UMI Perkuat PKM 2026 Berbasis Catur Dharma dan Dashboard Digital

UMI Perkuat PKM 2026 Berbasis Catur Dharma dan Dashboard Digital

Nurul Hidayah - detikSulsel
Selasa, 24 Feb 2026 12:46 WIB
Forum penyamaan persepsi dan revisi panduan PKM Internal UMI. Dokumen Istimewa
Foto: Forum penyamaan persepsi dan revisi panduan PKM Internal UMI. Dokumen Istimewa
Makassar -

Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar memperkuat Program Kemitraan Masyarakat (PKM) 2026 melalui revisi panduan yang berbasis Catur Dharma. UMI juga bersiap menerapkan dashboard digital guna mendukung pengabdian yang semakin terukur dan berdampak global.

Revisi tersebut digelar melalui forum penyamaan persepsi dan revisi panduan PKM Internal UMI di Aula Lantai 3 Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI, Senin (23/2/2026). PKM UMI 2026 akan difokuskan pada satu siklus strategis di mana dampak pengabdian, kepercayaan publik, kualitas mahasiswa dan reputasi global kampus akan berjalan dan meningkat beriringan.

"LPkM UMI hari ini tidak lagi seperti sepuluh tahun yang lalu. Kita tidak berhenti pada desa binaan dan pesantren binaan. Kita sedang bergerak menuju pengabdian bertaraf internasional," kata Rektor UMI Hambali Thalib dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hambali menekankan pengabdian kepada masyarakat harus memenuhi standar dan berdampak pada daya saing UMI di kancah global. Menurutnya, sebagai perguruan tinggi terakreditasi Unggul dengan Guru Besar terbanyak di Indonesia, UMI harus memastikan setiap aktivitas pengabdian terhubung dengan arah strategis institusi.

"Pengabdian harus memenuhi standar mutu, menjaga klaster utama, serta memperkuat daya saing institusi menuju reputasi global," tuturnya.

ADVERTISEMENT
Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Hambali Thalib. Dokumen IstimewaRektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Hambali Thalib. Dokumen Istimewa

Sementara itu, Wakil Rektor II UMI Zakir Sabara mengatakan UMI berkomitmen mendorong PKM berbasis Catur Dharma. Menurutnya, kerangka Catur Dharma yang mengintegrasikan keterlibatan mahasiswa, penelitian, pengabdian dengan solusi nyata, serta menanamkan nilai karakter dan etika UMI akan membawa dampak positif bagi Indikator Kinerja Utama (IKU) kampus.

Ia menyebut untuk mendukung komitmen tersebut, UMI telah menyepakati penerapan instrumen lembar dampak untuk setiap PKM. Instrumen tersebut dirancang agar setiap PKM memiliki data perubahan yang jelas seperti masalah awal, intervensi, jumlah penerima manfaat, perubahan terukur, hingga rencana keberlanjutan dari pengabdian yang dilakukan.

"Karena itu, setiap PKM wajib memetakan minimal satu IKU dan indikator dampak yang terukur," tegasnya.

Sementara dari sisi tata kelola PKM, UMI akan menerapkan sistem paperless dan dashboard terintegrasi yang selaras dengan Master Plan Digital UMI 2025-2029. Dashboard digital ini akan memuat judul, lokasi, mitra, IKU, Sustainable Development Goals (SDGs) yang dituju, luaran yang dihasilkan, hingga dampak pengabdian.

Zakir menyebut sistem tersebut akan memberikan kemudahan dalam mendokumentasikan rancangan hingga dokumentasi pengabdian. Menurutnya, banyak pengabdian yang telah dilakukan civitas akademika UMI namun tidak tercatat sebagai kontribusi peningkatan IKU dan rencana strategis (Renstra) kampus.

"Akibatnya, institusi kehilangan penguatan kinerja yang seharusnya bisa menjadi evidence akreditasi," tuturnya.

Ia menegaskan UMI terus berkomitmen menghadirkan pengabdian yang berkualitas. Sehingga melalui revisi panduan PKM, skema pengabdian akan diperjelas dengan target IKU yang spesifik, bobot luaran, serta klaster mitra prioritas seperti pesantren, masjid, UMKM halal, dan komunitas strategis lainnya.

"Dengan pendekatan ini, pengabdian tidak hanya menyelesaikan masalah masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi UMI sebagai kampus bereputasi dan berdampak," pungkasnya.




(hmw/hmw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads