Korban Tewas Akibat Gempa Cianjur Bertambah Jadi 329 Orang, 11 Masih Hilang

Berita Nasional

Korban Tewas Akibat Gempa Cianjur Bertambah Jadi 329 Orang, 11 Masih Hilang

Tim detikNews - detikSulsel
Kamis, 01 Des 2022 18:26 WIB
Rescue workers look for victims under the ruins of collapsed buildings in Cianjur on November 22, 2022, following a 5.6-magnitude earthquake that killed at least 162 people, with hundreds injured and others missing. (Photo by TIMUR MATAHARI / AFP) (Photo by TIMUR MATAHARI/AFP via Getty Images)
Foto: Pencarian korban gempa Cianjur, Jabar. (Timur Matahari/AFP/Getty Images)
Cianjur -

Satu orang korban tewas akibat gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, kembali ditemukan hari ini. Penambahan ini menjadikan total korban meninggal dunia akibat gempa menjadi 329 orang.

Hal itu diungkapkan Bupati Cianjur Herman Suherman dalam jumpa pers di kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (1/12/2022). Satu korban tewas ditemukan siang tadi.

"Yang meninggal dunia alhamdulillah ditemukan satu orang di daerah Cicadas, Desa Cijedil, sehingga yang meninggal dunia menjadi 329 orang. Korban hilang masih dalam pencarian sebanyak 11 jiwa," kata Herman dilansir dari detikNews.


Herman menambahkan, ada 2 gempa susulan yang terjadi di Cianjur hari ini. Kondisi dikatakan turut menghambat upaya pencarian oleh tim SAR.

"Tadi di Cicadas ditemukan pukul 14.10. Karena situasi kondisi hujan dan juga tadi ada gempa susulan 2 kali sehingga tim Basarnas agak sedikit turun ke bawah, mudah-mudahan besok, kita ada waktu 2 hari lagi mudah-mudahan besok bisa ditemukan," jelasnya.

8.341 Rumah Rusak Diperbaiki Bertahap

Terpisah, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut 8.341 rumah rusak akibat gempa Cianjur bakal diperbaiki dalam rekonstruksi tahap pertama.

"Kemudian nanti untuk tahap satu nanti akan ada sekitar 8.341 rumah yang akan segera diperbaiki dalam waktu dekat," kata Muhadjir dalam konferensi pers di kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (1/12).

Muhadjir mengatakan proses penanganan tanggap bencana dan pasca-gempa Cianjur akan dilakukan secara paralel dan simultan. Hal ini dilakukan guna memanfaatkan waktu yang ada.

"Persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi menindaklanjuti arahan Bapak Presiden agar penanganan bencana gempa Cianjur ini dilakukan secara paralel dan simultan, antara tahap tanggap bencana dengan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi," ungkap Muhadjir.

"Sehingga nanti penanganan rehabilitas dan rekonstruksi tidak harus menunggu selesainya tahap tanggap bencana, mana yang sudah bisa diatasi, maka pada saat itu juga kita akan melangkah ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi dan itu akan menjadi domain dari Bapak Menteri PUPR," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan ada 17.864 rumah rusak akibat gempa yang telah diverifikasi oleh BNPB dari data awal 60 ribuan. Dia menyebut proses pembangunan ini tak akan singkat.

"Kalau yang di Semeru kita membangun 1.900 rumah, empat bulan selesai. Tapi ini lebih dari 27 ribu rumah menurut data awal dari BNPB. Jadi tidak singkat ini, karena jumlahnya banyak, lokasinya kan juga sangat-sangat di pegunungan yang aktivitasnya juga cukup sulit. Jadi yang penting kita akan kerjakan secepatnya," ungkap Basuki.



Simak Video "CT ARSA Letakkan Batu Pertama Masjid dan Rumah Inspirasi di Cianjur"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)