Nama alumni Teknik Sipil Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Ayu Amanda Putri (26) berubah dan digantikan orang lain bernama Basri di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). UHO kini melacak sosok misterius bernama Basri yang diduga terlibat dalam perubahan data di sistem tersebut.
"Si Basri ini setelah kita tracking dari data mahasiswa teknik angkatan 2017, tidak ada nama Basri," kata Plt Rektor UHO Kendari Herman saat konferensi pers di kampus, Selasa (30/12/2025).
Herman meminta jika ada alumni bernama Basri agar bisa inisiatif melapor ke kampus. Pasalnya UHO Kendari termasuk PDDikti terkendala melakukan perbaikan data milik Ayu di sistem karena sosok yang menggantikannya tidak diketahui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika ada nama Basri, lulusan Teknik Sipil angkatan 2017, kalau dia sudah bekerja di instansi pemerintah atau swasta, tolong disampaikan ke kita atau yang bersangkutan, dengan itikad baik melapor ke kita," tuturnya.
"Supaya kita bisa klarifikasi apa motivasi dia untuk melakukan perubahan data itu atau bisa jadi siapa yang membantu atau memfasilitasi untuk mengubah datanya," sambung Herman.
Dia berharap masalah ini bisa diselesaikan. Herman kembali mempertanyakan sosok Basri yang tidak jelas keberadaannya karena namanya tidak terdata dari hasil penelusuran internal kampus.
"Saya hanya berharap ketika ada karyawan atas nama Basri dan alumni UHO tolong sampaikan ke kita, karena kami terus terang saja semua pimpinan yang ada di sini serius menyelesaikan masalah-masalah seperti ini," jelasnya.
Di sisi lain, Herman menegaskan alumni bernama Ayu yang menjadi korban merupakan lulusan sah UHO Kendari dari Teknik Sipil. Dari hasil pengecekan, perubahan terjadi usai Ayu diwisuda.
"Perubahan data itu terjadi pada 22 Juni 2022, beberapa bulan setelah Ayu wisuda," ucap Herman.
Dalam perubahan itu, nama Ayu diganti menjadi Basri dan diikuti perubahan identitas dasar lainnya. Namun sebagian data tetap sama, sehingga dinilai tidak wajar.
"Yang berubah nama dari Ayu menjadi Basri, jenis kelamin, serta tempat tanggal lahir, sementara nama ibu tetap," katanya.
Sebelumnya diberitakan, UHO Kendari belum memastikan penyebab nama Ayu Amanda berubah dan digantikan orang lain di PDDikti. Namun UHO mencurigai adanya praktik ilegal hingga sistem PDDikti diretas oknum tidak bertanggung jawab.
"Kami tidak tahu siapa yang memasukkan data tersebut. Bisa saja ada admin siluman, atau bahkan sistem PDDikti diretas," kata Wakil Rektor II UHO Kendari Prof Ida Usman kepada wartawan, Senin (30/12).
Ida mengaku alumni Teknik Sipil itu sudah melaporkan kejadian tersebut ke Pusat Teknologi Informasi (Pustik) UHO Kendari. Pihaknya mengklaim telah menindaklanjuti perbaikan data Ayu Amanda ke PDDikti namun belum ada perubahan.
"Jadi yang bersangkutan sebenarnya korban dari praktik-praktik ilegal orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kalau di data kita masih sesuai, hanya di PDDikti yang berubah," jelasnya.
(sar/ata)











































