Tanggal 30 Januari Memperingati Apa? Ada Hari Primata Indonesia

Tanggal 30 Januari Memperingati Apa? Ada Hari Primata Indonesia

Iswandy Rusli - detikSulsel
Jumat, 30 Jan 2026 07:00 WIB
Tanggal 30 Januari Memperingati Apa? Ada Hari Primata Indonesia
Foto: Nurul Afifah/detikSulsel
Makassar -

Tanggal 30 Januari memperingati hari apa saja? Dalam kalender Masehi, tanggal ini menandai sejumlah peringatan penting yang dirayakan di tingkat nasional maupun internasional.

Berdasarkan kalender Masehi 2026, tanggal 30 Januari 2025 jatuh pada hari Kamis. Pada tanggal ini, terdapat sejumlah peringatan penting dengan latar belakang sosial, pendidikan, hingga kemanusiaan.

Di Indonesia, 30 Januari dikenal sebagai Hari Primata Indonesia yang menyoroti pentingnya pelestarian satwa dan lingkungan. Sementara itu, di tingkat global, tanggal ini juga diperingati sebagai Hari Sekolah Tanpa Kekerasan dan Perdamaian, serta Hari Martir di India untuk mengenang Mahatma Gandhi, tokoh dunia yang identik dengan perjuangan tanpa kekerasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penasaran dengan latar belakang setiap hari peringatan tersebut? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Hari Primata Indonesia

Di dalam negeri, tanggal 30 Januari diperingati sebagai Hari Primata Indonesia. Melansir laman Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, penetapan Hari Primata Indonesia lahir dari inisiasi dari Protection of Forest & Fauna (ProFauna).

ADVERTISEMENT

Inisiasi ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap aktivitas perdagangan dan perburuan primata yang semakin tinggi. Peringatan Hari Primata ini kemudian dilakukan setiap tahun oleh berbagai Lembaga dan Komunitas pemerhati satwa.

Tujuan hari peringatan ini yakni memberikan penyadartahuan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga primata Indonesia. Hal ini juga menjadi upaya dalam menekan laju kepunahan terhadap primata Indonesia terhadap aktitas perusakan habitat dan perburuan.

Hari Sekolah Tanpa Kekerasan dan Perdamaian

Pada skala internasional, tanggal 30 Januari diperingati sebagai Hari Sekolah Tanpa Kekerasan dan Perdamaian. Peringatan ini bertujuan mendorong setiap warga negara, khususnya di lingkungan pendidikan, untuk mengedepankan solusi damai dan menolak segala bentuk kekerasan dalam menyelesaikan konflik.

Mengutip laman National Today, peringatan ini digagas oleh Llorenc Vidal Vidal, seorang penyair, pendidik, sekaligus pasifis asal Spanyol. Vidal meyakini bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang utama untuk menanamkan nilai perdamaian universal serta mengajarkan penyelesaian konflik melalui cara-cara non-kekerasan.

Atas dasar pemikiran tersebut, ia menetapkan "Dia Escolar de la No-violència i la Pau" atau Hari Sekolah Tanpa Kekerasan dan Perdamaian yang diperingati setiap 30 Januari. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan hari wafat Mahatma Gandhi, tokoh legendaris dunia yang dikenal sebagai simbol perjuangan tanpa kekerasan.

Awalnya, peringatan ini hanya dilaksanakan di Majorca, kota kelahiran Vidal. Namun seiring waktu, gagasan tersebut menyebar luas dan diadopsi oleh sekolah-sekolah di berbagai negara di dunia sebagai bagian dari upaya membangun budaya pendidikan yang menjunjung tinggi perdamaian.

Dalam peringatannya, sekolah-sekolah biasanya menggelar beragam kegiatan seperti diskusi, konferensi, dan aksi edukatif. Guru, pendidik, serta siswa dari berbagai jenjang diajak berpartisipasi aktif untuk membahas dan merumuskan cara menciptakan lingkungan masyarakat yang damai, adil, dan bebas dari kekerasan.

Hari Martir di India

Hari Martir atau Martyrs' Day diperingati setiap 30 Januari di India. Peringatan ini ditetapkan untuk mengenang wafatnya Mahatma Gandhi, yang dibunuh pada tahun 1948.

Mahatma Gandhi dikenal luas dengan sebutan "Bapu" atau Bapak Bangsa di India. Ia merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh pada abad ke-20, sekaligus pemimpin yang berhasil membawa India meraih kemerdekaan dari kekuasaan Kekaisaran Inggris.

Dalam perjuangan kemerdekaan India, Gandhi konsisten mengampanyekan perlawanan tanpa kekerasan. Ia meyakini bahwa perubahan sejati hanya dapat dicapai melalui cara-cara damai, serta menekankan pentingnya memimpin dengan memberi teladan, bukan paksaan.

Gandhi juga secara tegas menentang pemisahan India berdasarkan agama, yakni antara Hindu dan Muslim. Sikap ini memicu kemarahan kelompok nasionalis Hindu garis keras, yang menuding Gandhi terlalu berpihak kepada kaum Muslim.

Tragedi pun terjadi pada malam 30 Januari 1948. Nathuram Vinayak Godse, seorang nasionalis Hindu, menembak Gandhi sebanyak tiga kali dari jarak dekat. Peluru yang bersarang di dadanya mengakhiri perjalanan hidup sang pejuang perdamaian.

Kini, Hari Martir menjadi momen refleksi bagi masyarakat India untuk mengenang ajaran Mahatma Gandhi tentang non-kekerasan, persatuan, dan nilai moral. Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat akan bahaya ekstremisme kekerasan serta pentingnya menjaga toleransi dalam kehidupan berbangsa.




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads