Hari Kartini menjadi salah satu momen penting yang diperingati secara nasional di Indonesia. Peringatan ini untuk mengenang perjuangan pahlawan nasional, Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, terutama di bidang pendidikan.
Biasanya masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini dengan berbagai kegiatan seperti upacara, lomba, hingga perayaan budaya. Tentunya, peringatan ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah panjang perjuangan RA Kartini.
Lantas, kapan Hari Kartini diperingati?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, berikut ini informasi lengkap mengenai jadwal peringatan, makna, hingga sejarah singkat perjuangannya. Yuk, simak!
Kapan Hari Kartini?
Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April. Penetapan ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 108 Tahun 1964 yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno.
Melalui Keppres tersebut, Raden Ajeng (RA) Kartini ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Selain itu, tanggal kelahirannya pada 21 April juga ditetapkan sebagai Hari Kartini yang diperingati setiap tahun di Indonesia.
RA Kartini dianugerahi gelar pahlawan atas jasa-jasanya sebagai pemimpin Indonesia di masa silam. Semasa hidupnya, ia pun dikenal memiliki semangat cinta tanah air melakukan kegiatan teratur menentang penjajahan di Indonesia.
Makna Perayaan Hari Kartini
Melansir laman Perpustakaan Universitas Brawijaya, peringatan hari Kartini setiap tanggal 21 April merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan RA Kartini. Dia berjuang dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di masa penjajahan.
Hari Kartini bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momen reflektif untuk mengenang jejak perjuangan menuju kesejahteraan gender. Melalui tulisan dan pemikirannya, Kartini menjadi simbol emansipasi perempuan Indonesia dan pelopor perubahan sosial yang hingga kini masih relevan.
Biografi dan Sejarah Singkat Perjuangan RA Kartini
Masih dari sumber yang sama, dijelaskan bahwa RA Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah pada 21 April 1979. Berasal dari keluarga bangsawan Jawa, Kartini memiliki akses terhadap pendidikan dasar di sekolah Belanda yang disebut ELS (Europeesche Lagere School).
Namun, saat memasuki usia remaja, Kartini harus menjalani masa pingitan sesuai adat yang berlaku kala itu, sehingga ruang geraknya menjadi terbatas. Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak memadamkan semangat belajarnya.
Kartini terus mengembangkan wawasan secara mandiri dan aktif menjalin korespondensi dengan sahabat-sahabatnya di Belanda. Melalui surat menyurat dengan sahabatnya di Belanda, Kartini menuangkan gagasan tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan, kesetaraan hak, serta kritik terhadap sistem feodalisme dan kolonialisme yang mengekang masyarakat pribumi.
Kumpulan surat tersebut kemudian dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang, yang menjadi warisan pemikiran berharga hingga kini.
Kartini meyakini bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk mengangkat derajat perempuan. Ia menentang pandangan yang membatasi peran perempuan hanya di ranah domestik.
Baginya, perempuan yang berpendidikan akan mampu melahirkan generasi yang lebih maju dan berdaya saing. Pemikirannya yang progresif bahkan melampaui zamannya, karena tidak hanya membahas isu perempuan, tetapi juga ketidakadilan sosial secara luas.
Sebagai bentuk nyata perjuangannya, Kartini mendirikan sekolah bagi anak-anak perempuan di Jepara. Sekolah ini menjadi langkah awal dalam membuka akses pendidikan bagi perempuan pribumi agar lebih mandiri dan berpengetahuan.
Upaya tersebut turut mendorong perhatian pemerintah kolonial Belanda terhadap pentingnya pendidikan bagi perempuan. Pemikiran Kartini kemudian dikenal luas berkat dukungan tokoh Belanda seperti Jacques Henrij Abendanon yang menerbitkan surat-suratnya.
Itulah informasi mengenai kapan Hari Kartini, makna dan sejarah perjuangan RA Kartini. Semoga menambah wawasan ya, detikers!
(alk/alk)
