80,96% Jalan 3T Luwu Utara Didanai APBN, Berkat Lobi Bupati ke Pusat

80,96% Jalan 3T Luwu Utara Didanai APBN, Berkat Lobi Bupati ke Pusat

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Sabtu, 21 Feb 2026 21:34 WIB
Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim dan Wakil Bupati Luwu Utara Jumail Mappile. Dokumen Istimewa
Foto: Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim dan Wakil Bupati Luwu Utara Jumail Mappile. Dokumen Istimewa
Luwu Utara -

Sebanyak 80,96% anggaran pembangunan jalan untuk wilayah terluar, terpencil, dan tertinggal (3T) Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), bersumber dari APBN. Bupati Andi Abdullah Rahim mengatakan dukungan anggaran dari pusat tersebut diperoleh berkat lobi strategis pihaknya ke kementerian terkait.

"Lobi-lobi taktis nan strategis dilakukan pada sejumlah Kementerian tentu dengan tujuan untuk menyelaraskan program pembangunan daerah dengan prioritas nasional," ujar Andi Rahim kepada detiksulsel, Sabtu (21/2/2026).

Dukungan anggaran dari pemerintah pusat itu terealisasi pada tahun 2025, yang merupakan tahun pertama kepemimpinan Andi Rahim bersama Wakil Bupati Jumail Mappile. Pemkab Luwu Utara kemudian memprioritaskan percepatan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah 3T untuk mendorong konektivitas dan menekan angka kemiskinan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langkah strategis ini diambil mengingat keterbatasan APBD yang sering menjadi kendala dalam penanganan infrastruktur di wilayah yang memiliki geografis menantang seperti Luwu Utara ini," jelasnya.

Dia menjelaskan, pembangunan infrastruktur jalan ini menjangkau daerah remote control kemiskinan di wilayah pegunungan, yaitu Kecamatan Rongkong, Seko, dan Rampi. Berdasarkan data BPS, ketiga wilayah 3T ini memang menjadi penyumbang angka kemiskinan terbesar, yakni 61,36%.

ADVERTISEMENT

"Saya rasa langkah yang diambil ini adalah sesuatu tepat dan terukur sehingga kemudian kita fokus pada pembangunan akses jalan ke wilayah-wilayah tersebut," jelasnya.

Total Dukungan Anggaran Pusat Rp 193,49 miliar

Andi Rahim menjelaskan, total dukungan anggaran dari pemerintah pusat mencapai 80,96 persen atau sebesar Rp 193,49 miliar. Sementara sisanya 18,61%, berasal dari APBD Lutra dan 0,42% nya dari APBD Sulsel.

"Angka fantastis tersebut tentunya tidak datang begitu saja. Berkat koordinasi intensif melalui pendekatan 'jemput bola' ke sejumlah Kementerian, Luwu Utara berhasil mendapatkan porsi maksimal dari APBN, termasuk melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) dan DAK," bebernya.

Dia menambahkan, lobi-lobi strategis tersebut dilakukan semata-mata demi misi tercapainya kesejahteraan masyarakat Lutra. Menurutnya, pemberian APBN ke Lutra menjadi kepercayaan pemerintah pusat terhadap keseriusan Pemda Lutra dalam meninggalkan kemiskinan.

"Dengan komposisi anggaran yang didominasi APBN maka beban fiskal daerah menjadi jauh lebih ringan. Hal ini memungkinkan Pemda mengalihkan sisa APBD ke sektor pelayanan dasar lainnya, seperti pendidikan dan kesehatan," katanya.

Andi Rahim lantas berharap jalan yang dibangun tersebut nantinya mempermudah aktivitas harian masyarakat Lutra. Dia juga berharap capaian 2025 lalu mendorong optimisme masyarakat di 2026.

"Keberhasilan di tahun 2025 tentunya akan menjadi fondasi kuat untuk proyeksi pembangunan pada tahun-tahun berikutnya. Kini, Luwu Utara bertransformasi dari daerah dengan tantangan geografis terberat, jadi daerah yang makin terkoneksi dan kompetitif di jazirah Sulawesi Selatan," pungkasnya.



(hmw/hmw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads