Dzikir menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam pada malam Nisfu Syaban atau pertengahan bulan Syaban. Memperbanyak dzikir menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Terdapat sejumlah bacaan dzikir yang kerap diamalkan oleh para ulama pada malam Nisfu Syaban sebagai bentuk penghambaan kepada Sang Pencipta. Dzikir tersebut berisi pujian kepada Allah SWT serta permohonan ampun atas segala dosa.
Lantas, bagaimana bacaan dzikir malam Nisfu Syaban?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuk, simak bacaan dzikir malam Nisfu Syaban, beserta panduan dan keutamaannya di bawah ini!
Bacaan dan Panduan Dzikir Malam Nisfu Syaban
Dilansir dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, dzikir yang biasa diamalkan oleh para ulama ini dianjurkan untuk dibaca sepanjang bulan Syaban, termasuk pada malam Nisfu Syaban. Berikut bacaan dan panduan lengkap dzikir malam Nisfu Syaban:
Membaca Istighfar #1
Bacaan istighfar berikut dibaca sebanyak 70 kali:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَسْأَلُهُ التَّوْبَةَ
Arab Latin: Astaghfirullaaha wa as-aluhut taubah.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah dan aku meminta kepada-Nya agar diterima taubatku."
Membaca Istighfar #2
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Arab Latin: Astaghfirullaahaladzii laa ilaaha illaa huwar rahmaanur rahiimul hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah, tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang Maha Hidup dan Maha Mengurus (segala makhluk-Nya), dan aku bertaubat kepada-Nya."
Membaca Dzikir
Membaca dzikir berikut sebanyak 70 kali:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
Arab Latin: Laa ilaaha illallaahu wa laa na'budu illaa iyyahu mukhlishiina lahud diina wa lau karihal musyrikuuna.
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya meskipun orang-orang musyrik membencinya."
Keutamaan Berdzikir di Malam Nisfu Syaban
Melansir laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), berdzikir pada bulan Syaban, termasuk malam Nisfu Syaban, memiliki sejumlah keutamaan. Keutamaan tersebut meliputi memberikan ketenangan hati, sebagai sarana persiapan menuju Ramadhan, hingga mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Berikut penjelasannya:
1. Memberikan Ketenangan dan Ketenteraman Hati
Dzikir menjadi sarana bagi umat Islam untuk mengingat Allah SWT sekaligus. Melalui dzikir, umat Islam akan mendapatkan ketenangan dan ketentraman hati.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT QS ar-Ra'd ayat 28:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُقُلُوْبُۗ
Artinya: "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
2. Sarana Persiapan Menuju Bulan Ramadhan
Bulan Syaban, termasuk malam Nisfu Syaban, menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak dzikir dan ibadah lainnya sebagai persiapan menuju Ramadhan. Kebiasaan beribadah sejak bulan Syaban diharapkan dapat membentuk kesiapan spiritual sebelum memasuki bulan penuh berkah tersebut.
Dengan membiasakan diri berdzikir pada bulan Syaban, umat Islam dapat memasuki bulan Ramadhan dengan hati yang lebih bersih dan lebih tenang. Selain itu, dzikir juga membantu memperkuat kedekatan diri kepada Allah SWT.
3. Peluang Meraih Rahmat dan Ampunan Allah SWT
Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai malam yang penuh rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Pada malam ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah.
Demikianlah informasi mengenai bacaan dan panduan dzikir malam Nisfu Syaban. Semoga bermanfaat!
