Sopir Truk Tewaskan 3 Orang Sekeluarga Terpaksa Menikah di Mapolres Pangkep

Sopir Truk Tewaskan 3 Orang Sekeluarga Terpaksa Menikah di Mapolres Pangkep

Muhammad Subhan - detikSulsel
Rabu, 11 Feb 2026 12:13 WIB
Sopir berinisial MAR (19) terpaksa menikahi kekasihnya di Mapolres Pangkep usai truknya menimpa mobil hingga menewaskan 3 orang sekeluarga.
Foto: Sopir berinisial MAR (19) terpaksa menikahi kekasihnya di Mapolres Pangkep usai truknya menimpa mobil hingga menewaskan 3 orang sekeluarga. (Muhammad Subhan/detikSulsel)
Pangkep -

Remaja berinisial MAR (19), sopir truk kontainer yang menimpa mobil hingga menewaskan 3 orang sekeluarga di Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), masih ditahan mesti berstatus saksi. Pria itu terpaksa menikahi kekasihnya di Mapolres Pangkep meski masih berstatus saksi dalam kecelakaan maut tersebut.

"Alhamdulillah atas izin dari bapak kapolres dan difasilitasi di Musala Mako Polres Pangkep untuk dilangsungkannya pernikahan antara seorang tahanan dengan calon istrinya," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Pangkep, Ipda Fadhlan Habib Harahap kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).

Akad nikah antara MAR dengan kekasihnya berinisial ST (19) digelar di Musala Polres Pangkep, Senin (9/2). Kedua belah pihak keluarga datang menyaksikan momen membahagiakan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Fadhlan, MAR dan ST memang telah merencanakan pernikahan beberapa bulan yang lalu. Sejoli itu awalnya berencana menggelar pesta pernikahan di kampung halaman masing-masing kedua mempelai.

"Jadi memang sebelum terjadinya kecelakaan kemarin terduga pelaku sudah mempunyai niat baik dengan calonnya untuk melangsungkan pernikahan di kampung halamannya, MAR di Takalar dan mempelai perempuan di Makassar," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, pihak keluarga telah menyebar undangan pesta keduanya kepada kerabat. Namun karena MAR berhadapan dengan hukum imbas kecelakaan, pesta pernikahan tidak sesuai rencana.

"Sudah sempat sebar undangan juga, jadi daripada diundur-undur lagi dan juga memperlambat, kita langsungkan saja tanpa menunda-nunda dari niat baiknya. Infonya pestanya tetap digelar, meski mempelai laki-laki tidak hadir," ujar Fadhlan.

Fadhlan menegaskan sopir truk kontainer itu masih berstatus saksi. Pihaknya belum melakukan penetapan tersangka karena masih fokus mengumpulkan dan mendalami keterangan saksi.

"Statusnya masih sebagai saksi sekaligus terduga pelaku. Kita belum naikkan statusnya, ini kan masih penyelidikan. Kita sedang pemeriksaan saksi 4 orang," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, truk kontainer yang dikemudikan MAR mengalami kecelakaan di depan Puskesmas Mandalle, Desa Tamarupa, Kecamatan Mandalle, Rabu (4/2) sekitar pukul 18.52 Wita. Kontainer sempat menabrak median jalan lalu oleng hingga menimpa mobil Brio.

"Penyelidikan sementara mobil dump truck diduga menghindari mobil Brio sehingga naik ke median jalan, kemudian oleng menimpa mobil Brio yang berada di sisi kirinya," kata Fadhlan saat dikonfirmasi, Rabu (4/2).

Insiden tersebut mengakibatkan pengemudi mobil Brio berinisial MA (35) beserta 2 anaknya yang berinisial NA (7) dan PS (5) tewas di tempat. Sementara istri dan seorang anak lainnya selamat.

"Untuk korban sendiri di mobil Brio ada lima orang. Tiga orang meninggal dunia dilarikan ke Puskesmas dan dua orang, ibu dan anaknya saat ini di rumah warga," ucap Fadhlan.

Sementara MAR melarikan diri saat kecelakaan terjadi. Sopir truk itu menyelamatkan diri ke Mapolres Pangkep karena khawatir diamuk massa.

"Mungkin dugaan sementara sempat meninggalkan lokasi karena yang jelas takut ya. Takut dia mau dimassa karena TKP langsung ramai (saat kejadian)," jelasnya.



(sar/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads