Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) membakar semangat ribuan peserta Rakernas PSI 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Jokowi memberi arahan selama 10 menit dalam pidatonya.
Jokowi memberikan arahan kepada peserta Rakernas PSI di Hotel Claro, Kota Makassar, Sabtu (31/1/2026). Jokowi di awal pidatonya menyampaikan bahwa PSI telah menjadi partai inklusif usai menyapa jajaran pengurus PSI.
"PSI sekarang ini telah menjadi partai super Tbk. PSI sekarang ini semakin terbuka, semakin inklusif, banyak yang bergabung dan akan lebih banyak lagi yang akan bergabung," kata Jokowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi mengklaim tokoh yang akan bergabung dengan PSI dari level kabupaten/kota hingga nasional. Bergabungnya tokoh politik itu nantinya akan memperkuat barisan pemenangan PSI meski akan muncul keberagaman pandangan.
"Semakin banyak yang bergabung artinya kita akan semakin beragam, artinya lagi, akan semakin banyak perbedaan-perbedaan, hati-hati, akan semakin banyak perbedaan-perbedaan. Perbedaan selera, perbedaan keinginan-keinginan, perbedaan kepentingan, dan perbedaan-perbedaan lainnya akan semakin banyak," ujar Jokowi.
"Oleh sebab itu, butuh toleransi. Kita butuh satu visi, kita butuh menjaga kerukunan, menjaga kesolitan, menjaga persatuan di antara kita," imbuhnya.
Jokowi Minta PSI Perkuat Jaringan Online dan Offline
Jokowi juga minta PSI memperkuat jaringan media sosial. Menurutnya, hubungan baik PSI dengan warganet harus lebih ditingkatkan.
"Yang kedua, kita perlu memperkuat jaringan. Ada 2 yang kita perlukan untuk kita perkuat. yaitu jaringan sosial media, perkuat jaringan dengan warganet, perkuat jaringan-jaringan dengan netizen, perkuat jaringan-jaringan online," katanya.
Selanjutnya ialah jaringan offline atau luar jaringan (luring). Jokowi menegaskan jaringan offline diperlukan agar PSI membentuk jaringan hingga ke akar rumput.
"Yang kedua memperkuat jaringan luring, jaringan offline dari kota sampai ke desa. Semuanya harus kita perkuat. Dan yang ini bolak-balik saya sampaikan, bolak-balik saya sampaikan, perkuat, bangun struktur sampai ke kecamatan, sampai ke desa, sampai ke RT/RW," paparnya.
Jokowi Target PSI Rampungkan Struktur di Akhir 2026
Jokowi lalu mengungkap hasil pertemuannya dengan Ketum Umum PSI Kaesang Pangarep, Ketua Harian Ahmad Ali, dan Sekjen Raja Juli Antoni. Dia menegaskan bahwa pengurus haruz rampung 100 persen maksimal pada akhir 2026.
"Kemarin, saya ngomong-ngomong dengan ketua dewan pembina, ketua umum, ketua harian, sekjen, kapan kira-kira ini bisa kita selesaikan dan harus selesaikan, akhir 2026 itu harus selesai," katanya.
Jokowi lantaz mengungkap alasan struktur PSI harus lengkap sampai tingkat Dewan Pimpinan RT (DPRT). Pasalnya, PSI butuh mesin partai yang besar untuk mencapai target.
"Karena kita perlu mesin besar, kita memerlukan mesin besar karena target PSI adalah target yang besar. Target PSI ini target besar, targetnya tinggi jadi mesinnya harus mesin besar. Enggak bisa struktur hanya sampai DPD, ndak bisa. Sekali lagi struktur harus sampai RT/RW," tegasnya.
Menurutnya, kekuatan partai terletak pada struktur pengurus yang kuat. Pengurus harus aktif atau tidak sekadar pasang nama.
"Karena kekuatan partai politik itu terletak pada struktur yang kuat. Tapi strukturnya harus yang hidup, struktur yang benar-benar bisa bekerja sampai ke akar rumput, menyentuh betul-betul masyarakat terbawah kita, itu struktur yang ideal," katanya.
Jokowi Siap Bekerja Mati-matian untuk PSI
Bahkan Jokowi berjanji akan turun gunung membantu kader di semua tingkatan kepengurusan. Mulai dari Dewan Pimpinan Wilayah (provinsi) hingga tingkat kecamatan.
"Kalau diperlukan, saya harus datang. Saya masih sanggup (disambut teriakan, Jokowi, Jokowi, Jokowi). Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi. Semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota, saya masih sanggup, saya masih sanggup, kalau perlu sampai ke kecamatan saya masih sanggup," katanya.
Jokowi kemudian menyebut partai berlogo gajah ini butuh pengurus yang militan. Jika kader bekerja keras, Jokowi memastikan juga akan bekerja keras.
"Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI saya pun bekerja keras, bekerja mati-matian untuk PSI, Saudara-saudara bekerja habis-habisan untuk PSI, Saya pun akanbekerja habis-habisan untuk PSI. Inilah yang harus kita kerjakan," ucap Jokowi dengan lantang.
Sebelum menutup pidatonya, Jokowi menyebut negara butuh partai yang bergerak untuk kebaikan. Pemenangan yang berlandaskan kebaikan akan berdampak untuk negara.
"Negara ini perlu partai yang baik, perlu politik kebaikan, politik untuk kebaikan. Demikian yang ingin saya sampaikan, PSI mana solidaritasmu? Mana Solidaritas mu? Gajah? kuat," pungkas Jokowi mengakhiri arahannya.
Simak Video "Video: Kaesang Pantun 'Anak Kecil Banyak Cakap' saat Sambutan Rakernas PSI"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/asm)











































