Sholat Id merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada Hari Raya Idul Adha. Sebagai tuntunan, berikut penjelasan terkait niat, tata cara, rukun, dan bacaan takbirnya.
Seperti diketahui, Hari Raya Idul Adha dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Sholat Id Idul Adha memiliki beberapa ketentuan yang membedakannya dari sholat lainnya, baik dari segi niat, bacaan, maupun jumlah takbir yang dibaca.
Lantas, seperti apa niat, tata cara, hingga bacaan takbir sholat id Idul Adha? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Niat Sholat Idul Adha
Berikut ini bacaan niat sholat Idul Adha Bacaan niat sholat Idul Adha yang dilaksanakan secara berjamaah untuk imam dan makmum sebagaimana yang dikutip dari buku "Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW":
Niat Sholat Idul Adha untuk Imam
Ψ£ΩΨ΅ΩΩΩΩΩ Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΨΉΩΩΩΨ―Ω Ψ§ΩΩΨ£ΩΨΆΩΨΩΩ Ψ±ΩΩΩΨΉΩΨͺΩΩΩΩΩ Ω ΩΨ³ΩΨͺΩΩΩΨ¨ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΨ¨ΩΩΩΨ©Ω Ψ₯ΩΩ ΩΨ§Ω ΩΨ§ ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ψ£ΩΩΩΨ¨ΩΨ±Ω
Arab Latin: Ushalli sunnatal li'idil adha rakataini mustaqbilal qiblati imΓ₯man lillahi ta'ala. Allahu Akbar.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah Idul Adha sebanyak 2 rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Taala. Allah Mahabesar."
Niat Sholat Idul Adha untuk Makmum
Ψ£ΩΨ΅ΩΩΩΩΩ Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΨΉΩΩΩΨ―Ω Ψ§ΩΩΨ£ΩΨΆΩΨΩΩ Ψ±ΩΩΩΨΉΩΨͺΩΩΩΩΩ Ω ΩΨ³ΩΨͺΩΩΩΨ¨ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΨ¨ΩΩΩΨ©Ω Ω ΩΨ£ΩΩ ΩΩΩΩ ΩΨ§ ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ψ£ΩΩΩΨ¨ΩΨ±Ω
Arab Latin: Ushalli sunnatal li'idil adha rakataini mustaqbilal qiblati ma'mΓ»man lillahi ta'ala. Allahu Akbar.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah Idul Adha sebanyak 2 rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Taala. Allah Mahabesar"
Tata Cara Sholat Idul Adha
Menyadur buku "Shalat-shalat Tathawwu' Himpunan Shalat-shalat Sunnah" karya David Muhammad, sholat Idul Adha dikerjakan sebanyak 2 rakaat. Berikut ini tata cara sholat dan bacaan takbirnya:
1. Membaca niat sholat Idul Adha. Niat sholatnya seperti yang telah disebutkan di atas.
2. Kemudian takbiratul ihram;
3. Kemudian bertakbir sebanyak 7 kali (takbir zawa-id/tambahan);
4. Di antara takbir-takbir zawa-id tersebut dianjurkan untuk membaca dzikir tertentu. Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah rahimullah mengatakan bahwa salaf di antara setiap takbir membaca dzikir berikut:
Ψ³ΩΨ¨ΩΨΩΨ§ΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ§ΩΩΨΩΩ ΩΨ―Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩΨ§ Ψ₯ΩΩΩΩΩ Ψ₯ΩΩΩΩΨ§ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ§ΩΩΩΩΩΩ Ψ£ΩΩΩΨ¨ΩΨ±Ω . Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩ Ψ§ΨΊΩΩΩΨ±Ω ΩΩΩ ΩΩΨ§Ψ±ΩΨΩΩ ΩΩΩΩ
Artinya: "Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii (Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku)."
5. Membaca surah Al-Fatihah;
6. Kemudian dilanjutkan membaca surah-surah lainnya. Nabi Muhammad SAW sendiri membaca surah Qaaf pada rakaat pertama dan surat Al-Qamar pada rakaat kedua. Ada riwayat bahwa 'Umar bin Al-Khaththab RA pernah menanyakan pada Waqid Al-Laitsiy mengenai surah apa yang dibaca oleh Rasulullah SAW ketika shalat 'Idul Adha dan 'Idul Fithri. Ia pun menjawab:
ΩΩΨ§ΩΩ ΩΩΩΩΨ±ΩΨ£Ω ΩΩΩΩΩΩ ΩΨ§ Ψ¨Ω (Ω ΩΩΨ§ΩΩΩΩΨ±ΩΨ’ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΩΨ¬ΩΩΨ―Ω ΩΩ Ψ§ΩΩΨͺΩΨ±ΩΨ¨ΩΨͺΩ Ψ§ΩΨ³ΩΩΨ§ΨΉΩΨ©Ω ΩΩΨ§ΩΩΨ΄ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩ ΩΨ±Ω)
Artinya: "Nabi SAW biasa membaca "Qaaf, wal qur'anil majiid" (surat Qaaf) dan "Iqtarabatis saa'atu wan syaqqal qamar" (surat Al-Qamar)." (HR. Muslim no. 891)
Selain itu, boleh juga membaca surah Al-A'la pada rakaat pertama dan surat Al-Ghasiyah pada rakaat kedua. Namun, jika hari raya tersebut jatuh pada hari Jumat, maka dianjurkan untuk membaca Al-A'la pada rakaat pertama dan surah Al-Ghasiyah pada rakaat kedua. Hal ini disampaikan dari An-Nu'man bin Basyir RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:
ΩΩΨ§ΩΩ Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ - ΩΩΩΩΨ±ΩΨ£Ω ΩΩΩ Ψ§ΩΩΨΉΩΩΨ―ΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΨ¬ΩΩ ΩΨΉΩΨ©Ω Ψ¨Ω (Ψ³ΩΨ¨ΩΩΨΩ Ψ§Ψ³ΩΩ Ω Ψ±ΩΨ¨ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΨ£ΩΨΉΩΩΩΩ) ΩΩ (ΩΩΩΩ Ψ£ΩΨͺΩΨ§ΩΩ ΨΩΨ―ΩΩΨ«Ω Ψ§ΩΩΨΊΩΨ§Ψ΄ΩΩΩΨ©Ω ΩΩΨ§ΩΩ ΩΩΨ₯ΩΨ°ΩΨ§ Ψ§Ψ¬ΩΨͺΩΩ ΩΨΉΩ Ψ§ΩΩΨΉΩΩΨ―Ω ΩΩΨ§ΩΩΨ¬ΩΩ ΩΨΉΩΨ©Ω ΩΩΩ ΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΨ§ΨΩΨ―Ω ΩΩΩΩΨ±ΩΨ£Ω Ψ¨ΩΩΩΩ ΩΨ§ Ψ£ΩΩΩΨΆΩΨ§ ΩΩΩ Ψ§ΩΨ΅ΩΩΩΨ§ΨͺΩΩΩ.
Artinya: "Rasulullah SAW biasa membaca dalam sholat Id maupun sholat Jumat "Sabbihisma rabbikal a'la" (surat Al-A'laa) dan "Hal ataka haditsul ghasiyah" (surat Al-Ghasiyah)."
An-Nu'man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari Id bertepatan dengan hari Jumat, Rasulullah membaca kedua surat tersebut di masing-masing sholat. (HR. Muslim no. 878)
7. Rukuk;
8. I'tidal;
9. Sujud;
10. Duduk di antara dua sujud;
11. Sujud;
12. Berdiri kembali untuk rakaat kedua;
13. Pada rakaat kedua, melakukan takbir zawa-id (tambahan) sebanyak 5 kali. Dzikir yang dibacakan sama seperti pada poin ke-4;
14. Membaca surah Al-Fatihah;
15. Membaca surah lainnya seperti yang dijelaskan pada poin ke-6;
16. Rukuk;
8. I'tidal;
9. Sujud;
10. Duduk di antara dua sujud;
11. Tahiyat akhir;
12. Salam.
Rukun Sholat Idul Adha
Menukil buku "Mengetuk Pintu Langit di Bulan Ramadhan" oleh Dr KH Fuad Thohari, MA dijelaskan bahwa rukun, syarat, dan sunnah sholat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) umumnya sama dengan sholat yang lain.
Adapun rukun-rukun sholat terdiri dari 11. Berikut ini rukun-rukun sholat sebagaimana yang dikutip dari buku "Fiqh Bersuci dan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi" karya Abu Utsman Kharisman:
- Berdiri bagi yang mampu;
- Takbiratul ihram;
- Membaca Al-Fatihah;
- Gerakan Rukuk;
- Bangun dari rukuk hingga I'tidal;
- Gerakan sujud;
- Bangkit dari sujud hingga duduk di antara dua sujud;
- Thuma'ninah (tenang, tidak tergesa-gesa) dalam mengerjakan gerakan-gerakan sholat;
- Gerakan duduk dan ucapan tasyhadu akhir;
- Tertib;
- Salam.
Demikianlah panduan sholat Id Idul Adha, mulai dari niat, tata cara, hingga bacaan takbirnya. Semoga bermanfaat, detikers!
(alk/alk)
