Jadwal Lebaran 2026 NU, Pemerintah, Muhammadiyah, dan Arab Saudi

Jadwal Lebaran 2026 NU, Pemerintah, Muhammadiyah, dan Arab Saudi

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Rabu, 18 Mar 2026 19:30 WIB
Ilustrasi jadwal Lebaran 2026 versi NU, pemerintah, Muhammadiyah, hingga Arab Saudi
Foto: Ilustrasi Lebaran Idul Fitri. (Getty Images/Choreograph (Konstantin Yuganov))
Makassar -

Penetapan 1 Syawal atau Lebaran Idul Fitri menjadi perhatian masyarakat muslim di Indonesia setiap tahunnya, termasuk untuk tahun 2026. Lantaran terdapat metode penetapan yang berbeda antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan beberapa negara lainnya.

Di Indonesia, pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H atau Lebaran 2026 melalui sidang isbat yang mempertimbangkan hasil rukyatul hilal dan hisab. Begitu pula Nahdlatul Ulama (NU) yang menggunakan metode hisab dan rukyatul hilal, sementara Muhammadiyah mengacu pada metode hisab hakiki wujudul hilal.

Perbedaan pendekatan tersebut dapat menghasilkan tanggal Lebaran 2026 yang berbeda, meskipun tidak menutup kemungkinan pula terjadi kesamaan. Kondisi ini membuat masyarakat perlu memperhatikan pengumuman resmi dari masing-masing pihak agar tidak keliru dalam menentukan hari raya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya di dalam negeri, penetapan Lebaran di Arab Saudi juga sering menjadi acuan bagi sebagian umat Islam di dunia. Oleh karena itu, artikel ini akan menyajikan informasi mengenai perkiraan jadwal Lebaran 2026 dari pemerintah, NU, Muhammadiyah, hingga Arab Saudi.

Perkiraan Jadwal Lebaran 2026 Pemerintah RI

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, pemerintah Indonesia memperkirakan Lebaran 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Prediksi ini juga sejalan dengan hasil perhitungan peneliti BRIN yang memperkirakan Idul Fitri 1447 H pada tanggal yang sama, yakni 21 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, pemerintah tetap akan menetapkan jadwal Lebaran 2026 secara resmi melalui sidang isbat yang akan digelar pada Kamis, 19 Maret 2026. Hasil sidang tersebut nantinya akan diumumkan kepada publik dan menjadi acuan resmi dalam penetapan Hari Raya Idul Fitri 2026.

Pada proses penentuannya, pemerintah menggunakan metode hisab dan pemantuan hilal di beberapa titik wilayah di Indonesia. Adapun kriteria yang digunakan mengacu pada standar MABIMS, yaitu ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Kapan Lebaran Idul Fitri 2026 NU?

Melansir laman resminya, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) telah merilis data hilal penentuan Idul Fitri 1447 H/2026 M. Berdasarkan data tersebut, posisi hilal pada 29 Ramadhan 1447 H atau 19 Maret 2026 sudah berada di atas ufuk.

Namun demikian, posisi tersebut belum memenuhi kriteria imkanur rukyah, yakni yaitu ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Sabang, Aceh dengan tinggi hilal mar'i 2 derajat 53 menit dan elongasi hilal haqiqi 6 derajat 9 menit.

Sementara itu, ketinggian hilal terkecil terjadi di Merauke, Papua Selatan, dengan tinggi hilal mar'i 0 derajat 49 menit dan elongasi hilal haqiqi 4 derajat 36 menit, serta lama hilal 6 menit 36 detik.

Adapun ijtimak (konjungsi) terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 08.25.58 WIB. Penghitungan tersebut dilakukan menggunakan metode falak (hisab) tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas NU.

Lantas, kapan Lebaran Idul Fitri 2026 NU?

Berdasarkan data di atas, bulan Ramadhan berpotensi digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, NU diperkirakan menetapkan Lebaran Idul Fitri 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Meski begitu, kepastian penetapan 1 Syawal 1447 H atau Idul Fitri 2026 masih menunggu hasil sidang isbat yang digelar pemerintah.

Jadwal Lebaran 2026 Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah dan NU yang menunggu hasil pemantauan hilal, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal bulan Syawal 1447 H. Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H atau Lebaran 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Ketetapan tersebut tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah. Penentuan ini juga didasarkan pada metode hisab dengan pendekatan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Berdasarkan maklumat tersebut, ijtimak atau kongjungsi Bulan dan Matahari menjelang Syawal 1447 H terjadi pada 30 Ramadhan 1447 H, bertepatan dengan Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01.23 UTC.

Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak, terdapat wilayah yang telah memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1 sebelum pukul 24.00 UTC. Parameter tersebut ditandai dengan tinggi Bulan lebih dari 5 derajat dan elongasi Bulan sama dengan atau lebih dari 8 derajat.

Tanggal Lebaran Idul Fitri 2026 An-Nadzir

Jemaah An-Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Tanggal ini sama dengan penetapan Lebaran Idul Fitri 2026 oleh Muhammadiyah.

Penetapan tersebut berdasarkan pada hasil pemantauan dan perhitungan Tim Pemantau Bulan An-Nadzir di sejumlah lokasi di Indonesia. Mereka menyatakan telah terjadi pergantian bulan (kongjungsi/ijtima/new moon) dari Ramadhan ke Syawal pada Kamis, 19 Maret 2026 pada pukul 08.26 WIB atau 09.26 Wita.

"Demi kehati-hatian agar tidak berpuasa di awal Syawal karena hukumnya haram, maka dihimbau kepada jamaah untuk berbuka puasa pada waktu/jam tersebut," ujar Pimpinan An-Nadzir Gowa, Muhammad Samiruddin Pademmui dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

Meski awal Syawal 1447 H telah terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, jemaah An-Nadzir tidak langsung melaksanakan sholat Idul Fitri pada hari tersebut. Hal ini karena waktu pelaksanaannya telah lewat, sehingga sholat Idul Fitri baru digelar keesokan harinya, Jumat 20 Maret 2026.

Perkiraan Lebaran 2026 Arab Saudi

Melansir detikHikmah, Hari Raya Idul Fitri 2026 di Arab Saudi diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Hal ini disampaikan oleh Ahli Astronomi Arab Saudi Abdullah Al Khudairi yang menyebut Ramadhan akan digenapkan menjadi 30 hari berdasarkan perhitungan astronomis.

Diketahui, Arab Saudi sendiri memulai puasa 1 Ramadhan pada 18 Februari 2026. Jadwal ini sama dengan Muhammadiyah dan sehari lebih awal dibandingkan penetapan pemerintah Indonesia yang memulai puasa pada 19 Februari 2026.

Astronom dari Pusat Astronomi Internasional Uni Emirat Arab turut memprediksi Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Hal ini karena hilal diperkirakan tidak terlihat pada Rabu, 18 Maret 2026, lantaran Bulan terbenam lebih dulu sebelum Matahari, sementara konjungsi astronomi terjadi setelah Matahari terbenam.

Kondisi tersebut membuat negara tersebut kemungkinan menyempurnakan Ramadhan menjadi 30 hari. Dengan demikian, Idul Fitri di Arab Saudi diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Untuk memudahkan detikers, berikut rangkuman perkiraan jadwal Lebaran 2026 versi pemerintah, NU, Muhammadiyah, An-Nadzir, dan Arab Saudi:

Lebaran 2026 Versi

Jadwal

Pemerintah

Sabtu, 21 Maret 2026

Nahdlatul Ulama

Sabtu, 21 Maret 2026

Muhammadiyah

Jumat, 20 Maret 2026

An-Nadzir

Jumat, 20 Maret 2026

Arab Saudi

Jumat, 20 Maret 2026

Itulah informasi mengenai perkiraan jadwal Lebaran 2026. Semoga membantu!




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads