Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil riset tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemprov Maluku Utara (Malut) yang dipimpin Sherly Tjoanda-Sarbin Sehe. Hasilnya, sebanyak 85,1% warga puas terhadap kinerja Sherly-Sarbin dalam setahun masa pemerintahannya.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyebut data tersebut berdasarkan survei yang dirilis pada periode 13-23 Februari 2026. Survei melibatkan 820 responden yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara, dengan margin of error ±3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
"Capaian tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap konsolidasi pemerintahan pascadinamika politik daerah, termasuk peristiwa wafatnya almarhum Benny Laos yang sebelumnya menjadi figur sentral dalam kontestasi politik di Maluku Utara," kata Burhanuddin dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengungkapkan bahwa sebanyak 41,5 persen responden menyatakan sangat puas dan 43,6 persen cukup puas terhadap kinerja Gubernur Sherly Tjoanda. Sementara sebanyak 77,9 persen responden puas atas kinerja Wakil Gubernur Sarbin Sehe.
"Pemerintahan Sherly-Sarbin dinilai mampu menjaga stabilitas sekaligus memastikan roda pemerintahan tetap berjalan efektif," bebernya.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. (dok. Istimewa) |
Lebih lanjut Burhanuddin mengatakan tingginya tingkat kepuasan publik menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. Alasannya, kepuasan publik perlu diterjemahkan menjadi kerja birokrasi yang sistematis dan terukur agar harapan masyarakat dapat dijawab secara konkret.
"Kalau ekspektasi tidak diturunkan secara teknokratik dalam bentuk realitas kebijakan teknokratis dalam 23 bidang dan visi misi, maka harapan yang tinggi itu bisa jadi bumerang," jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Sherly menegaskan komitmennya terus memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, mempercepat realisasi program prioritas. Kemudian memastikan setiap kebijakan berjalan berbasis perencanaan teknokratis dan kebutuhan riil masyarakat.
Dia juga melihat hasil survei ini sebagai energi positif sekaligus pengingat untuk terus bekerja lebih cepat, lebih terukur, dan lebih responsif terhadap aspirasi warga Maluku Utara.
"Hasil survey yang jujur menjadi alat bantu bagi kami untuk lebih objektif memandang setiap persoalan publik. Tentu ini positif untuk kita lebih responsif menjawab setiap PR," kata Sherly.
(hsr/hmw)












































