Urutan Sholat Idul Fitri Lengkap Bacaan dan Tuntunan Sunnahnya

Urutan Sholat Idul Fitri Lengkap Bacaan dan Tuntunan Sunnahnya

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Rabu, 18 Mar 2026 21:50 WIB
Ilustrasi sholat Idul Fitri.
Foto: Ilustrasi sholat Idul Fitri. (Dok. Warga Parung Panjang)
Makassar -

Sholat Idul Fitri atau sholat Ied memiliki tata cara dan urutan yang sedikit berbeda dengan sholat wajib. Sehingga sebelum melaksanakannya, umat Islam harus mengetahui urutannya secara jelas agar dapat melaksanakannya sesuai dengan tuntunan.

Diketahui, Sholat Idul Fitri adalah ibadah sunnah yang dilaksanakan pada pagi hari 1 Syawal, sebagai tanda kemenangan usai menjalani bulan Ramadhan. Sholat Idul Fitri dilaksanakan sebanyak dua rakaat dan dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah.

Yang berbeda dari sholat Idul Fitri adalah adanya tambahan takbir di setiap rakaatnya. Untuk itu penting untuk memahami urutan sholat Idul Fitri dan bacaannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuk simak panduannya di bawah ini!

Urutan Sholat Idul Fitri

Dilansir dari buku 'Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet' oleh Ibnu Watiniyah, pelaksanaan sholat Idul Fitri tidak diawali dengan azan dan iqamah. Sebagai gantinya, seruan bahwa sholat akan segera disampaikan oleh oleh muraqqi atau bilal.

ADVERTISEMENT

Ketika imam telah tiba di lokasi pelaksanaan sholat Idul Fitri, bilal akan menyerukan "Shalluu sunnatan li'iidil fithri rak'ataini jaami'atan rahimakumullaah" sebagai tanda bahwa sholat Ied akan segera dimulai.

Berikut urutan sholat Idul Fitri:

1. Niat dan Takbiratul Ihram

Imam memulai sholat dengan membaca niat sholat Idul Fitri yang disertai takbiratul ihram, lalu diikuti oleh para makmum. Berikut masing-masing bacaan niatnya:

  • Niat Sholat Idul Fitri (Imam)

أَصَلَّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

Arab Latin: Ushallii sunnatan li'iidil fithri rak'ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillahi taʼaalaa.

Artinya: "Saya niat salat sunah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai imam karena Allah Ta'ala."

  • Niat Sholat Idul Fitri (Makmum)

أُصَلَّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

Arab Latin: Ushallii sunnatan li'iidil fithri rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'muuman lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat salat sunah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

2. Membaca Doa Iftitah

Setelah takbiratul ihram, dilanjutkan dengan membaca doa iftitah.

3. Takbir Tambahan

Setelah itu, dilanjutkan dengan takbir tambahan:

  • Rakaat pertama: 7 kali takbir (setelah membaca doa iftitah)
  • Rakaat kedua: 5 kali takbir (sebelum membaca surat Al-Fatihah)

Di sela-sela takbir, dianjurkan untuk membaca dzikir berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Arab Latin: Subhanallah walhamdu lillah wa lâ ilaha illallahu wallâhu akbar.

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah dan tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."

4. Membaca Al-Fatihah dan Surat Pilihan

Setelah menyelesaikan takbir tambahan, dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah dan surat lainnya dalam Al-Qur'an. Adapun surat yang dianjurkan adalah:

  • Rakaat pertama: Surat Qaf atau Surat Al-A'la
  • Rakaat kedua: Surat Al-Qamar atau Surat Al-Ghasiyah

5. Rukuk, I'tidal, hingga Sujud

Setelah membaca surat pendek, rangkaian sholat dilanjutkan dengan:

  • Rukuk
  • I'tidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua

6. Rakaat Kedua

Kemudian berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua dan mengulangi rangkaian seperti sebelumnya, termasuk hingga sujud kedua.

7. Tasyahud Akhir dan Salam

Setelah bangun dari sujud kedua pada rakaat kedua, dilanjutkan membaca tasyahud akhir. Sholat kemudian ditutup dengan salam, yaitu menoleh ke kanan lalu ke kiri sembari mengucapkan salam:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

Arab Latin: Assalamu'alaikum wa rahmatullah.

Artinya: Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kami sekalian.

Anjuran Sholat Idul Fitri

Menukil buku 'Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW' karya Ustaz Arif Rahman, hukum melaksanakan sholat Idul Fitri adalah sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan. Anjuran ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Ummu 'Athiyyah.

Rasulullah SAW bersabda:

يَخْرُجُ الْعَوَاتِقُ وَذَوَاتُ الْخُدُورِ أَوْ الْعَوَائِقُ ذَوَاتُ الْخُدُورِ وَالْحُيَّضُ وَلْيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُؤْمِنِينَ وَيَعْتَزِلُ الْحُيَّضُ الْمُصَلَّى قَالَتْ حَفْصَةُ فَقُلْتُ الْحُيَّضُ فَقَالَتْ أَلَيْسَ تَشْهَدُ عَرَفَةَ وَكَذَا وَكَذَا

Artinya: "Kami diperintahkan keluar rumah untuk mengerjakan sholat Idul Fitri. Anak-anak gadis (juga diperintahkan) keluar rumah untuk (bersama-sama) mengerjakan sholat Idul Fitri. Termasuk perempuan-perempuan yang yang sedang haid. Hanya saja wanita yang sedang berhalangan ini berada di belakang orang-orang (yang mengerjakan sholat). Mereka juga ikut bertakbir dan berdoa bersama-sama berharap memperoleh keberkahan dan kesucian hari itu." (HR Bukhari, Ibn Majah, dan Baihaqi)

Tuntunan Sunnah Sholat Idul Fitri

Dilansir dari laman Kementerian Agama (Kemenag) RI, Rasulullah SAW mencontohkan beberapa amalan sunnah sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri. Amalan-amalan ini dilakukan sebagai bentuk menyambut dan merayakan hari kemenangan tersebut.

Berikut beberapa amalan yang dikerjakan Rasulullah SAW:

1. Melantunkan Takbir

Rasulullah SAW melantunkan takbir sejak malam terakhir Ramadhan hingga pagi hari 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 185:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ

Artinya: "Dan sempurnakanlah bilangan Ramadhan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah". (QS Al-Baqarah: 185)

Takbir Idul Fitri bisa dikumandangkan di mana saja, di rumah, masjid, jalanan dan tempat lainnya. Kesunnahan takbir Idul Fitri ini dimulai sejak tenggelamnya Matahari pada malam 1 Syawal hingga imam memulai sholat Id.

Berikut salah satu contoh bacaan takbir:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا إيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Arab Latin: Allaahu akbar... Allaahu akbar... Allaahu akbar... Laa-ilaaha-illallahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil-hamd. Allaahu akbar kabiiraa walhamdu lillaahi katsiiraa. Wa subhanallahi bukrataw-wa ashilla. Laa-ilaaha illallallaahu walaa na'budu illaa iyyahu mukhlishiina lahuddin, walau karihal-kaafiruun. Laa-ilaaha-illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wahazamal-ahzaba wahdah. Laa-ilaaha illallahu wallaahu akbar.

2. Berhias dan Memakai Pakaian Terbaik

Idul Fitri merupakan momen untuk menampilkan kebahagiaan dengan berpenampilan rapi dan bersih. Sunnah ini dapat dilakukan dengan membersihkan diri, memotong kuku, menggunakan wewangian, serta mengenakan pakaian terbaik.

Anjuran berhias ini berlaku bagi setiap umat Islam, termasuk bagi yang tidak mengikuti sholat Idul Fitri. Khusus perempuan, tetap perlu memperhatikan batasan syariat, seperti menutup aurat dan tidak berlebihan dalam berhias.

3. Makan Sebelum Sholat Idul Fitri

Pada Hari Raya Idul Fitri, umat Islam diharamkan untuk berpuasa. Oleh karena itu, dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat sholat Id.

Hal ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW yang biasanya memakan kurma dalam jumlah ganjil, seperti tiga, lima, atau tujuh. Sebagaimana disebutkan dalam hadits:

"Pada Waktu Idul Fitri Rasulullah SAW tidak berangkat ke tempat shalat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil." (HR Ahmad dan Bukhari)

4. Mengambil Rute Berbeda Saat Pergi dan Pulang

Setelah melaksanakan sholat Idul Fitri, Rasulullah SAW menempuh jalan yang berbeda antara saat berangkat dan saat pulang. Sunnah ini mengandung hikmah, di antaranya untuk memperluas syiar Islam serta mempererat silaturahmi.

Demikianlah penjelasan mengenai urutan sholat Idul Fitri beserta dalil anjuran dan amalan sunnahnya. Semoga bermanfaat, detikers!




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads