Warga Polman Panik Saat 37 Rumah Ditinggal Tarawih Terbakar, Ada Suara Ledakan

Sulawesi Barat

Warga Polman Panik Saat 37 Rumah Ditinggal Tarawih Terbakar, Ada Suara Ledakan

Abdy Febriady - detikSulsel
Minggu, 01 Mar 2026 13:00 WIB
Sejumlah warga mencari sisa barang berharga di lokasi kebakaran yang menghanguskan 37 rumah di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Polman.
Foto: Sejumlah warga mencari sisa barang berharga di lokasi kebakaran yang menghanguskan 37 rumah di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Polman. (Abdy Febriady/detikSulsel))
Makassar -

Kebakaran menghanguskan 37 rumah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), saat sebagian besar pemiliknya sedang menunaikan salat tarawih. Kebakaran itu menimbulkan kepanikan di dalam masjid saat kebakaran ditandai dengan pemadaman listrik yang disusul suara ledakan berulang kali.

"Pas kita sedang salat tarawih di masjid (kebakaran), mati lampu akhirnya (warga) berhamburan setelah mendengar orang teriak kebakaran," ujar salah satu korban, Iskandar kepada wartawan, Minggu (1/3/2026).

Iskandar mengaku awalnya hanya melihat 2 rumah yang terbakar saat tiba di lokasi. Namun api cepat berkobar hingga merambat ke rumah lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya waktu kita tiba di sini, sudah dua rumah yang terbakar. Api cepat sekali berkobar, tidak mampu kita padamkan karena panas sekali, akhirnya apa boleh buat tinggal pemadam yang kita harapkan," ungkapnya.

Dia mengaku sempat mendengar suara ledakan berulang kali disusul kobaran api yang membubung tinggi. Meski begitu, dia tidak mengetahui secara pasti penyebab suara ledakan itu.

ADVERTISEMENT

"Kita dengar suara ledakan berulang kali tapi kita tidak tahu apa penyebabnya, setelah itu berkobar api ke langit karena sudah tidak ada atapnya rumah. Akhirnya api melebar ke kanan dan ke kiri, berputar itu api," terangnya.

Menurut Iskandar, musibah kebakaran ini menghanguskan seluruh rumahnya hingga rata dengan tanah. Tak ada barang yang bisa diselamatkan kecuali pakaian yang menempel di badannya.

"Kalau rumahku rata dengan tanah. Tidak ada barang yang tersisa, hanya yang melekat saja di badan," ucap Iskandar.

Sementara warga lainnya bernama Adam mengatakan, kabar terjadinya kebakaran diperoleh saat menunaikan ibadah salat tarawih di Masjid. Dia mengaku rumahnya dalam kondisi kosong.

"Setelah tujuh rakaat, ada orang datang menyampaikan di masjid kalau terjadi kebakaran. Rumah kosong karena sendirian ka di rumah," tutur Adam.

Dia juga mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk memadamkan kobaran api. Menurutnya, tidak banyak barang miliknya yang bisa diselamatkan.

"Kita langsung ke sini, tapi tidak bisa ke rumah karena sudah merah mi (api berkobar). Hanya koper yang bisa diselamatkan, nanti setelah habis rumah terbakar baru ketahuan kalau ternyata ada barang yang terselamatkan," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran menghanguskan 37 rumah di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Sabtu (28/2) sekira pukul 20.30 Wita. Kebakaran diduga dipicu dari api kompor salah satu rumah yang ditinggal penghuni untuk salat tarawih.

"Kalau informasi itu dari dapur salah satu rumah warga, tapi sementara kosong itu rumah karena orangnya sementara pergi tarawih," kata Kepala Desa Galung Tuluk, Burhanuddin kepada wartawan, Minggu (1/3).

Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Muhammad (60) meninggal dunia usai insiden itu. Korban diduga kelelahan saat berupaya membantu evakuasi barang korban terdampak.

"Yang meninggal itu mungkin capek lalu lalang. Panik sekali, mungkin kelelahan, karena rumahnya tidak terbakar," pungkasnya.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads