Pelabuhan Samarinda Terapkan Layanan Izin Berlayar Online untuk Cegah Pungli

Kalimantan Timur

Pelabuhan Samarinda Terapkan Layanan Izin Berlayar Online untuk Cegah Pungli

Muhammad Budi Kurniawan - detikSulsel
Senin, 21 Nov 2022 21:30 WIB
Direktur Pengembangan Bisnis PT PTB Kamaruddin dan  Kasubdit Sistem informasi dan Sarana Prasarana Direktorat Lalu Lintas Eko Sudarmanto saat meluncurkan aplikasi Orbit.
Launching aplikasi Orbit Go Live System. Foto: Muhammad Budi Kurniawan/detikSulsel
Samarinda -

Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) resmi membuka pelayanan izin melintas secara online melalui aplikasi Orbit. Layanan ini selain mempermudah juga untuk menghindari pungli saat pengguna jasa pandu kapal melakukan pengajuan berlayar.

"Iya salah satunya menghindari pungli di lapangan, selain itu dengan mengajukan perizinan secara online tidak perlu lagi membawa hard copy dalam melakukan pendaftaran, cukup registrasi semua dokumen perusahaan yang dimiliki serta dokumen izin hingga sistem pembayaran," ujar Direktur Pengembangan Bisnis PT PTB Kamaruddin usai launching aplikasi Orbit, Senin (21/11/2022).

Kamaruddin menjelaskan, aplikasi Orbit merupakan sistem yang dibangun badan pelabuhan. Pengguna jasa layanan nantinya akan masuk ke dalam sistem Orbit dan akan terhubung ke Inaportnet yang nantinya masuk ke dalam sistem di Kementerian Perhubungan.


"Sehingga nantinya ada sinkronisasi data dengan pemerintah dan Kementerian perhubungan serta bea cukai khususnya KSOP untuk melakukan cek list setiap bulannya guna mengetahui jumlah kunjungan kapal yang berpengaruh nantinya menjadi pendapatan negara," terangnya.

Tercatat dari 2021 terdapat 257 kapal berbendera Indonesia, 2.888 kapal asing, dan 23.760 kapal tongkat batu bara yang masuk ke dalam pelabuhan Berau di Samarinda setiap tahunnya. Dengan adanya aplikasi ini nantinya seluruh kapal yang masuk dapat terdata sehingga terintegrasi.

"Dari situ kita bisa bagi dalam satu bulan ada kapal yang keluar-masuk ke Pelabuhan kita setiap bulannya," kata Kamaruddin

Sementara itu, Kasubdit Sistem informasi dan Sarana Prasarana Direktorat Lalu Lintas, Eko Sudarmanto menerangkan, adanya layanan perizinan secara online, nantinya akan diberlakukan ke seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia. Kebijakan itu tertuang di Peraturan Menteri (PM) No 8 tahun 2022.

"Sesuai kebijakan semua pelayanan nanti harus digitalisasi, ini disambut baik oleh PT pelabuhan Tiga Bersaudara, hari ini aplikasi orbit yang dibangun itu sudah terintegrasi oleh sistem Inaportnet yang dibangun oleh kementerian perhubungan," sebutnya.

Saat ini sudah terdapat 120 pelabuhan dari 260 total pelabuhan yang ada di Indonesia telah melaksanakan pelayanan melalui digitalisasi. Ia pun optimis pada awal tahun 2023, seluruh pelabuhan di Indonesia akan menerapkan pelayanan digitalisasi.

"Memang saat ini ada beberapa yang belum menerapkan, karena banyak infrastruktur yang kurang, kekurangan jaringan dan sebagainya, tetapi ke depan khususnya pelayanan kapal dan barang jangan sampai ada lagi layanan yang tergantung oleh petugas," pungkasnya.



Simak Video "Detik-detik Bocah Tenggelam di Sungai Mahakam Kaltim"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/ata)