7 Orang Keracunan Imbas Anjing Sakit Disembelih Lalu Dikonsumsi

Mamuju

7 Orang Keracunan Imbas Anjing Sakit Disembelih Lalu Dikonsumsi

Hafis Hamdan - detikSulsel
Selasa, 31 Mar 2026 06:30 WIB
Tujuh warga Mamuju, Sulbar, mengalami keracunan setelah mengonsumsi daging anjing.
Foto: Tujuh warga Mamuju, Sulbar, mengalami keracunan setelah mengonsumsi daging anjing. (dok. istimewa)
Mamuju -

Sebanyak tujuh warga termasuk balita di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), dilarikan ke puskesmas karena diduga keracunan usai menyantap olahan daging anjing. Usut punya usut, pria berinisial JS (30) ternyata menyembelih anjing sakit lalu dimasak dan dikonsumsi bersama.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Mamuju pada Minggu (29/3) pagi. Kejadian berawal saat JS melihat seekor anjing peliharaan warga muntah-muntah lalu menyembelihnya.

"(JS) berinisiatif memotong anjing tersebut," ujar Kapolsek Kalumpang Ipda Lukman Rahman dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

JS yang tidak menaruh curiga kemudian memasak daging anjing tersebut hingga matang lalu dikonsumsi sejumlah warga. Namun tidak lama setelah memakan daging, dua warga mulai merasakan mual dan muntah.

"Kemudian sekitar pukul 15.30 Wita, kondisi kesehatan 5 orang diduga mengalami keracunan daging anjing makin lemas dan memburuk sehingga dievakuasi ke Puskesmas Karama," terang Lukman.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya dua warga yang lebih dulu mengalami gejala keracunan juga ikut dilarikan ke puskesmas. Polisi mencatat ketujuh korban terdiri dari satu bayi berusia 2 tahun, satu bocah usia 8 tahun, empat remaja usia 11-14 tahun dan satu pemuda berusia 23 tahun.

"Tujuh orang warga yang mengalami keracunan telah mendapat penanganan medis di Puskesmas Karama," katanya.

Anjing Diduga Makan Racun Tikus

Lukman mengaku telah meminta keterangan warga dan pelapor peristiwa itu. Dari hasil pemeriksaan, pelapor menyebut anjing yang dipotong dan dimasak diduga keracunan akibat memakan racun tikus.

"Pendapat pelapor, dugaan sementara anjing yang dipotong lalu dikonsumsi merupakan anjing yang mengalami keracunan atau memakan racun tikus. Hal ini diperkuat karena sebelum dipotong, anjing tersebut terlihat muntah-muntah," bebernya.

Selain itu, lanjut Lukman, para warga mengakui jika mengonsumsi daging anjing merupakan hal lumrah bagi sebagian masyarakat Desa Karama. Warga juga mengklaim baru kali ada orang di desa yang keracunan akibat mengkonsumsi daging anjing.

"(Pendapat pelapor) mengkonsumsi daging anjing memang hal lumrah oleh sebagian masyarakat Desa Karama," pungkasnya.




(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads