Seorang ibu bernama Nurhayati (33) terbaring lemas karena digigit ular kobra usai mengantar anaknya mengaji di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel). Suami korban menceritakan kesaksiannya usai menyelamatkan istrinya setelah digigit hewan melata berbisa tersebut.
Suami korban, Kadir sedang mendampingi istrinya berjalan kaki menuju masjid di Pattiroang, Dusun Soppeng, Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat. Dia dan istrinya mengantar anak untuk mengaji.
"Memang dua kali satu minggu biasanya dia mengantar (anaknya) itu ke masjid. Ada masjid di kampung di dalam. Di situ tempatnya mengaji anak," kata Kadir kepada detiksulsel, Kamis (12/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah perjalanan, Kadir sempat singgah di sebuah rumah kebun yang berjarak 200 meter dari tempat kejadian untuk memindahkan sapi. Selang beberapa waktu, Kadir mendapati anaknya berlari sembari menangis.
"Rencananya nanti habis mengaji baru saya menjemput. Tapi tiba-tiba tidak jauh dari tempat saya singgah, istri saya diserang (ular)," ungkapnya.
"Tiba-tiba anaknya langsung kembali ini untuk berteriak-teriak menangis memanggil saya, ternyata mamanya dililit ular," ujar Kadir.
Kadir bergegas menuju lokasi dan mendapati istrinya terbaring lemas di tanah dengan tubuh dililit ular di sekitar semak-semak. Kadir yang panik secara spontan menebas ular tersebut menggunakan parang.
"Saya kira ularnya menggigit sambil melilit. Ternyata setelah saya potong, eh ternyata bagian ekor yang melilit di situ. Masih agresif itu yang potongannya makanya saya parangi lagi itu yang pas kepalanya," jelasnya.
Setelah membunuh ular, Kadir mengevakuasi istri ke rumah warga. Kadir lalu membonceng istrinya pakai motor pulang ke rumahnya lalu dibawa ke Puskesmas Tengngalembang menggunakan mobil.
"Setelah ditangani dikasih obat, disuruh sama petugas (puskesmas) bilang menunggu observasi selama enam jam," tutur Kadir.
Setelah enam jam penanganan, korban diperbolehkan pulang. Hal ini setelah petugas puskesmas memastikan tidak ada gejala yang menandakan racun tersebar.
"Setelah menunggu enam jam petugas memeriksa itu bekas gigitannya tidak ada ji memar, tidak bengkak jadi kita diizinkan untuk pulang ke rumah, cuma dikasih obat saja," ujarnya.
Kadir memastikan kondisi istrinya saat ini sudah sehat. Dia mengaku penyerangan ulang di wilayahnya baru pertama kali terjadi.
"Memang ada warga sering melihat (ular), cuma yang untuk menyerangnya baru kali ini terjadi," ungkap Kadir.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa yang viral di media sosial itu terjadi di jalanan Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat, Senin (9/3) sekitar pukul 13.00 Wita. Korban digigit ular di bagian kakinya.
"Korban bersama dengan suaminya mengantar anaknya buat pergi mengaji. Di tengah perjalanan korban tiba-tiba dililit seekor ular, dan sempat menggigit kaki korban," kata Kapolres Sinjai AKBP Jamal Faturakhman dalam keterangannya, Kamis (12/3).
Jamal juga memastikan korban dalam kondisi baik setelah dirawat di puskesmas. Korban sudah pulang usai menjalani observasi.
"Korban dinyatakan tidak apa-apa oleh Puskesmas Tengngalembang sehingga sudah diperbolehkan pulang," beber Jamal.
(sar/asm)











































