Tanggal 6 April Memperingati Apa? Ada Hari Nelayan Nasional

Al Khoriah Etiek Nugraha - detikSulsel
Senin, 06 Apr 2026 07:00 WIB
Foto: dok. detikSulsel
Makassar -

Senin, 6 April 2026 menyimpan beragam momen penting dan unik di berbagai belahan dunia. Lantas, tanggal 6 April memperingati apa saja?

Dirangkum dari berbagai sumber, sejumlah perayaan penting hari ini di antaranya adalah Hari Nelayan Nasional di Indonesia, Hari Olahraga Internasional untuk Pembangunan dan Perdamaian, dan Hari Sindrom Bohring-Opitz.

Setiap peringatan ini tentunya memiliki makna dan tujuannya masing-masing. Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini!

Hari Nelayan Nasional

Di Indonesia, tanggal 6 April diperingati sebagai Hari Nelayan Nasional setiap tahunnya. Melansir laman Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Gorontalo, hari peringatan ini digagas dan diperingati pertama kali oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2001.

KKP kala itu memperingati Hari Nelayan Nasional guna meningkatkan kesadaran publik akan peran penting nelayan sekaligus mendorong kesejahteraan mereka. Selanjutnya pada 2003, Presiden Megawati Soekarnoputri menetapkan 6 April sebagai Hari Nelayan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2003.

Penetapan tersebut sekaligus menjadi bentuk penghargaan negara atas kontribusi besar nelayan bagi masyarakat. Hari Nelayan Nasional juga menjadi wujud apresiasi atas perjuangan para nelayan yang bekerja dalam kondisi berat di laut-menghadapi angin dan badai-demi memastikan ketersediaan sumber protein dan gizi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Peran nelayan tidak hanya sebagai penyedia protein hewani dari hasil perikanan, tetapi juga sebagai penghubung antarwilayah melalui aktivitas distribusi, serta penyumbang devisa negara dari sektor kelautan dan perikanan.

Hari Olahraga Internasional untuk Pembangunan dan Perdamaian

Tanggal 6 April diperingati sebagai Hari Olahraga Internasional untuk Pembangunan dan Perdamaian secara global. Hari peringatan ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai bentuk pengakuan atas peran strategis olahraga dalam mendorong pembangunan dan menciptakan perdamaian.

Melansir laman resmi PBB, dijelaskan bahwa dengan jangkauan yang luas, popularitas tinggi, serta nilai-nilai positif yang dikandungnya, olahraga dinilai memiliki posisi penting untuk mendukung berbagai tujuan global, termasuk agenda pembangunan berkelanjutan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Untuk mengangkat potensi tersebut, Majelis Umum PBB menetapkan 6 April sebagai Hari Olahraga Internasional untuk Pembangunan dan Perdamaian atau International Day of Sport for Development and Peace melalui Resolusi (A/RES/67/296). Penetapan ini mencerminkan semakin kuatnya perhatian PBB terhadap kontribusi olahraga dalam mendorong kemajuan sosial, ekonomi, dan nilai kemanusiaan.

Melalui resolusi yang diadopsi, PBB juga mengajak berbagai pihak untuk berperan aktif. Mulai dari negara-negara anggota, sistem PBB, organisasi olahraga, hingga masyarakat sipil dan sektor swasta didorong untuk berkolaborasi dalam memperingati hari ini sekaligus meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya olahraga bagi pembangunan dan perdamaian dunia.

Tahun 2026, tema peringatan yang diusung adalah "Sport: Building Bridges, Breaking Barriers" yang artinya "Olahraga: Membangun Jembatan, Menghapus Batasan". Tema ini menekankan kemampuan unik olahraga dalam menumbuhkan keterhubungan, inklusi, dan perdamaian di dunia yang semakin terpecah-pecah.

Olahraga sebagai bahasa universal yang melampaui batas-batas budaya, sosial, dan geografis berfungsi sebagai katalisator yang kuat untuk transformasi sosial. Olahraga menghubungkan komunitas lintas batas dan generasi, mengurangi isolasi di kalangan kelompok yang terpinggirkan, serta menciptakan ruang untuk dialog, solidaritas, dan saling menghormati.

Hari Internasional 2026 akan menyoroti pendekatan berbasis bukti dan praktik terbaik yang menunjukkan kontribusinya secara nyata terhadap Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, khususnya dalam memajukan kesehatan, kesetaraan gender, pengurangan ketimpangan, serta masyarakat yang damai dan inklusif. Melalui dialog, kemitraan, dan berbagi pengalaman, peringatan ini menegaskan kembali peran olahraga sebagai alat strategis untuk membangun jembatan antarmanusia dan meruntuhkan hambatan inklusi, tanpa meninggalkan siapa pun.

Hari Sindrom Bohring-Opitz

Hari Kesadaran Sindrom Bohring-Opitz juga diperingati setiap 6 April secara global. Melansir laman National Today, peringatan ini bertujuan menyebarkan informasi sekaligus memberi dukungan bagi orang tua dan pengasuh dengan menghubungkan mereka yang memiliki pengalaman serupa.

Sindrom Bohring-Opitz (BOS) merupakan penyakit genetik yang sangat langka, dengan jumlah kasus kurang dari 300 di seluruh dunia. Hari kesadaran ini digagas oleh Taylor Gurganus pada 2015. Tanggal 6 April dipilih karena bertepatan dengan hari jadi kelompok dukungan BOS pertama di Facebook.

BOS pertama kali dideskripsikan pada 1999. Seiring perkembangan ilmu kedokteran, pemahaman terhadap kondisi ini semakin meningkat.

Pada 2011, peneliti menemukan lebih dari separuh anak dengan diagnosis klinis BOS memiliki mutasi pada gen ASXL1. Temuan ini membantu tenaga medis mengidentifikasi penyebab penyakit dan memastikan bahwa BOS bukan penyakit keturunan, sehingga risiko terjadi pada lebih dari satu anak dalam satu keluarga sangat rendah.

Bohring-Opitz Syndrome Foundation didirikan pada 2015 oleh Carrie Hunsucker bersama Taylor Gurganus. Organisasi nirlaba ini berfokus meningkatkan kualitas hidup penderita melalui pembentukan dewan penasihat medis, kampanye kesadaran, serta advokasi bagi pasien dan keluarga.

Berbagai program yang dijalankan juga membantu memperkuat solidaritas komunitas serta mendorong riset medis terkait BOS.

Sebelumnya, pada 6 April 2011, kelompok dukungan Sindrom Bohring-Opitz pertama dibentuk oleh Sünne van Gemert-Godbersen. Berangkat dari inisiatif tersebut, Hari Kesadaran Sindrom Bohring-Opitz kemudian diluncurkan untuk memperluas edukasi publik sekaligus memperkuat dukungan bagi komunitas penderita.



Simak Video "Video: Kemensos Siap Beri Sanksi ke Pegawainya yang Langgar Aturan WFH"

(alk/alk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork