Niat Mandi Idul Fitri, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

Niat Mandi Idul Fitri, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Jumat, 13 Mar 2026 21:00 WIB
Ilustrasi mandi wajib
Ilustrasi mandi Idul Fitri (Foto: Getty Images/iStockphoto/Iurii Garmash)
Makassar -

Terdapat sejumlah sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan pada saat Hari Raya Idul Fitri. Dinukil dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), salah satu yang dianjurkan yaitu mandi pada hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha.

Anjuran tersebut didasarkan pada kebiasaan para sahabat Nabi serta pendapat ulama yang menyatakan bahwa mandi pada Hari Raya termasuk sunnah, sebagaimana halnya mandi sebelum sholat Jumat.

ΩƒΩŽΨ§Ω†ΩŽ ابْنُ ΨΉΩΩ…ΩŽΨ±ΩŽ ΩŠΩŽΨΊΩ’ΨͺΩŽΨ³ΩΩ„Ω ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ الْفِطْرِ ΩˆΩŽΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ψ§Ω„Ω’Ψ£ΩŽΨΆΩ’Ψ­ΩŽΩ‰

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Ibnu Umar biasa mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha." (HR Malik dalam Al-Muwaththa', no 426)

Imam Syafi'i dalam kitab Al-Umm juga menjelaskan bahwa mandi pada hari raya merupakan sunnah. "Aku lebih menyukai mandi pada hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, karena hal itu diriwayatkan dari sebagian sahabat," tulis Imam Syafi'i.

ADVERTISEMENT

Lantas, bagaimana bacaan niat mandi Idul Fitri tersebut? Bagaimana pula tata cara dan ketentuan waktu pelaksanaannya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Niat Mandi Idul Fitri

Menyadur dari laman NU Online, mandi Idul Fitri disunnahkan bagi siapapun. Baik laki-laki maupun perempuan, bahkan wanita yang tengah haid atau nifas. Kesunnahan ini juga berlaku bagi orang-orang yang tidak menghadiri sholat Idul Fitri, seperti orang sakit.

Adapun bacaan niat mandi Idul Fitri, yaitu:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ ΨΊΩΨ³Ω’Ω„ΩŽ ΨΉΩΩŠΩ’Ψ―Ω الْفِطْرِ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω‹ لِلهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

"Aku niat mandi Idul Fitri, sunnah karena Allah ta'ala."

Sementara itu, jika seseorang sedang berhadas besar, seperti jubub atau selesai masa haid, maka tetap dianjurkan membaca niat mandi wajib.
Berikut niat mandi wajib:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ§Ω„Ω’ΨΊΩΨ³Ω’Ω„ΩŽ Ω„ΩΨ±ΩŽΩΩ’ΨΉΩ Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΨ―ΩŽΨ«Ω Ψ§Ω„Ψ§ΩŽ ΩƒΩŽΨ¨ΩŽΨ±Ω ΩΩŽΨ±Ω’ΨΆΩ‹Ψ§ للهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadasil akbari fardlal lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar, fardhu karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Mandi Idul Fitri

Tata cara mandi Idul Fitri pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan mandi wajib untuk menghilangkan hadas. Dikutip dari detikHikmah, berikut ini tata caranya:

  • Membaca niat mandi sunnah terlebih dahulu;
  • Bersihkan telapak tangan sebanyak 3 kali;
  • Bersihkan kotoran yang menempel di sekitar tempat yang tersembunyi di kemaluan dengan tangan kiri;
  • Setelah membersihkan kemaluan, cuci tangan dengan sabun dan bilas hingga bersih;
  • Lakukan gerakan wudhu yang sempurna seperti ketika akan sholat, dimulai dari membasuh tangan sampai membasuh kaki;
  • Memasukkan tangan ke dalam air, kemudian sela pangkal rambut dengan jari-jari tangan sampai menyentuh kulit kepala. Jika sudah, guyur kepala dengan air sebanyak 3 kali. Pastikan pangkal rambut juga terkena air;
  • Bilas seluruh tubuh dengan mengguyur air. Dimulai dari sisi kanan lalu lanjutkan ke tubuh sisi kiri;
  • Pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi ikut dibersihkan;
  • Setelah seluruh tata cara mandi sunnah dilakukan, maka baik laki-laki maupun perempuan dapat mengerjakan sholat Idul Fitri;

Waktu Pelaksanaan Mandi Idul Fitri

Kembali mengutip dari laman NU Online, waktu mandi Idul Fitri dimulai sejak tengah malam Idul Fitri sampai tenggelamnya matahari di keesokan harinya.

Namun, mandi Idul Fitri ini lebih utama jika dilakukan setelah terbit fajar (Syekh Sulaiman al-Bujairimi, Tuhfah al-Habib 'Ala Syarh al-Khathib, juz 1, hal. 252).

Nah, demikianlah ulasan lengkap mengenai bacaan niat mandi Idul Fitri, tata cara, serta waktu pelaksanaannya. Semoga bermanfaat, detikers!



(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads