Tahapan pemilihan dan penetapan rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026-2030 resmi digelar hari ini, 14 Januari 2026. Hasilnya, Prof Jamaluddin Jompa (JJ) terpilih sebagai rektor setelah meraih 23 suara dari Majelis Wali Amanat (WMA).
Sementara kandidat lainnya, Prof Budu, mendapatkan satu suara dalam pemilihan tersebut. Pemilihan rektor (Pilrek) Unhas kali ini menjadi kali kedua Prof Budu maju sebagai calon rektor.
Kontestasi ini juga kembali mempertemukan Prof Budu dengan Prof JJ, yang merupakan rektor Unhas pada periode sebelumnya. Pada Pilrek Unhas periode 2022-2026, perolehan suara keduanya sempat berlangsung ketat dengan selisih hanya dua suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski hasil pemilihan kali ini belum berpihak, langkah Prof Budu tersebut mencerminkan konsistensinya dalam mengikuti proses demokrasi di lingkungan kampus. Keikutsertaannya kembali menambah dinamika dalam perjalanan Pilrek Unhas dari periode ke periode.
Nah, agar lebih mengenal Prof Budu, berikut detikSulsel menyajikan profil lengkapnya yang dirangkum dari laman resmi Unhas, Identitas Unhas, JEC Eye Hospitals and Clinics, serta Suara Muhammadiyah. Yuk, disimak!
Profil Prof Budu
Prof Budu memiliki nama lengkap Prof dr Budu PhD SpM(K) MMedEd. Pria kelahiran Maros, 31 Desember 1966 ini telah mengabdi lebih dari tiga dekade di kampus merah, Unhas.
Selama lebih dari 30 tahun berkarier di Unhas, Prof Budu menapaki perjalanan panjang di bidang akademik dan manajerial. Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, mulai kepala departemen, wakil dekan, dekan, hingga wakil rektor.
Tidak hanya itu, ia juga memiliki rekam jejak akademik yang mengesankan di bidang kedokteran. Ia menyelesaikan pendidikan dokter umum di Fakultas Kedokteran Unhas pada tahun 1993 sebelum melanjutkan pendidikan spesialis mata di institusi yang sama.
Prof Budu kemudian menempuh studi doktoral di Toyama Medical and Pharmaceutical University, Jepang, dan meraih gelar PhD pada 2002. Pada 2008, ia resmi menyandang gelar Konsultan Mata Khusus Vitreoretina dari Kolegium Oftalmologi Indonesia.
Kecintaannya pada dunia pendidikan tidak berhenti sampai di situ. Ia juga menyelesaikan pendidikan magister Medical Education di Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai bentuk komitmen pada pengembangan pendidikan kedokteran.
Pada 2012, Prof Budu dikukuhkan sebagai profesor dalam bidang Ilmu Kesehatan Mata.
Di luar urusan akademik, Prof Budu dikenal aktif dalam berbagai organisasi profesi dan pendidikan. Pada 2019, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) Pusat periode 2019-2022.
Selama memimpin AIPKI, ia berperan dalam membantu fakultas kedokteran dan Kementerian Pendidikan Tinggi menyelesaikan persoalan retaker serta kelulusan ujian nasional. Pada tahun yang sama, ia juga menerima International Distinguished Service Award dari Asia-Pacific Academy of Ophthalmology.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional atas dedikasinya dalam pengembangan oftalmologi di kawasan Asia-Pasifik. Kiprahnya berlanjut saat ia dipercaya memimpin Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI) sejak 2022 hingga kini.
Dedikasinya di PERDAMI turut mengantarkannya menerima penghargaan dari Kementerian Sosial RI pada peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional dan International Disability Day 2022. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam upaya pemberantasan kebutaan di Indonesia.
Selain aktif di organisasi profesi, Prof Budu juga terlibat dalam kegiatan keorganisasian Islam, yakni Muhammadiyah. Ia tercatat sebagai anggota Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2023-2025 serta menjabat Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan bidang kesehatan dan kebencanaan.
Berikut rincian profil Prof Budu, mulai dari jenjang pendidikan, organisasi, hingga karirnya:
Profil Prof Budu
- Nama: Prof dr Budu PhD Sp M(K) M MedEd
- Tempat, tanggal lahir: Maros, 31 Desember 1996
Riwayat Pendidikan
- Dokter Umum: Universitas Hasanuddin (1993)
- Dokter Spesialis Mata : Universitas Hasanuddin
- Postgraduate Student (Program PhD), Faculty of Medicine: Toyama Medical and Pharmaceutical University (1998-2002)
- Magister Pendidikan Kedokteran (M Med Ed), Fakultas Kedokteran: Universitas Gajah Mada (2008)
Fellowship
- Pelatihan Fellowship dalam bidang dasar dan pembedahan penyakit Vitreoretinal, Departemen Oftalmologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta (2005)
- Pelatihan Fakoemulsifikasi AMO, Akademi AMO, Jakarta (2005)
Organisasi
- Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (2025-2028)
- Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2023-2025)
- Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia 2022-2025
- Ketua Satgas Covid-19 Unhas (2020-sekarang)
- Ketua Asosiasi Dosen Kedokteran Indonesia (AIPKI wil 6) (2018-sekarang)
- Ketua Asosiasi Masjid Universitas Hasanuddin (AMKI-Unhas) (2016)
- Anggota Lembaga Akreditasi Perguruan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAMPT-Kes) (2016)
- Chairman of Indonesian Ophthalmology Association (PERDAMI), South Sulawesi (2012)
- Anggota Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT), Perguruan Tinggi, Indonesia (2010)
- Koordinator Pendidikan Kedokteran Akademik, Rumah Sakit Pendidikan Wahidin Sudirohusodo (1997)
- Koordinator Divisi Pendidikan Kedokteran dan Keluarga Berencana, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Sulawesi Selatan
- Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Bidang Kesehatan dan Kebencanaan
Riwayat Karier
- Dekan Sekolah Pasca Sarjana Unhas (2022-2026)
- Dekan Fakultas Kedokteran Unhas (2018-2022)
- Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan Internasional Unhas (2014-2018)
- Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran Unhas (2010-2014)
- Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar (2008-2012)
Penghargaan
- Penghargaan atas dedikasi pemberantasan kebutaan pada peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional dan International Disability Day 2022 oleh Kementerian Sosial RI
- International Distinguished Service Award dari Asia-Pacific Academy of Ophthalmology (2019)
- Profesor Oftalmologi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Indonesia (2012)
- Piagam Tanda Kehormatan dari Presiden RI, Satya Lecana Karya Sapta 10 tahun pengabdian, Kepres RI Nomor 35/TK/2010, tanggal 10 Agustus 2010
- Makalah terbaik kedua dalam konteks Oftalmologi, Pertemuan Tahunan Asosiasi Oftalmologi Indonesia-XXXII, Jakarta, Indonesia (2007)
- Penghargaan Ilmu dan Teknologi Kedokteran (2006, 2007, 2008, dan 2009)
- Award of Riset Unggulan Terpadu (RUT) ke-X, Menristek (2003-2004)
- Kontes makalah pascasarjana terbaik, Pertemuan Tahunan Asosiasi Oftalmologi Jepang, Universitas Kedokteran dan Farmasi Toyama, Toyama, Jepang (2001)
(urw/asm)











































