Camat Bittuang, Abigael Misalayuk di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga mengancam mencabut bantuan program keluarga harapan (PKH) dan bantuan sosial (bansos) warga yang menolak proyek strategis nasional (PSN) energi panas bumi atau geothermal. Menurutnya penolakan proyek tersebut bentuk perlawanan terhadap pemerintah.
Hal itu disampaikan Abigael saat menyampaikan sambutan di acara duka rambu solo' di Kelurahan Bittuang, Kecamatan Bittuang, pada Jumat (13/3) malam. Warga berinisial HS (55) yang juga hadir di acara kedukaan keluarganya itu membenarkan pernyataan Abigael.
"Iya benar. Kemarin Bu Camat yang sampaikan di acara duka rambu solo' waktu malam Jumat di Bittuang. Saya ada di situ dan merekam langsung penyampaian Ibu Camat di lokasi," ujar HS kepada detikSulsel, Sabtu (14/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menilai pernyataan Abigael itu bentuk intimidasi warga yang menyampaikan aspirasi. Sebab kata dia, bantuan sosial pemerintah tidak ada kaitannya dengan penolakan proyek pembangkit listrik energi panas bumi (PLTP) di Bittuang.
"Jelas di situ ada intimidasi. Ibu Camat itu keluarga tapi saya tidak setuju dengan apa yang disampaikan Bu Camat, karena tidak ada hubungannya bantuan dengan proyek geothermal. Apalagi dia singgung bantuan PKH, bansos, dan bantuan lainnya," katanya.
detikSulsel telah menghubungi Camat Bittuang, Abigael Misalayuk terkait pernyataannya itu. Namun Abigael belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.
Dalam rekaman video yang diterima detikSulsel, Abigael mengatakan warga yang menggelar aksi unjuk rasa menolak pembangunan proyek PLTP adalah tindakan melawan pemerintah. Dia juga menyinggung petisi penolakan proyek geothermal yang dijalankan warga.
"Jika melawan pemerintah, tunggu dulu yah, tanda tanya. Yang menerima PKH, bansos atau apa, itu tidak ada. Nah bagaimana ke depan kalau ada bantuan-bantuan ke desa. Itu semua dapat mempengaruhi. Semua ada dasar hukumnya bapak ibu. Sampai saya kasihan di-bully juga, tapi saya tidak takut karena ada Tuhan bersama kita," katanya.
Lebih lanjut, Abigael mengatakan bahwa dirinya sempat menghadap Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeq terkait dengan kelanjutan pembangunan fasilitas di tempat wisata air terjun Sarambu Assing. Namun, bupati mengungkit terkait penolakan warga terhadap proyek PLTP.
"Kemarin, saya menghadap bapak bupati untuk sampaikan kelanjutan Sarambu Assing tapi Pak Bupati lebih dulu mengatakan masyarakatnya banyak protes (PLTP)," ujarnya.
