Bentrok Warga Antardesa di Walenrang Luwu Kembali Pecah, Lalin Macet 5 Km

Bentrok Warga Antardesa di Walenrang Luwu Kembali Pecah, Lalin Macet 5 Km

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Senin, 06 Apr 2026 18:29 WIB
Bentrok warga antardesa di Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali pecah, Senin (6/4/2026).
Foto: Bentrok warga antardesa di Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali pecah. (dok. istimewa)
Luwu -

Bentrok warga antardesa di Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali pecah sore tadi. Akibat bentrokan tersebut, Jalan Trans Sulawesi tidak dapat dilalui dan jalan alternatif macet sejauh kurang lebih 5 kilometer.

"Jalan poros tidak bisa dilalui, dialihkan lewat jalan alternatif, dan macet parah, mungkin sekitar 5 kilometer," kata seorang pengendara bernama Fredy kepada detikSulsel, Senin (6/4/2026).

Bentrokan kembali pecah di Jalan Trans Sulawesi, Desa Baramamase, Kecamatan Walenrang, pada Senin (6/4) sekitar pukul 17.30 Wita. Aparat lalu mengalihkan arus lalu lintas melewati jalan alternatif di Kelurahan Salutete, Kecamatan Talluwanua, Palopo yang tembus di jalan samping Polsek Walenrang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bentrok tersebut kembali pecah usai jenazah dari korban bentrokan sebelumnya bernama Ifwanul Gunawan dikebumikan. Fredy mengaku beberapa kali terdengar suara tembakan dari senjata jenis papporo.

"Yang bikin macet karena diatur agar tidak bertepatan naik ke jembatan Salubattang, dan kemungkinan tambah macet nanti karena sudah mulai masuk kendaraan besar," katanya.

ADVERTISEMENT

Diberitakan sebelumnya, bentrokan warga antardesa pecah di Walenrang Luwu mengakibatkan seorang warga bernama Ifwanul Gunawan tewas. Selain itu tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

"Iya ada tawuran antar warga, personel sudah 2 malam di sana, sudah ada korban jiwa yang tewas diduga gegera senapan angin," kata Kasi Humas Polres Luwu Iptu Yakobus Rimpung kepada detikSulsel, Senin (6/4).

Warga yang berkonflik dari Desa Kalibamamase dan Desa Baramamase, Kecamatan Walenrang, Luwu. Bentrokan tersebut awalnya pecah di batas antardesa, Jalan Trans Sulawesi, depan Pasar Keretan pada Jumat (3/4) malam.

"Yang terlibat konflik itu pemuda Dusun Jaya dan Dusun Keretan. Keduanya desa berbeda dan bertetangga. Dia hanya dibatasi oleh jalan Trans Sulawesi, sehingga saat konflik terjadi kemacetan sekitar 3 kilometer," jelasnya.

"Pas konflik di hari Jumat, tawuran kedua kelompok tersebut menggunakan batu, busur, senapan angin dan senjata rakitan jenis papporo dan petasan," tambahnya.




(hsr/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads