Setiap tanggal dalam kalender memiliki peringatannya masing-masing, tak terkecuali hari ini, 24 Maret 2026. Tanggal ini menjadi salah satu hari yang dipenuhi berbagai peringatan penting, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Di Indonesia, tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Bandung Lautan Api. Sementara itu, di tingkat dunia, tanggal ini diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia serta Hari Internasional untuk Hak atas Kebenaran terkait Pelanggaran Berat Hak Asasi Manusia dan untuk Martabat Korban.
Peringatan-peringatan yang dirayakan tersebut menjadi momentum refleksi, baik untuk mengenang sejarah, meningkatkan kesadaran akan kesehatan, maupun menegakkan nilai-nilai kemanusiaan. Lantas, seperti apa sejarah dan tujuan dari masing-masing peringatan tersebut?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuk, simak ulasannya berikut ini!
Hari Bandung Lautan Api
Di Indonesia, tanggal 24 Maret setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Bandung Lautan Api. Peringatan ini menjadi bentuk penghormatan atas perjuangan rakyat Bandung dalam melawan kolonial Belanda pada masa itu.
Mengacu pada Buku Sejarah Indonesia Kelas XI yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Oktober 1945 pasukan Sekutu datang ke Bandung. Bersama NICA, mereka melakukan berbagai tindakan yang memicu perlawanan rakyat, menyebabkan sejumlah pertempuran pecah.
Situasi semakin memanas ketika pihak sekutu mengeluarkan ultimatum pada 21 November 1945. Mereka menuntut para pejuang untuk menyerahkan senjata serta mengosongkan wilayah Bandung Utara, namun tuntutan tersebut ditolak dan perlawanan tetap berlanjut.
Kemudian, pada 23 Maret 1946, Sekutu kembali mengeluarkan ultimatum agar Tentara Republik Indonesia (TRI) meninggalkan seluruh wilayah Bandung dan mundur sejauh 11 kilometer. Demi menghindari korban lebih besar dan kerusakan yang semakin luas, pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengosongkan kota.
Keesokan harinya, 24 Maret 1946, warga Bandung mulai mengungsi dengan membawa barang seadanya. Sebagian bertugas mengatur jalannya evakuasi, sementara lainnya menyelamatkan dokumen-dokumen penting.
Pada malam harinya, para pejuang mengambil langkah drastis dengan membakar serta meledakkan sejumlah bangunan strategis agar tidak dimanfaatkan oleh pihak Sekutu. Salah satu aksi heroik dilakukan oleh Muhammad Toha yang meledakkan gudang amunisi dan gugur dalam peristiwa tersebut.
Menjelang tengah malam, hampir seluruh wilayah Bandung dilalap api hingga tampak seperti lautan api. Peristiwa bersejarah inilah yang kemudian dikenal sebagai Bandung Lautan Api dan terus dikenang hingga kini.
Hari Tuberkulosis Sedunia
Selain peringatan nasional di Indonesia, tanggal 24 Maret juga diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia. Dilansir dari laman World Health Organization (WHO), tanggal ini merujuk pada momen ketika Dr Robert Koch mengumumkan penemuan bakteri penyebab tuberkulosis (TB) pada 1882, yang menjadi titik awal pengembangan diagnosis dan pengobatan penyakit tersebut.
Hari Tuberkulosis Sedunia diperingati untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak serius TB, baik dari sisi kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Selain itu, peringatan ini juga bertujuan mendorong upaya global dalam mengakhiri epidemi TB.
Pada tahun 2026, Hari Tuberkulosis Sedunia mengusung tema "Yes! We Can End TB! Led by Countries, Powered by People" yang berarti "Ya, Kita Bisa Mengakhiri TB! Dipimpin oleh Negara, Didukung oleh Rakyat."
Tema tersebut menegaskan bahwa upaya penanggulangan TB membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan masyarakat agar pencegahan penyakit ini dapat tercapai.
Hari Internasional untuk Hak atas Kebenaran terkait Pelanggaran Berat Hak Asasi Manusia (HAM) dan untuk Martabat Korban
Hari Internasional untuk Hak atas Kebenaran terkait Pelanggaran Berat Hak Asasi Manusia (HAM) dan untuk Martabat Korban diperingati setiap tanggal 24 Maret. Peringatan ini pertama kali diproklamasikan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 21 Desember 2010.
Melansir laman PBB, tanggal 24 Maret dipilih untuk mengenang peristiwa terbunuhnya Uskup Agung Óscar Arnulfo Romero dari El Salvador pada 24 Maret 1980. Ia dikenal sebagai tokoh yang vokal dalam mengecam berbagai pelanggaran HAM, khususnya terhadap masyarakat rentan di negaranya.
Secara umum, peringatan ini bertujuan untuk menghormati para korban pelanggaran HAM berat dan sistematis, sekaligus mendorong penegakan hak atas kebenaran dan keadilan. Selain itu juga memberikan penghormatan kepada mereka yang telah mengabdikan hidup mereka dan kehilangan nyawa mereka dalam perjuangan untuk mempromosikan dan melindungi HAM bagi semua.
Secara khusus, peringatan ini didedikasikan untuk mengenang kontribusi dan nilai-nilai yang diperjuangkan Óscar Arnulfo Romero, terutama dalam membela kehidupan, menjunjung tinggi martabat manusia, serta menentang segala bentuk kekerasan.
Itulah informasi mengenai tanggal 24 Maret memperingati apa dan ulasannya. Semoga menambah wawasan ya, detikers!
(urw/urw)











































