400 Gempa Susulan di Sulut-Malut Usai Gempa M 7,6 Bitung, Terbesar M 5,8

400 Gempa Susulan di Sulut-Malut Usai Gempa M 7,6 Bitung, Terbesar M 5,8

Abadi Tamrin - detikSulsel
Jumat, 03 Apr 2026 11:17 WIB
Data titik gempa di Bitung.
Foto: Data titik gempa di Bitung. (Dok. BMKG)
Bitung -

BMKG mencatat banyak gempa susulan di Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) pascagempa berkekuatan magnitudo (M) 7,6 di Bitung. Tercatat sebanyak 400 gempa susulan terjadi hingga pagi tadi.

Data itu dihimpun BMKG Stasiun Geofisika Manado per hari ini hingga pukul 06.00 WIB. Dari 400 gempa susulan, sebanyak 14 kali terasa getaran.

"Jumlah Gempabumi susulan 15, jumlah gempabumi susulan dirasakan 14," tulis BMKG Stasiun Geofisika Manado dalam keterangannya diterima detikcom, Kamis (21/8/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gempa susulan itu memiliki magnitudo bervariasi. BMKG mencatat gempa susulan terbesar M 5,8 dan terkecil M 1,7.

"Magnitudo maksimum 5.8, magnitudo minimum 1.7," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya diberitakan, gempa bumi berkekuatan M 7,6 melanda sejumlah wilayah di Sulut hingga Malut. Guncangan gempa yang sempat memicu tsunami ini tidak hanya merusak puluhan bangunan, namun juga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Dari data mutakhir BMKG, gempa dengan kedalaman 33 kilometer (km) ini terjadi pada Kamis (2/4) pukul 05.48 WIB. Koordinat gempa 1,25 lintang utara (LU)-126,27 bujur timur (BT) atau berada di laut 132 km barat laut Ternate, Malut.

"Ini terjadi merupakan gempa dangkal yang merusak akibat aktivitas deformasi kerak bumi, kemudian mekanismenya adalah pergerakan naik atau thrust fault," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani saat rapat daring di BNPB terkait penanganan gempa, Kamis (2/4).

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini berpotensi tsunami dengan status siaga Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung dan sebagian Minahasa. Sementara Kepulauan Sangihe dan sekitarnya berpotensi tsunami dengan kategori waspada tsunami.

BMKG kemudian mengeluarkan peringatan dini tsunami pada pukul 05.56 WIB. Sejumlah wilayah di Sulut dan Malut dilaporkan dilanda tsunami minor atau kecil di antaranya di Halmahera Barat, Gita, Kedi, Bitung, Sitaro, Sidangoli, Minahasa Utara, Belang dan Bumbulan.

Ketinggian gelombang bervariasi hingga tsunami tertinggi mencapai 0,75 meter. Kendati begitu, Faisal mengingatkan tsunami minor ini tetap patut diwaspadai khususnya wilayah-wilayah yang berada di kepulauan.

"Memang sebagian merasa 0,75 ini terlalu kecil, tapi hati-hati bahwa kondisi Maluku Utara, Sulawesi Utara dengan pulau-pulau kecilnya ada teluk dan sebagainya itu bisa amplifikasi hingga gelombang tsunami penjalarannya bisa melebihi dari estimasi," jelasnya.

BMKG kemudian mencabut peringatan dini tsunami akibat gempa M 7,6 pada pukul 09.56 WIB. Ancaman tsunami di sejumlah wilayah terdampak pun dinyatakan telah berakhir.

"Kita akhiri (peringatan dini tsunami) di 09.56 WIB, harus diakhiri agar bisa dilakukan penyelamatan setelah itu," imbuh Faisal.



(ata/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads