Tidak sedikit umat Islam yang berencana menunaikan puasa sunnah esok hari, Selasa, 3 Februari 2026. Puasa sunnah ini merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dan memiliki sejumlah keutamaan.
Dalam Islam, terdapat beberapa jenis puasa sunnah yang dapat dikerjakan dapat dikerjakan pada hari-hari tertentu. Setiap puasa tersebut memiliki waktu pelaksanaan serta ketentuan yang berbeda-beda.
Lantas, besok 3 Februari 2026 puasa apa yang dikerjakan?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengetahuinya, simak penjelasannya berikut ini!
Besok Puasa Apa?
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) RI, besok, Selasa 3 Februari 2026 bertepatan dengan 15 Syaban 1447 H. Dalam penanggalan Islam, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa Nisfu Syaban pada tanggal tersebut.
Dilansir dari buku 'Meraih Surga dengan Puasa' karya H Herdiansyah Achmad Lc, anjuran puasa Nisfu Syaban didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Jika datang malam Nisfu Syaban, sholatlah dan puasalah pada siang harinya karena Allah akan menurunkan ampunannya di malam itu, mulai dari terbenamnya Matahari hingga pagi hari. Kemudian Allah berfirman, "Ingatlah Aku akan mengampuni orang yang meminta ampunan dari-Ku, ingatlah Aku akan memberikan rezeki pada orang yang meminta rezeki pada-Ku, ingatlah Aku akan mengabulkan orang yang meminta kesehatan pada-Ku, dan ingatlah Aku akan begini dan begitu (yakni meminta apa saja) meminta pada Allah sampai munculnya fajar." (HR Ibnu Majah)
Niat Puasa Nisfu Syaban
Berikut adalah bacaan niat puasa Nisfu Syaban besok, 3 Februari 2026:
نَوَيْتُ صَوْمَ فِي النِّصْفِ الشَّعْبَانِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma fi-n-nishfi-sy-sya'bani sunnata-lillâhi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat puasa pada pertengahan bulan Syakban sunah karena Allah Ta'ala."
Niat puasa dianjurkan untuk dibaca pada malam hari, termasuk puasa Nisfu Syaban. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, puasa Nisfu Syaban 2026 diketahui jatuh pada Selasa, 3 Februari.
Dengan demikian, niat puasa Nisfu Syaban dapat dibaca sejak setelah Maghrib pada Senin, 2 Februari 2026 hingga sebelum waktu Subuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Namun, jika tidak sempat melafalkan niat puasa pada malam hari, detikers masih dapat membacanya pada siang hari di tanggal 3 Februari 2026. Ketentuan ini dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim yang dilansir dari buku 'Panduan Praktis Ibadah Puasa' karya Drs E Syamsuddin dan Ahmad Syahirul Alim Lc.
"Dari Aisyah RA, ia berkata; Pada suatu, Nabi Muhammad SAW menemui dan bertanya, "Apakah kamu mempunyai makanan?" kami menjawab, "Tidak." Beliau bersabda: "Kalau begitu, saya akan berpuasa." Kemudian beliau datang lagi pada hari yang lain dan kami berkata, "Wahai Rasulullah, kita telah diberi hadiah berupa Hais (makanan yang terbuat dari kura, samin dan keju). "Maka beliau pun bersabda: "Bawalah kemari, sungguhnya dari tadi pagi tadi aku berpuasa." (HR Muslim)
Berdasarkan hadits tersebut, Rasulullah SAW melafalkan niat puasa pada siang hari dalam keadaan belum makan dan minum sejak pagi. Dengan begitu, niat puasa dapat dilakukan pada siang hari dengan syarat belum makan dan minum, serta tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Keutamaan Puasa Nisfu Syaban
Adapun keutamaan puasa Nisfu Syaban adalah sebagai berikut:
1. Waktu Diangkatnya Amalan Manusia
Dalam buku 'Rahasia Puasa Sunah' karya Ahmad Syahirul Alim Lc, dijelaskan bahwa bulan Syaban menjadi waktu diangkatnya amal manusia kepada Allah SWT. Oleh karena itu, Rasulullah SAW gemar berpuasa pada bulan ini karena menginginkan amalnya diangkat ketika sedang berpuasa.
Hal tersebut sebagaimana diterangkan dalam dalam hadits riwayat Ahmad dan An-Nasa'i berikut:
ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ يُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: "Itulah bulan yang sering dilupakan manusia antara bulan Rajab dan Ramadhan, pada bulan itulah amalan diangkat kepada Allah Rabb semesta alam maka aku suka saat amalanku diangkat, aku (dalam kondisi) berpuasa." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)
2. Mendapatkan Syafaat Rasulullah SAW
Melansir buku 'Hikmah Bulan Rajab dan Sya'ban' karya Dimitri Mahayana, umat Islam yang melaksanakan puasa di bulan Syaban akan memperoleh syafaat Rasulullah SAW pada hari kiamat, termasuk saat Nisfu Syaban. Hal ini merujuk pada hadits yang terdapat dalam Bihâr al-Anwâr dari Imam Ja'far ash Shadiq AS:
مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ شَعْبَانَ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ شَفِيْعَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya: "Barangsiapa berpuasa tiga hari pada bulan Syaban, wajib atasnya surga, dan Rasulullah SAW akan menjadi pemberi syafaatnya pada hari kiamat."
3. Berkumpul dengan Rasulullah SAW
Umat Islam yang mencintai Rasulullah SAW dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT akan bersama dengan Rasulullah SAW. Rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya itu dibuktikan melalui amal kebaikan, termasuk melaksanakan puasa Nisfu Syaban.
Diriwayatkan dalam sebuah hadits:
أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَتَى السَّاعَةُ يَا رَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ: مَا أَعْدَدْتَ لَهَا قَالَ: مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِن كَثِيرِ صَلَاةٍ وَلَا صَوْمٍ وَلَا صَدَقَةٍ، وَلَكِنِّي أُحِبُّ اللهَ وَرَسُولَهُ، قَالَ: أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
Artinya: "Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, "Kapan hari kiamat tiba?" Beliau balik bertanya kepadanya, "Apa yang telah engkau siapkan untuknya?" Orang itu menjawab, "Aku tidaklah menyiapkan untuknya dengan banyak shalat, puasa, dan sedekah, melainkan aku mencintai Allah dan Rasul-Nya." Nabi SAW bersabda, "Kalau begitu, engkau bersama siapa yang engkau cintai."
Itulah penjelasan mengenai besok puasa apa lengkap dengan bacaan niat dan keutamaannya. Semoga bermanfaat!
