Sulawesi Tenggara

Dugaan Admin Siluman di Balik Nama Alumni UHO Kendari Berubah di PDDikti

Tim detikcom - detikSulsel
Rabu, 31 Des 2025 06:01 WIB
Foto: Tangkapan layar alumni UHO Kendari mengeluhkan namanya hilang di PDDikti dan berganti dengan nama orang lain. (Dok. Istimewa)
Kendari -

Alumni Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) bernama Ayu Amanda Putri (26) keheranan usai nama dan nomor induknya mendadak berubah dan diganti orang lain di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). UHO Kendari mencurigai adanya admin siluman yang meretas sistem PDDikti di balik perkara tersebut.

Ayu Amanda merupakan alumni Teknik Sipil UHO Kendari yang lulus tahun 2022. Ayu memutuskan memviralkan kejadian ini di media sosial setelah kecewa pihak kampus belum membenahi datanya di PDDikti sejak melapor 2023 lalu.

"Katanya tinggal menunggu, (tetapi) dari tahun 2023 tapi sampai sekarang tidak ada perubahan. Saya kecewa dengan kampus, makanya saya viralkan," kata Ayu kepada detikcom, Selasa (30/12/2025).

Ayu mengaku namanya berubah dan digantikan oleh orang lain bernama Basri dalam sistem PDDikti. Ayu baru mengetahui persoalan ini pada 2023 lalu saat mendapat informasi temannya yang juga mengalami hal serupa.

"Waktu itu saya masih di Papua kerja. Teman-teman di kampus ribut nama mereka terganti, saya cek ternyata namaku juga terganti," ungkapnya.

Ayu pun mengurus berkas perbaikan data lalu menitipkan dokumen kepada temannya agar dibantu disetor ke UHO. Namun berkas Ayu lamban diproses oleh pihak kampus.

"Berkas sudah saya titip, tapi prosesnya mondar-mandir, dilempar ke sana-sini oleh rektorat," ujar Ayu.

Menurut Ayu, data temannya berhasil diperbaiki usai menemukan sosok yang menggantikan namanya di PDDikti. Sementara berkas Ayu terhambat karena sosok Basri yang menggantikannya di sistem tidak diketahui.

"Nama saya diganti dengan nama Basri. Saya tidak tahu harus cari ke mana, berbeda dengan teman lain yang tahu karena nama penggantinya tercantum lengkap," sebut Ayu.

Ijazah Alumni UHO Berstatus Nonaktif

Ayu mengaku sempat kesulitan mencari pekerjaan karena ijazahnya tidak diakui alias berstatus nonaktif imbas perubahan data di PDDikti. Dia terpaksa harus mengikuti sertifikasi untuk mendapatkan lisensi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

"Saya pilih kerja paruh waktu, pakai lisensi K3 karena ijazah tidak terbaca di PDDikti. Sekarang saya kerja di pembangunan perusahaan yang bergerak di bidang industri tekstil, setelah ijazah saya nonaktif," beber Ayu.

Sejak namanya terganti nama orang lain di PDDikti, ijazahnya kini hanya berada di rumah. Dia kecewa lantaran telah menempuh pendidikan selama 4 tahun di UHO Kendari namun ijazahnya tidak diakui.

"Ijazah saya di rumah hanya selembar kertas yang sia-sia selama 4 tahun kuliah. Saya sakit hati dengan pihak kampus," ungkapnya.




(sar/sar)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork