Ancaman Cuaca Ekstrem Intai Pergantian Tahun di 12 Daerah Sulsel

Ancaman Cuaca Ekstrem Intai Pergantian Tahun di 12 Daerah Sulsel

Tim detikSulsel - detikSulsel
Senin, 29 Des 2025 05:30 WIB
Awan tebal menyelimuti kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (9/12/2018). BMKG Sulsel menghimbau kepada warga untuk mewaspadai cuaca buruk angin kencang yang disertai hujan hingga Januari 2019. ANTARA FOTO/Arnas Padda/YU/foc.
Foto: Ilustrasi cuaca ekstrem di Makassar. (ANTARA FOTO/Arnas Padda)
Makassar -

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memperingatkan ancaman cuaca ekstrem menjelang pergantian tahun baru 2026. Sebanyak 12 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) diperkirakan dilanda hujan deras yang berpotensi memicu bencana alam.

Dari laporan BMKG, peringatan dini curah hujan tinggi (PDHCT) telah dimulai sejak 21 hingga 31 Desember 2025. Adapun 12 wilayah terdampak, yakni Makassar, Bantaeng, Barru, Bone, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Maros, Pangkep, Sinjai, Soppeng dan Takalar.

"Ini sangat rawan terhadap terjadinya banjir bandang dan longsor," ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Amson Padolo kepada detikSulsel, Minggu (29/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah kabupaten dan kota yang terdampak cuaca ekstrem tersebut ada yang masuk dalam kategori waspada, siaga hingga awas. Level peringatan cuaca itu dibagi berdasarkan tingkat curah hujannya yang berdampak pada kecamatan tertentu.

Dari rilis BMKG, wilayah yang masuk status waspada adalah Bantaeng, Barru, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Maros, Sinjai, Soppeng, dan Takalar. Daerah berkategori waspada, curah hujannya berkisar 150-200 milimeter (mm).

ADVERTISEMENT

Sementara daerah berkategori siaga, meliputi Makassar, Barru, Bonne, Gowa, Maros, Pangkep, Soppeng, dan Takalar. Wilayah berstatus waspada, curah hujannya 200-300 mm.

Adapun daerah berstatus awas, curah hujannya melebihi 300 mm. Berdasarkan laporan BMKG, ada tiga kabupaten di Sulsel yang masuk kategori awas, yakni Barru, Maros dan Pangkep.

"Kita tidak bisa juga menutup kemungkinan daerah lain yang tidak berada di status ini tidak menjadi perhatian. Karena kemungkinan bahkan ada kejadian bukan pada status ini tetap bisa menimbulkan longsor," tegas Amson.

Amson menuturkan, BPBD kabupaten dan kota telah diinstruksikan untuk mengantisipasi potensi bencana imbas cuaca ekstrem. Posko kedaruratan telah dibentuk di wilayah rawan termasuk menyalurkan bantuan logistik.

"Kita juga sudah meminjamkan beberapa perahu di daerah yang rawan, kita pinjamkan untuk antisipasi digunakan. Kita sudah standby-kan juga mobil tangki air kalau tiba-tiba membutuhkan air bersih," jelasnya.

Berdasarkan rilis dari BMKG dasarian III Desember 2025, berikut 12 kabupaten dan kota beserta sebaran kecamatannya yang berpotensi hujan deras menjelang tahun baru:

Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi

Status Waspada

  • Bantaeng: Uluere
  • Barru: Mallusetasi
  • Bulukumba: Kindang
  • Gowa: Biringbulu dan Tompobulu
  • Jeneponto: Bangkala Barat dan Bangkala
  • Maros: Mallawa
  • Sinjai: Sinjai Barat dan Sinjai Borong
  • Soppeng: Marioriwawo
  • Takalar: Mangarabombang, Mappakasunggu, Pattalassang, Polombangkeng Selatan dan Sanrobone

Status Siaga

  • Makassar: Biringkanaya, Bontoala, Makassar, Mamajang, Manggala, Maros, Panakkukang, Rappocini, Tallo, Tamalanrae, Tamalate, Ujung Pandang, Ujung Tanah dan Wajo
  • Barru: Balusu, Barru dan Soppeng Riaja
  • Gowa: Bajeng Barat, Bajeng, Barombong, Bontolempangan, Bontomarannu, Bontonompo, Bungaya, Manuju, Pallangga, Parangloe, Parigi, Pattallassang, Somba Opu, Tinggimoncong, Tombolopao
  • Maros: Camba, Mandai, Maros Baru, Marusu, Moncongloe
  • Pangkep: Liukangtupabbiring
  • Takalar: Galesong Selatan, Galesong Utara, Galesong dan Polombangkeng Utara
  • Soppeng: Lalabata
  • Bone: Bontocani dan Tellulimpoe

Status Awas

  • Barru: Pujananting, Taneteriaja dan Tanete dan Taneterilau
  • Maros: Bantimurung, Bonto, Cenrana, Lau, Simbang, Tanralili, Tompobulu dan Turikale
  • Pangkep: Balocci, Bungoro, Labakkang, Liukangtupabbiring Utara, Mandalle, Marang, Minasatene, Pangkajene, Segeri dan Tondong Tallasa

Potensi Ancaman Gelombang Tinggi

Amson turut mengingatkan ancaman gelombang tinggi di tengah cuaca ekstrem. Berdasarkan laporan BMKG, ada lima kabupaten khususnya wilayah pesisir di Sulsel masuk kategori awas potensi gelombang tinggi.

"Ada di Barru, Maros dengan Pangkep, terus yang dimaksud tadi status awas itu khusus daerah pesisirnya termasuk Takalar dan pesisir Jeneponto," ungkap Amson.

Ketinggian gelombang di perairan diperkirakan mencapai 3 meter disertai kecepatan angin 14 knot. Amson mengimbau warga menunda pelayaran untuk sementara waktu karena berisiko terhadap keselamatan.

"Kami sangat mengharapkan aktivitas nelayan untuk melaut dan yang berkaitan dengan pelayaran sedapat mungkin ditunda, karena memang tidak memungkinkan," bebernya.

Amson lantas menyinggung adanya insiden tragis di perairan Pulau Sarappo, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Pangkep, Sabtu (27/12). Sebuah perahu terbalik lalu tenggelam usai dihantam gelombang.

Peristiwa itu mengakibatkan Camat Liukang Tupabbiring, Muhammad Fitri Mubarak dan dua penumpang lainnya meninggal dunia. Fitri saat itu hendak membawa bantuan sosial menggunakan perahu menuju Pulau Sarappo.

"Kejadian ini mengakibatkan tiga orang saudara kita meninggal dunia, termasuk salah satunya adalah Camat Liukang Tupabbiring. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini," ujar Amson.

Peringatan Dini Cuaca Berisiko Bencana

BMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca berisiko di Sulsel. Sebanyak 5 kabupaten dan kota terancam bencana alam mulai banjir hingga longsor selama tiga hari ke depan.

Peringatan dini cuaca berisiko diperkirakan berlangsung mulai 29 hingga 31 Desember 2025. Adapun daerah yang berpotensi terdampak adalah Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Tana Toraja dan Palopo.

"Peringatan dini cuaca berisiko untuk wilayah Sulawesi Selatan berdasarkan informasi prediksi berbasis dampak (IBF) Indonesia Flood & Landslide Early Warning System (InaFLEWS)," tulis BMKG IV Makassar lewat akun instagramnya yang dikutip detikSulsel, Minggu (28/12).

BMKG mengingatkan warga untuk terus memantau informasi cuaca harian dan prediksi cuaca berisiko. Instansi terkait juga diimbau untuk melakukan antisipasi terhadap potensi bencana imbas cuaca ekstrem.

"Waspada saat beraktivitas di luar ruang. Siaga terhadap potensi banjir dan longsor," tambah BMKG Wilayah IV Makassar.

Berdasarkan laporan BMKG, berikut 5 kabupaten dan kota di Sulsel yang berpotensi terdampak banjir hingga tanah longsor selama tiga hari ke depan:

Ancaman Banjir

29 Desember 2025

  • Luwu
  • Luwu Utara
  • Palopo
  • Tana Toraja

30 Desember 2025

  • Luwu
  • Luwu Utara
  • Tana Toraja

31 Desember 2025

  • Luwu
  • Luwu Timur
  • Luwu Utara
  • Tana Toraja

Ancaman Longsor

29 Desember 2025

  • Luwu
  • Palopo
  • Tana Toraja

30 Desember 2025

  • Nihil

31 Desember 2025

  • Nihil


(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads