Update Banjir di Sulsel: Makassar-Maros Masih Terendam, 3 Kabupaten Surut

Update Banjir di Sulsel: Makassar-Maros Masih Terendam, 3 Kabupaten Surut

Tim detikSulsel - detikSulsel
Rabu, 25 Feb 2026 15:42 WIB
Banjir merendam BTN Kodam III Makassar, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya.
Foto: Banjir merendam BTN Kodam III Makassar, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya. (Nurul Hidayah/detikSulsel)
Makassar -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan (Sulsel) melaporkan Kota Makassar dan Kabupaten Maros, masih terendam banjir hingga sore ini. Banjir yang merendam wilayah itu dipicu hujan deras.

"Baru Makassar dan Maros yang masih terdampak," ungkap Kepala BPBD Sulsel Amson Padolo kepada detikSulsel, Rabu (25/2/2026).

Amson mengaku ada tiga kabupaten lain yang sempat banjir, yakni Pangkep, Barru dan Jeneponto. Namun banjir di ketiga daerah itu dilaporkan sudah surut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pangkep, Barru, Jeneponto banjirnya mulai surut," tambah Amson.

Amson belum merinci data dampak banjir di Makassar dan Maros. Namun dia memastikan sejumlah kabupaten dan kota lain dalam kondisi aman.

ADVERTISEMENT

"Bulukumba, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, Palopo, Luwu Timur, Bone, Selayar, untuk pagi ini masih aman," bebernya.

545 Warga Makassar Mengungsi

Sebelumnya, BPBD Makassar melaporkan 545 warga mengungsi akibat banjir berdasarkan data pada Rabu (25/2) pukul 06.30 Wita. Para korban banjir dievakuasi di 6 titik lokasi pengungsian baik masjid hingga sekolah.

Di Kecamatan Manggala, pengungsi tersebar di Masjid Jabal Nur sebanyak 36 jiwa. Selain itu ada 27 pengungsi berada di Masjid Yuda Alfatih.

Di Kecamatan Biringkanaya, ada 232 orang mengungsi di Masjid Lailatul Qadar. Ada pula yang mengungsi di SD Paccerakkang sebanyak 86 orang, Masjid Nurul Ikhlas 133 orang, sedangkan di Masjid Al Ramun 31 pengungsi.

"Jumlah titik pengungsian 6 lokasi. Total 169 KK, 545 jiwa," ungkap Kepala BPBD Makassar, Fadli Tahar dalam keterangannya, Rabu (25/2).

3.800 Warga Maros Terdampak Banjir

Sementara itu 3.800 warga terdampak banjir dari 5 kecamatan di Kabupaten Maros. Kelima kecamatan terdampak, yakni Marusu, Maros Baru, Lau, Bontoa dan Moncongloe.

"Benar, banjir lagi. Hari ini ada 5 kecamatan yang terdampak," kata Kepala Pelaksana BPBD Maros, Towadeng kepada detikSulsel, Rabu (25/2).

BPBD Maros belum melakukan evakuasi kepada warga yang terdampak di posko bencana. Towadeng beralasan banyak warga memilih menyelamatkan diri ke rumah kerabatnya.

"Jumlah warga yang terdampak sekitar 3.800 dari 1.300 KK. Untuk sementara belum ada pengungsi yang terkoordinir, warga melakukan pengungsian mandiri ke rumah kerabat," paparnya.

Banjir terparah terjadi di Dusun Kampala, Desa Bonto Mate'ne, Kecamatan Marusu. Ketinggian air di lokasi mencapai 1,25 meter.

"Terparah di Dusun Kampala Desa Bonto Mate'ne dengan ketinggian 1,25 meter. Kendaraan belum bisa masuk," imbuh Towadeng.



(sar/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads