Sebanyak 50 rumah tani milik warga Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga dirusak hingga dibakar karyawan perusahaan sawit. Polisi kini mengusut kasus tersebut usai menerima laporan warga.
"Iya ada sekitar 50 rumah kebun warga rusak dan terbakar. Kami laporkan tiga pasal, pengrusakan, penjarahan dan pembakaran ke Polda Sultra," kata kuasa hukum warga, Andre Darmawan kepada detikcom, Sabtu (31/1/2026).
Andre mengatakan kasus pengrusakan hingga pembakaran itu terjadi di lahan warga Desa Puao dan Desa Sanggula, Kecamatan Angata. Insiden itu terjadi selama dua hari pada Kamis (29/1) dan Jumat (30/1).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua hari itu terjadi pengrusakan, penjarahan barang-barang dan pembakaran," ujarnya.
Dia menuturkan hari pertama kejadian, pihak perusahaan sawit PT Marketindo Selaras masuk ke lahan warga dan melakukan pengrusakan. Kemudian di hari kedua mereka melakukan pembakaran.
"Hari pertama itu mereka masuk merusak dan merobohkan rumah kebun. Di hari kedua mereka membakarnya," terang Andre.
Warga sempat melakukan perlawanan namun mereka kalah jumlah dari pihak perusahaan sawit. Warga pun tidak bisa berbuat banyak saat rumah mereka dirusak hingga dibakar.
"Sempat melawan tapi perusahaan ini banyak sekali, warga hanya sedikit saja. Jadi mereka leluasa merusak, menjarah dan membakar," tuturnya.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Konawe Selatan AKP Laoede M. Jefri Hamzah membenarkan warga membuat laporan terkait insiden pengrusakan dan pembakaran tersebut. Ia mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Kemarin kami langsung melakukan olah TKP di lokasi pembakaran dan totalnya masih kami lakukan pendataan. Hari ini warga buat laporan," kata Jefri.
Dia mengungkapkan Polres Konawe Selatan berkoordinasi dengan Polda Sultra dalam melakukan penyelidikan. Sejumlah personel juga diterjunkan sebagai upaya mengantisipasi peristiwa terulang.
"Personel Polres Konawe Selatan dan Polda Sultra sudah disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi bentrok susulan. Saat ini situasi sudah kondusif," pungkasnya.
(hsr/asm)











































