Sulawesi Utara

Kondisi Mengenaskan 16 Korban Kebakaran Panti Jompo Werdha Manado

Tim detikcom - detikSulsel
Rabu, 31 Des 2025 08:00 WIB
Foto: Kebakaran di Panti Werdha Damai Manado menewaskan 16 lansia. (dok. istimewa)
Manado -

Kebakaran di Panti Werdha Damai di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) menewaskan 16 penghuni lanjut usia (lansia). Jasad korban dalam kondisi hangus terbakar hingga ada yang tidak utuh sehingga sulit dikenali.

Peristiwa kebakaran panti jompo di Lingkungan 7, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal 2, Manado, terjadi pada Minggu (28/12) sekitar pukul 20.00 Wita. Kepala Lingkungan 7 Ranomuut, Yohana Tumuyu mengatakan dari 16 korban hanya satu yang jasadnya utuh.

"Opa yang satu karena kehabisan oksigen jadi meninggal saat diselamatkan, tubuhnya utuh. Selain itu ada yang sudah tak ada tangan. Jadi dari 16 yang meninggal, 1 utuh, 15 terbakar (sulit dikenali)," kata Yohana Tumuyu, Selasa (30/12/2025).

Yohana mendapat laporan terkait kebakaran panti itu saat menghadiri ibadah penghiburan duka sekitar pukul 20.15 Wita. Dia pun bergegas ke lokasi dan langsung menghubungi Damkar.

"Saya langsung telepon pemadam minta tolong karena Panti Werdha akan terbakar. Saat lebih dekat TKP saya terkejut karena asap sudah seperti air menutupi Panti Werdha, saya langsung telepon lagi pemadam agar cepat datang supaya tak merambat ke rumah warga lain," bebernya.

Dia mengatakan petugas Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 20.30 Wita dan langsung melakukan pemadaman. Namun api dengan cepat membesar membakar seluruh bangunan panti.

"Bangunan ini sudah cukup lama, tapi betonnya tak rapuh. Bangunan ini pengurus bilang sejak tahun 1985," katanya.

Kebakaran Panti Werdha Damai di Manado. (Fistel Mukuan/detikcom)

Dia menuturkan saat api membesar, warga masih sempat menyelamatkan 4 orang penghuni panti lewat pintu belakang. Dia menyebut bagian belakang panti saat itu belum terbakar.

"Suami saya, pemerintah dan masyarakat mereka mendobrak karena gedung di belakang tak terbakar, belum kena api jadi sempat menyelamatkan 2 oma dan 2 opa," tutut Yohana.

32 Penghuni Panti Saat Kebakaran

Lanjut Yohana, penghuni panti tidak bisa menyelamatkan diri lewat bagian depan karena api sudah membesar. Menurutnya, korban tewas adalah penghuni panti yang sudah tidur dan dalam keadaan sakit.

"Jadi yang meninggal ini ada yang sudah di tempat tidur, di kursi roda. Yang lain belum tidur saat api belum membesar masih sempat menyelamatkan diri," bebernya.

Dia menambahkan bahwa total penghuni saat kejadian ada 32 orang. Pengurus dan tukang masak suami istri berada di luar panti.

"Jadi 4 orang diselamatkan di belakang bangunan, 12 masih sempat keluar saat api belum terlalu besar," tambahnya.




(hsr/hsr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork