Lebaran Haji atau Idul Adha 2026 semakin dekat! Tidak heran jika banyak yang mulai mencari informasi terkait tanggal pastinya untuk mempersiapkan ibadah kurban maupun agenda liburan bersama keluarga.
Di Indonesia, penetapan hari raya, termasuk Lebaran Haji, kerap berbeda antara pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah. Perbedaan penetapan ini tidak lepas dari metode yang digunakan masing-masing pihak dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Lantas, kapan Lebaran Haji 2026? Apakah perayaan Idul Adha tahun ini akan berlangsung serentak atau justru berbeda?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!
Kapan Lebaran Haji 2026?
Lebaran Haji 2026 diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Tahun ini, hari raya tersebut berpotensi dirayakan secara serentak oleh pemerintah, NU, dan Muhammadiyah.
Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya:
Lebaran Haji Idul Adha 2026 Versi Pemerintah
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI akan menetapkan tanggal Idul Adha 2026 melalui sidang isbat penentuan awal Zulhijjah 1447 H. Sidang ini biasanya digelar pada akhir bulan Zulkaidah, yang tahun ini jatuh pada pertengahan April 2026.
Meski begitu, pemerintah memprediksi Lebaran Haji Idul Adha 2026 akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Perkiraan tersebut tercantum dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kemenag RI.
Menukil laman resmi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), pemerintah menggunakan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal secara langsung) dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk Zulhijjah. Penetapan ini mengacu pada kriteria visibilitas hilal atau imkanur rukyah yang ditetapkan oleh MABIMS.
Hasil hisab kemudian diverifikasi melalui pengamatan hilal atau rukyat di berbagai titik pengamatan di seluruh Indonesia. Setelah itu, seluruh data akan dibahas dalam sidang isbat untuk menetapkan awal bulan Hijriah secara resmi.
Hari Raya Idul Adha 2026 Versi NU
Sama halnya dengan pemerintah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga melakukan pemantauan hilal untuk menetapkan awal bulan Zulhijjah 1447 H. Dari penetapan tesebut, barulah tanggal Idul Adha yang bertepatan dengan tanggal 10 Zulhijjah ditentukan.
Disadur dari laman resminya, NU menggunakan metode hisab sebagai acuan awal dan pendukung pelaksanaan rukyatul hilal. Sementara itu, rukyat sendiri berfungsi sebagai verifikasi atau koreksi terhadap hasil hisab.
Adapun kriteria imkanur rukyah yang digunakan NU merujuk pada kriteria MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Karena itu, NU akan menetapkan tanggal Idul Adha 2026 secara resmi setelah pemantauan hilal pada akhir bulan Zulkaidah 1447 H.
Namun berdasarkan kalender Almanak NU, 10 Zulhijjah 1447 H jatuh pada tanggal 27 Mei 2026. Dengan begitu, warga NU diperkirakan merayakan Idul Adha 2026 pada Rabu, 27 Mei 2026.
Lebaran Idul Adha 2026 Versi Muhammadiyah
Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan Idul Adha 2026 jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Penetapan ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.
Dijelaskan dalam laman resminya bahwa Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Kontemporer dalam menentukan awal bulan Hijriah. Metode tersebut kemudian diformulasikan ke dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Metode tersebut menetapkan awal bulan ketika hilal sudah berada di atas ufuk ketika Matahari terbenam, tanpa menunggu visibilitas hilal secara fisik. Dengan metode tersebut, kalender dapat disusun jauh hari sebelumnya tanpa harus menunggu pengamatan hilal. Karena itu, Muhammadiyah menjadikan KHGT sebagai acuan kalender Hijriah yang bersifat global.
Libur Lebaran Haji 2026
Meski penetapan resmi menunggu sidang isbat, pemerintah telah menetapkan jadwal hari libur nasional dan cuti bersama Lebaran Haji 2026. Ketentuan libur ini diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.
Merujuk pada SKB 3 Menteri, libur Lebaran Haji 2026 berlangsung selama 3 hari, yakni 27-29 Mei 2026.
Namun, jika ingin menikmati libur lebih panjang, detikers bisa mengajukan cuti tahunan pada Jumat, 29 Mei 2026. Tentu saja hal ini bisa dilakukan selama masih memiliki jatah cuti tahunan.
Untuk lebih jelasnya, berikut rincian long weekend Lebaran Haji 2026 yang dapat dinikmati:
- Rabu, 27 Mei 2026: Libur nasional Idul Adha 1447 Hijriah
- Kamis, 28 Mei 2026: Cuti bersama Idul Adha 1447 Hijriah
- Jumat, 29 Mei 2026: Pengajuan cuti tahunan
- Sabtu, 30 Mei 2026: Libur akhir pekan
- Minggu, 31 Mei 2026: Libur akhir pekan
Itulah perkiraan jadwal Lebaran Haji 2026 versi pemerintah dan NU, beserta penetapan Muhammadiyah. Semoga bermanfaat ya, detikers!
(alk/alk)











































