Sejumlah warga di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, mengeluhkan kelangkaan gas elpiji subsidi pemerintah ukuran 3 kilogram menjelang Ramadan 2026. Bahkan harganya mengalami kenaikan hingga Rp 30 ribu per tabung.
"Saya cari tabung dari kemarin belum dapat sampai sekarang. Saya cek harga tabung gas 3 kg Rp 30.000. Setau saya biasanya di pangkalan masih Rp 22.000 ribu," kata warga Kecamatan Bone bernama Faisal (40) kepada detikcom, Senin (16/2/2026).
Faisal mengatakan, kelangkaan tabung elpiji 3 kilogram terjadi sejak 14 Februari 2026. Dia mengaku sudah keliling di Kecamatan Bone mencari tabung subsidi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari tanggal 14 Februari hari Sabtu kemarin itu, harga Rp 30.000. Kemarin saja saya keliling kecamatan saya cek di pangkalan tabungnya kosong," keluhnya.
Hal senada juga disampaikan warga Kecamatan Bone Raya bernama Lani (39). Dia mengaku sulit menemukan tabung elpiji 3 kilogram dan jika ada harganya tembus Rp 30 ribu.
"Susah sekali dapat tabung gas LPG 3 kg, kosong, belum lagi harganya mahal Rp 30 ribu," sebutnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi T. Muhammad Rum mengaku akan menindak pangkalan elpiji yang menjual harga di atas harga eceran tertinggi (HET). Pihaknya pun akan menindaklanjuti terkait keluhan warga.
"Terima kasih atas informasinya pak, kami teruskan ke bagian terkait untuk ditindaklanjuti. Untuk Bone Bolango sedang kami konfirmasi ke bagian terkait pak," kata Rum kepada detikcom yang dikonfirmasi terpisah.
"Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah serta aparat penegak hukum sebagai pihak yang memiliki kewenangan pengawasan, guna memastikan penyaluran LPG 3 Kg berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran," tambahnya.
(hsr/hsr)











































