Kantor DPRD Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) sepi hampir semua legislator saat massa buruh outsourcing PT Semen Tonasa melakukan unjuk rasa. Buruh yang menyuarakan terkait gaji di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pangkep 2026 hanya diterima satu wakil rakyat yang tidak berangkat.
Massa buruh hanya diterima anggota DPRD Pangkep bernama Umar Haya. Dia memakai baju batik berwarna cokelat ketika menemui massa buruh di halaman kantor DPRD Pangkep, Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Pangkajene.
"Saya hanya seorang diri yang menerima Anda semua," kata Umar Haya di hadapan massa buruh, Selasa (3/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umar mengaku tidak bisa menerima massa aksi di ruang rapat karena hanya sendiri. Dia berdalih tidak bisa mengambil keputusan atas tuntutan buruh jika hanya sendiri.
"Tadi ada yang bisiki saya, mau diterima di dalam (kantor). Percuma ji juga diterima di dalam. Biar mi diterima di halaman kantor DPRD karena tidak mungkin ada keputusan kalau saya sendiri ji juga," kata politisi PPP itu.
Terkait keberadaan sejumlah anggota legislatif, detikSulsel menghubungi Ketua DPRD Pangkep Haris Gani. Namun Haris Gani tidak merespons.
Sementara Sekwan DPRD Pangkep, Arizal Hasan membenarkan anggota legislatif tengah melakukan kunjungan kerja (kunker) keluar daerah. Namun dia mengaku tidak mengetahui tujuan masing-masing komisi.
"Tidak kuhafalki," katanya.
Terkait massa buruh, dia menegaskan bahwa aspirasi mereka diterima. Pasalnya anggota DPRD Umar Haya sempat menemui massa buruh.
"Adaji (anggota dewan), kan adaji Pak Umar Haya yang terima aspirasi," ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun, anggota dewan lainnya berangkat kunker sesuai komisi masing-masing. Komisi 1 kunker ke Yogyakarta, Komisi 2 ke Kabupaten Polewali Mandar, dan Komisi 3 ke Kabupaten Majene.
Buruh Akan Kembali Demo
Massa buru awalnya melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PT Semen Tonasa pada Selasa (3/2) pagi. Setelah itu, mereka melanjutkan aksi di Kantor DPRD Pangkep sekitar pukul 11.15 Wita.
Para pekerja datang dengan membawa 2 spanduk yang berisi tentang pembayaran gaji mereka yang masih di bawah UMK. Mereka datang menggunakan pakaian kerja, sepatu proyek, dan helm berwarna hijau.
Ketua Forum Pekerja Outsourcing Semen Tonasa, Alfianto Amir mengaku tidak tahu penyebab hanya satu wakil rakyat yang menemui mereka. Dia pun akan kembali melakukan unjuk rasa pada Kamis (5/2) mendatang.
"Kami akan kembali aksi sesuai jadwal RDP nanti tanggal 5 atau 6. Semoga pada saat RDP anggota dewan bukan lagi 1 yang hadir," ucapnya.
(hsr/asm)











































