Bulan Ramadhan menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain puasa yang menjadi kewajiban, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak doa di bulan Ramadhan ini.
Sepanjang bulan Ramadhan, terdapat doa khusus yang dianjurkan untuk diamalkan setiap harinya. Doa-doa tersebut berisi berbagai permohonan atas petunjuk dan kebaikan-kebaikan.
Adapun doa yang dianjurkan dibaca pada Ramadhan hari ke-18 berisi permohonan kepada Allah agar seorang hamba dapat memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, baik secara lahir maupun batin. Setiap kalimat di dalamnya mengandung makna spiritual yang mendalam tentang bagaimana seorang muslim ingin dibimbing untuk meraih keberkahan di bulan yang penuh rahmat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada bacaan doa Ramadha hari ini juga terdapat permohonan agar mendapatkan keberkahan sahur. Sahur bukan sekadar makan sebelum berpuasa, tetapi juga menjadi salah satu sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah. Selain itu, waktu sahur juga merupakan saat yang istimewa untuk berdoa, beristighfar, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Lantas, seperti apa bacaan doa Ramadhan hari ke-18? Simak selengkapnya berikut ini.
Doa Ramadhan Hari ke-17
Dilansir dari buku 'Kumpulan Doa 30 Hari Puasa Ramadhan' oleh Nurhayati MA, berikut ini doa Ramadhan hari ke-18:
اللَّهُمَّ نَبِّهْنِي فِيهِ لِبَرَكَاتِ أَسْحَارِهِ وَ نَوِّرْ فِيْهِ قَلْبِي بِضِيَاءِ أَنْوَارِهِ وَ خُذْ بِكُلِّ أَعْضَائِي إِلَى اتَّبَاعِ آثَارِهِ بِنُوْرِكَ يَا مُنَوِّرَ قُلُوْبِ الْعَارِفِينَ
Allahumma nabbihi fihi hibarakati asharihi. Wa nawwir fihi qalbih bidhiya'i anwarihi. Wa khudz bikulli aadha i ilat-tiba 'i atsarih'. Binurika ya munawwira qulubil-'aarifin (a).
Artinya: "Ya Allah, bangunkanlah aku di dalam bulan Ramadhan untuk mendapatkan keberkahan sahurnya. Terangilah kalbuku di bulan ini dengan kecemerlangan cahaya Ramadhan. Jadikanlah semua anggota badanku mengikuti jejak-jejak Ramadhan. Demi cahaya-Mu duhai Pemberi cahaya hati orang yang arif."
Penjelasan: Rasulullah SAW bersabda: "Hendaklah kalian makan sahur, karena makan sahur itu mengandung berkah!" (Nahjul Fashahah hadis nomor 1147)
Tingkatan Orang yang Berpuasa
Setelah mengetahui doa Ramadhan hari ke-18, sebagai umat Islam penting juga untuk memahami tingkatan dalam berpuasa. Imam Al-Ghazali menjelaskan, terdapat tiga tingkatan orang puasa di bulan Ramadhan.
Jangan sampai kita termasuk golongan yang disebutkan Rasulullah SAW dalam sabdanya, "Berapa banyak orang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja." (HR Ibnu Majah No 1690)," sambatnya.
Berikut penjelasan tiga tingkatan orang yang berpuasa sebagaimana termaktub dalam Kitab Ihya `Ulumuddin:
1. Puasa Orang Umum
Tingkatan pertama adalah kebanyakan orang yang sekadar menahan perut (dari makan dan minum) dan kemaluan dari dorongan syahwat atau keinginan berjimak. Tingkatan ini merupakan puasanya kelas awam.
2. Puasa Orang Khusus
Tingkatan kedua adalah orang ketika berpuasa juga menahan pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki, dan semua anggota badan dari berbagai dosa. Tingkatan ini masuk golongan kelas istimewa.
3. Puasa Khusus Al-Khusus (Super Khusus)
Tingkatan yang terakhir yaitu puasanya hati dari hasrat dunia, pikiran tentang dunia, dan menahan diri dari apa pun selain Allah SWT. Tingkatan ini merangkumi puasa di atas dan disempurnakan dengan puasa hati dari semua keinginan lahir dan batin. Menurut Imam Al-Ghazali, Inilah tingkatan puasa paling istimewa.
Nah, demikianlah ulasan doa Ramadhan hari ke-18. Semoga bermanfaat, detikers!
(alk/alk)











































