TNI Gadungan di Sidrap Tipu Warga Modus Jual Motor Lewat Online

TNI Gadungan di Sidrap Tipu Warga Modus Jual Motor Lewat Online

Muhclis Abduh - detikSulsel
Jumat, 06 Feb 2026 19:36 WIB
TNI Gadungan di Sidrap Tipu Warga Modus Jual Motor Lewat Online
Foto: Tampang pria di Sidrap yang menjadi TNI gadungan saat menipu warga. (dok. Istimewa)
Sidrap -

Seorang pria inisial E (39) di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) menipu warga modus penjualan motor secara online. Pelaku menjalankan aksi penipuan dengan berpura-pura menjadi anggota TNI.

Pelaku awalnya diamankan oleh pihak Kodim 1420/Sidrap berdasarkan laporan masyarakat di Desa Taccimpo, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap, Kamis (5/2) malam. Pelaku kemudian diserahkan ke Polres Sidrap untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Iya, tadi malam ada dari Kodim 1420/Sidrap ke Polres Sidrap membawa dan melaporkan pria yang menurut pihak Kodim 1420/Sidrap merupakan tentara gadungan," kata Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Welfrick Krisyana Ambarita kepada detikSulsel, Jumat (6/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan pengakuan korban ke pihak Kodim 1420 Sidrap, pelaku melakukan penipuan online penjualan sepeda motor. Pelaku menawarkan motor kepada korban namun setelah korban membayar, pelaku tidak mengirimkan motor yang dijanjikan.

"Berdasarkan keterangan dari Kodim 1420 Sidrap mereka mendapat laporan dari masyarakat menjadi korban penipuan online dari pelaku. Setelah melakukan interogasi dan meyakini ini pelaku bukan tentara atau gadungan hingga akhirnya dibawa ke Polres Sidrap untuk pemeriksaan lebih lanjut," terangnya.

ADVERTISEMENT

Welfrick belum merinci nominal kerugian dari korban. Pihaknya beralasan belum menerima laporan resmi dari korban karena baru menerima penyerahan terduga pelaku dari Kodim 1420/Sidrap untuk diperiksa lebih lanjut.

"Informasi awalnya seperti itu (menipu online dengan menawarkan motor). Tapi kan kita perlu diperjelas karena sampai sekarang belum ada korban atau saksi yang melapor," jelas Welfrick.

Pihaknya juga sementara mengecek apakah pernah ada korban yang melapor sebagai korban penipuan online dengan modus pelaku mengaku sebagai anggota TNI. Dia mengaku sulit untuk melanjutkan penyelidikan jika tidak ada korban yang melapor.

"Kita butuh keterangan dari korban atau saksi karena kita belum ada alat bukti bahwa ini ada pidana penipuan. Kami juga sedang mengecek apakah pernah ada korban dengan modus seperti ini," imbuhnya.




(sar/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads