Renungan Katolik Rabu 25 Februari 2026: Satu Rangkaian Doa yang Indah

Renungan Katolik Rabu 25 Februari 2026: Satu Rangkaian Doa yang Indah

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Rabu, 25 Feb 2026 07:00 WIB
Renungan Harian Katolik
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: Gemini AI)
Makassar -

Renungan harian Katolik merupakan permenungan atas bacaan Kitab Suci yang disajikan Gereja setiap hari dalam liturgi. Melalui renungan ini, umat diajak untuk tidak sekadar membaca Sabda Tuhan, tetapi juga menghayatinya, memahami maknanya, dan menerapkannya dalam kehidupan nyata.

Pada Rabu, 25 Februari 2026, kita diajak melihat bahwa hidup orang beriman sesungguhnya adalah satu rangkaian doa yang indah. Doa bukan hanya ketika kita berlutut atau melipat tangan, tetapi juga ketika kita bekerja dengan jujur, mengampuni dengan tulus, dan melayani dengan kasih.

Renungan hari ini dikutip dari buku Renungan Tiga Titik yang ditulis oleh Vin D G. Melalui Sabda hari ini, kita diingatkan bahwa doa tidak terpisah dari kehidupan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, secara lengkap artikel ini menyajikan:

  1. Bacaan dan renungan Katolik Rabu, 25 Februari 2026 berdasarkan kalender liturgi;
  2. Teks mazmur tanggapan;
  3. Teks doa penutup;

Yuk, simak selengkapnya!

ADVERTISEMENT

Renungan Harian Katolik Hari Ini 25 Februari 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Yun 3:1-10

Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian:

"Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu."

Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya.

Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."

Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.

Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.

Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.

Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.

Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa."

Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.

Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4,12-13,18-19

Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.

Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!

Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!

Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.

Bacaan Injil: Luk 11:29-32

Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.

Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.

Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!

Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"

Renungan Hari Ini: Satu Rangkaian Doa yang Indah

Ciptakanlah hati yang murni padaku, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dariku! (Mzm. 51:12-13)

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang sempurna dan dianugerahi akal budi. Namun, dalam kebebasannya, manusia kerap jatuh dalam kerapuhan dan kelemahan.

Melalui pikiran, sikap, tutur kata, dan perbuatan, manusia sering melakukan kesalahan yang melanggar perintah Allah. Inilah yang disebut dosa (lih.Yoh. 3:4). Akibat dosa adalah rusaknya relasi manusia dengan Allah (lih. Kej. 3:23-24) dan mendatangkan maut (Rm. 6:23).

Apakah Allah membiarkan manusia binasa dalam hukuman-Nya? Tidak. Allah adalah kasih dan Maha Rahim. Karena kasih-Nya itu, Allah membuka pintu pengampunan bagi setiap orang yang mau kembali kepada-Nya dengan hati yang bertobat.

Menyadari kerapuhan manusia dan besarnya belas kasih Allah, Mazmur hari ini mengajak kita untuk memperbarui batin. Pertobatan sejati bukanlah semata-mata hasil usaha manusia, melainkan buah rahmat dan karya Allah melalui Roh Kudus.

Permohonan akan hati yang murni, batin yang diteguhkan, serta kehadiran Allah dalam setiap langkah hidup menjadi doa seorang pendosa yang ingin bangkit dan hidup berkenan kepada-Nya.

Walaupun manusia lemah, Allah tetap setia menopang dan menguatkan. Seruan, "Janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku," adalah ungkapan kerinduan agar Roh Kudus senantiasa tinggal dalam diri kita, membimbing, menguatkan, dan menjaga kita agar tidak jatuh kembali ke dalam dosa.

Dua ayat Mazmur ini (Mzm. 51:12-13) membentuk satu rangkaian doa yang indah dan tak terpisahkan. Doa permohonan akan belas kasih Allah, pembaruan batin, serta kesetiaan Roh Kudus dalam hidup orang yang bertobat.

Melalui doa ini, kita diajak untuk sungguh menghidupi pertobatan sejati dalam kehidupan sehari-hari. Apakah saya sungguh merindukan pembaruan hati oleh Allah, ataukah pertobatan saya masih sebatas kata-kata?

Maukah saya dengan rendah hati merangkai doa yang indah seperti pada Mazmur dan menghaturkannya kepada Allah melalui Yesus Kristus?

Doa Penutup

Allah Bapa Yang Maha Rahim, kami datang dengan hati yang rindu akan belas kasih-Mu.

Ciptakanlah dalam diri kami, hati yang bersih dan perbaruilah batin kami dengan Roh-Mu yang kudus, agar hidup kami diteguhkan dalam kehendak-Mu. Janganlah menjauhkan kami dari hadirat-Mu, melainkan tinggallah selalu bersama kami dan tuntunlah setiap langkah hidup kami.

Semua ini kami mohon dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.

Itulah renungan harian Katolik Rabu, 25 Februari 2026. Tuhan memberkati!



(urw/urw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads