Massa Terobos Rapat Paripurna HUT ke-66 Bulukumba Tolak Proyek BPIC

Massa Terobos Rapat Paripurna HUT ke-66 Bulukumba Tolak Proyek BPIC

Nur Hidayat Said - detikSulsel
Rabu, 04 Feb 2026 18:59 WIB
Massa Terobos Rapat Paripurna HUT ke-66 Bulukumba Tolak Proyek BPIC
Foto: Seorang aktivis perempuan menerobos ke Rapat Paripurna dalam rangka HUT ke-66 Bulukumba. (dok. istimewa)
Bulukumba -

Sejumlah orang menggelar unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Seorang aktivis perempuan kemudian menerobos ke Rapat Paripurna dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Bulukumba.

"Nah, di tengah pelaksanaan rapat paripurna peringatan ini, tiba-tiba ada aktivis masuk menyampaikan aspirasi dan berteriak," ujar Kabid Humas Diskominfo Bulukumba Andi Ayatullah Ahmad kepada detikSulsel, Rabu (4/2/2026).

Aktivis perempuan itu menerobos rapat paripurna gedung DPRD Bulukumba, Rabu (4/2) siang. Perempuan itu memprotes rencana proyek industri petrokimia Bulukumba Integrated Petrochemical Complex (BPIC) di Desa Lemo-Lemo, Kecamatan Bontobahari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah hampir selesai (rapat paripurna) karena sudah selesai penandatanganan prasasti beberapa program kegiatan proyek yang sudah diresmikan. Kemudian dia tiba-tiba masuk turun mengarah ke pimpinan DPRD untuk menyampaikan aspirasi," katanya.

Ayatullah menyebut tindakan itu tidak etis karena mengganggu momentum sakral daerah. Apalagi, aksi itu dilakukan di hadapan pemangku kepentingan (stakeholders) yang hadir dalam rapat paripurna.

ADVERTISEMENT

"Terlepas apakah itu adalah strategi sebagai cara menyampaikan aspirasi, menurut hemat kami ini kan kegiatan sakral, sama halnya kalau ada hajatan tiba-tiba ada orang yang (masuk) tidak sesuai dengan agenda acara," ucapnya.

"Jadi kita hanya menyayangkan sikap itu. Dari sisi etika, itu kan tidak sipakatau, tidak saling menghargai," tambahnya.

Ayatullah mengaku bingung dengan alasan massa terus mengangkat isu industri BPIC tersebut. Dia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada progres dan persetujuan dari pemerintah pusat terkait rencana tersebut.

"Makanya kita bingung kenapa isu ini masih terus diangkat. Toh, pada hari ini tidak ada yang bisa dibahas karena progresnya tidak ada," ungkap Ayatullah.

Menurutnya, tahapan alih fungsi lahan untuk kawasan industri tersebut juga belum ada titik terang. Hal ini membuat aspirasi yang disampaikan massa di tengah rapat paripurna tidak relevan dengan agenda yang sedang berjalan.

"Tahapan untuk alih fungsi lahannya juga belum ada dan belum disetujui oleh pusat. Jadi tidak ada yang bisa dibahas terkait rencana ini," tambahnya.

Dalam video yang dilihat detikSulsel, tampak seorang perempuan berhijab dengan pakaian serba hitam sudah berada di tengah-tengah ruangan rapat paripurna gedung DPRD Bulukumba. Perempuan itu menyuarakan aspirasinya di tengah barisan tamu undangan yang hadir.

Aksi itu seketika memicu perhatian hingga sejumlah petugas keamanan menghampiri dan berupaya menenangkan sang aktivis. Petugas kemudian menggiring perempuan itu keluar dari ruang sidang agar agenda utama peringatan HUT tidak terganggu.




(hsr/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads