pesisir pantai, di Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/4).
Foto: Kondisi permukiman warga yang diterjang cuaca esktrem di pesisir pantai, di Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/4). (dok. Istimewa)
Banggai Laut -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 15 rumah warga mengalami kerusakan akibat banjir rob di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah (Sulteng). Bencana itu terjadi 3 desa dari dua kecamatan Banggai Laut.

"Sebanyak 15 kepala keluarga (KK) terdampak, yang mana 7 unit rumah mengalami rusak ringan dan 8 unit rumah rusak berat," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).

Banjir rob yang dipicu cuaca ekstrem ini terjadi di Banggai Laut pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 03.00 Wita. Adapun daerah terdampak, yakni Desa Kendek di Kecamatan Banggai Utara dan Desa Lambako serta Pasir Putih di Kecamatan Banggai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil asesmen yang dihimpun dari keterangan warga, bahwa suasana tenang di pesisir berubah seketika menjadi gelombang pasang ekstrem dan menghantam permukiman," jelasnya.

BNPB memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD setempat telah melakukan kaji cepat dan asesmen di lokasi terdampak.

ADVERTISEMENT

"Banjir rob yang disertai gelombang tinggi telah mengancam deretan hunian warga lainnya yang berada di garis pantai," imbuh Abdul Muhari.

BNPB mengimbau warga untuk tetap waspada. Mengacu pada prakiraan BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam dua hari ke depan atau 20-21 April 2026.

Adapun daerah berpotensi terdampak, yakni di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi, serta Papua. Hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi pada siang hingga malam hari.

Sejumlah wilayah juga disebut masih terdapat perbedaan cuaca. Kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer regional, termasuk peralihan musim (pancaroba) yang menyebabkan distribusi hujan tidak merata di Indonesia.

"BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering," jelas Abdul Muhari.




(sar/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads