Definisi Teks Eksposisi Menurut Para Ahli, Jenis, Struktur dan Contohnya

Definisi Teks Eksposisi Menurut Para Ahli, Jenis, Struktur dan Contohnya

Andi Nur Isman - detikSulsel
Jumat, 28 Okt 2022 01:30 WIB
Cropped shot of an unrecognizable businesswoman sitting alone and typing on her laptop during the day at home
Ilustrasi. Foto: iStock
Makassar -

Teks eksposisi adalah tulisan yang menjelaskan tentang pengetahuan dan informasi yang di dalamnya terdapat fakta. Teks eksposisi ini umumnya ditemui di media digital, surat kabar, majalah, dan lainnya.

Namun begitu, teks eksposisi ini juga banyak digunakan untuk membuat makalah, tugas sekolah atau kuliah, maupun karya ilmiah dan sebagainya. Untuk itu, penting untuk mengetahui pengertian atau definisi teks eksposisi menurut para ahli.

Definisi Teks Eksposisi

Berikut ini definisi teks eksposisi menurut para ahli yang dirangkum detikSulsel dari berbagai sumber.


  1. Menurut Jauhari (2013:58), eksposisi secara leksikal berasal dari kata bahasa Inggris exsposition, yang artinya "membuka". Kutipan tersebut menjelaskan bahwa karangan atau teks eksposisi bertujuan untuk menerangkan, menguraikan, dan mengupas sesuatu.
  2. Menurut Kosasih (2012:17), teks atau karangan eksposisi adalah karangan yang mempunyai tujuan untuk memberikan informasi tentang sesuatu sehingga bisa memperluas pengetahuan pembaca. Karangan eksposisi berisi fakta ilmiah/nonfiksi.
  3. Menurut Alwasilah (2005: 111), eksposisi adalah tulisan yang tujuan utamanya mengklarifikasi, menjelaskan, mendidik, atau mengevaluasi sebuah persoalan. Penulis berniat untuk memberi informasi atau memberi petunjuk kepada pembaca.
  4. Menurut Keraf (1995:7), eksposisi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menguraikan objek sehingga memperluas pandangan atau pengetahuan pembaca. Eksposisi adalah bentuk wacana yang tujuan utamanya adalah memberitahukan dan memberi informasi mengenai suatu objek tertentu. Wacana jenis ini sama sekali tidak mempengaruhi atau mengubah sikap dan pendapat pembacanya.
  5. Menurut Nasucha (2009: 50), paragraf eksposisi bertujuan memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya. Paragraf eksposisi biasanya digunakan untuk menyajikan pengetahuan/ ilmu, definisi, pengertian, langkah-langkah suatu kegiatan, metode, cara, dan proses terjadinya sesuatu.

Jenis-jenis Teks Eksposisi

Selain memahami definisi teks eksposisi, perlu juga diketahui apa saja jenis-jenis teks eksposisi tersebut. Teks eksposisi terdiri dari beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan tujuan penulisannya. Berikut ini beberapa jenis teks eksposisi beserta penjelasannya:

1. Teks Eksposisi Perbandingan

Teks eksposisi perbandingan adalah sebuah teks eksposisi yang mengandung gagasan atau ide-ide utama yang membandingkan antara suatu hal dengan hal lainnya.

2. Teks Eksposisi Pertentangan

Teks eksposisi pertentangan adalah sebuah teks eksposisi yang mengandung gagasan atau ide utama yang mengemukakan pertentangan antara suatu hal dengan hal lainnya.

3. Teks Eksposisi Ilustrasi

Teks eksposisi ilustrasi adalah sebuah teks eksposisi yang gagasan atau ide-ide utamanya disampaikan melalui ilustrasi atau penggambaran-penggambaran yang bertujuan untuk memperjelas suatu hal atau peristiwa.

4. Teks Eksposisi Laporan

Teks eksposisi laporan adalah sebuah teks eksposisi yang gagasan atau ide-ide utamanya berdasarkan suatu penelitian terhadap suatu hal dan berguna untuk melaporkan sesuatu.

5. Teks Eksposisi Proses

Teks eksposisi proses adalah teks eksposisi yang berisi suatu tahapan-tahapan melakukan sesuatu yang disusun secara rapi dan runut.

6. Teks Eksposisi Definisi

Teks eksposisi definisi adalah teks eksposisi yang berisi suatu definisi-definisi atau pengertian mengenai suatu hal.

7. Teks Eksposisi Klasifikasi

Teks eksposisi klasifikasi adalah teks eksposisi yang berisi uraian tentang pengelompokan sesuatu.

Struktur Teks Eksposisi

Selanjutnya adalah struktur teks eksposisi. Sebuah teks eksposisi, tersusun dari berapa struktur, meliputi tesis, argumen, dan penegasan ulang (reorientasi). Berikut ini penjelasannya:

1. Tesis (Pengenalan Isu)

Tesis merupakan bagian awal dari sebuah teks eksposisi sekaligus menjadi pembuka. Bagian tesis pada teks eksposisi berfungsi sebagai pengantar yang menyajikan pengenalan isu, masalah, gagasan utama, serta pandangan penulisan tentang topik yang dibahas.

Bagian tesis merupakan pernyataan pendapat yang disampaikan penulis. Oleh karena itu, penulisan harus menentukan tujuan teks eksposisi terlebih dahulu sebelum menulis tesis.

2. Argumentasi

Struktur selanjutnya dari teks eksposisi adalah argumentasi. Bagian argumentasi merupakan penjelasan dari tesis yang telah disampaikan sebelumnya.

Pada bagian ini, penulis akan mengemukakan pendapat berupa alasan yang logis, informasi dari hasil temuan, fakta-fakta, serta pernyataan para ahli.

3. Penegasan Ulang (Reorientasi)

Reorientasi atau penegasan ulang merupakan struktur terakhir dari sebuah teks eksposisi. Bagian ini berisi penegasan sekaligus kesimpulan serta saran terkait permasalahan yang dibahas dalam teks.

Contoh Teks Eksposisi

Contoh teks eksposisi juga perlu dilihat sebagai bahan referensi dalam membuat teks eksposisi. Berikut ini beberapa contoh teks eksposisi:

Contoh 1

Keanekaragaman Suku di Indonesia (Teks Eksposisi Identifikasi)

Tesis (Pengenalan Isu):

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai suku. Mulai dari Sabang sampai Merauke memiliki beragam budaya dan kebiasaan. Untuk wilayah Sumatra terdapat suku melayu, suku batak dan minang. Pulau Jawa memiliki suku Jawa, Betawi. Kalimantan dengan suku dayak, suku tionghoa. Sulawesi terkenal suku bugis, manado dan tolaki. Maluku dan Irian memiliki suku yang beragam pula.

Keanekaragaman yang merupakan aset bangsa Indonesia. Diantara negara lain yang ada di belahan bumi ini. Kita merupakan negara dengan beragam budaya.

Setiap suku juga memiliki budaya yang beragam. Ciri khas masing-masing suku juga beragam. Inilah yang menambah keanekaragaman budaya di negeri ini.

Argumentasi:

Setiap suku di Indonesia memiliki ciri yang berbeda-beda. Namun kebanyakan masih memiliki hubungan yang mirip. Di Sumatra ciri yang dimiliki suku Batak, Melayu dan Minang dapat dikatakan mirip. Karena kondisi geografis yang sama mereka terbiasa berbicara lantang. Agama
yang mereka anut pun dominan adalah Islam dan Kristen. Budaya yang masih terlihat dari suku ini adalah kekerabatan. Hubungan persaudaraan yang tinggi.

Beralih ke Suku Jawa identik dengan orang-orang yang lembut. Gaya bicara dengan suara rendah. Jika kita melihat Suku Dayak maka hampir mirip dengan Sumatra. Budaya mereka lebih mencerminkan daerah antara melayu dan tionghoa. Bahasa yang banyak digunakan adalah bahasa nenek moyang, namun saat ini sudah banyak berbahasa Indonesia.

Suku Bugis, Tolaki dan Manado memiliki karakteristik hampir sama. Dengan kondisi geografis yang luas. Mereka biasanya lebih tegas dan keras. Sementara untuk suku di Maluku dan Papua dengan kondisi alamnya. Menjadikan mereka memiliki karakter yang kuat, dan tegas.

Karakteristik suatu suku memang banyak ditentukan oleh karakteristik wilayahnya. Kebiasaan yang ada menjadi bentuk dari sosial kultural didalamnya.

Penegasan Ulang (Reorientasi):

Karakteristik yang berbeda-beda menjadikan keberagaman. Keberagaman yang menghadirkan budaya yang beraneka ragam. Kita perlu menjaganya untuk melestarikan budaya.

Contoh 2

Hujan (Teks Eksposisi Tentang Fenomena Alam)

Tesis (Pengenalan Isu):

Sumber kehidupan di dunia ini adalah air. Air yang kita nikmati merupakan hasil dari hujan. Ketika hujan terjadi maka air dari hujan akan ditampung dalam tanah. Air inilah yang akan kita konsumsi. Hujan ini merupakan anugerah dari Tuhan. Ketika hujan tidak turun dalam jangka waktu cukup lama akan terjadi kekeringan.

Kekeringan tentu akan mengakibatkan banyak pepohonan dan tumbuhan mengering. Sebenarnya apa yang menyebabkan hujan tidak turun. Jika kita melihat kondisi saat ini banyak daerah yang kekeringan.

Argumentasi:

Air hujan yang turun merupakan suatu proses alam. Air laut yang ada di permukaan bumi akan menguap ke angkasa. Air ini yang akan membentuk awan. Kumpulan awan ini lantas berkumpul langit. Adanya udara yang bergerak menyebabkan awan ini akan menurunkan hujan.

Saat ini di Indonesia sedang mengalami musim kemarau. Kondisi ini terjadi karena beberapa faktor. Suhu Permukaan Laut, Fenomena El Nino, dan Angin. Ketika musim hujan yang terjadi biasanya kondisi suhu permukaan laut dalam kondisi panas. Suhu panas air laut akan mempercepat proses penguapan. Serta banyak membentuk awan-awan untuk terbentuknya hujan.

Angin musim hujan biasanya terkait dengan angin baratan. Angin ini mengalirkan udara basah dari Asia menuju Australia. Angin ini melewati Indonesia dan menjadikan angin membawa hujan.

Penegasan Ulang (Reorientasi):

Hujan merupakan suatu berkah. Tanpa adanya hujan tanaman dan tumbuhan dapat mengering. Tentu sudah menjadi keharusan bagi kita untuk menjaga agar air hujan yang turun dapat tertampung dengan baik. Agar ketika masuk musim kemarau cadangan air masih mencukupi.

Contoh 3

Pendidikan Karakter Bagi Anak (Teks Eksposisi Tentang Pendidikan)

Tesis (Pengenalan Isu):

Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Sadar atau tidak ketika mendidik anak-anak. Maka hasil akhirnya adalah masa depan bangsa ini. Saat ini dunia pendidikan sedang berbenah. Kurikulum yang ada saat ini. Memang sudah baik, namun bagi beberapa pengamat pendidikan. Ada yang perlu diperbaiki dan dikembangkan.

Saat ini dalam pendidikan kita. Hasil akhir adalah nilai dan dianggap sebagai standar akhir. Pada akhirnya saat ini kita melihat. Banyak orang-orang pintar di Indonesia. Namun sayang kepintaran mereka kadang hanya untuk membodohi orang lain. Ilmu yang mereka miliki lebih kepada mengejar hedonisme dunia. Ingin lebih pintar dan kaya dari orang lain.

Argumentasi:

Saat ini memang sudah tidak ada rangking di sekolah. Ini sebagai perbaikan dari sistem lama. Dimana pendidikan dibuat hanya mencetak orang pintar. Mengajak anak untuk bersaing agar pintar. Padahal semangat pendidikan adalah menumbuhkan pemikiran kepada anak. Apa yang mereka inginkan dan apa keahlian mereka untuk dikembangkan. Hal yang paling penting dalam pendidikan adalah karakter.

Banyak di negeri ini orang-orang pintar. Namun banyak pula orang-orang pintar yang menjadi koruptor. Mengapa hal ini bisa terjadi? Kebanyakan mereka tidak diajarkan memiliki karakter jujur dan pintar. Karakter inilah yang menjadikan anak-anak lebih berguna di masyarakat.

Jika anda menemukan orang pintar dengan karakter suka menolong. Maka yang terjadi adalah ia akan bersemangat membantu masyarakat.

Kepintarannya menjadi kebermanfaatan untuk orang lain. Di sinilah membangun karakter menjadi penting bagi pendidikan. Agar tidak hanya menjadikan orang pintar namun bermanfaat

Penegasan Ulang (Reorientasi):

Pendidikan karakter memiliki fungsi dalam pendidikan. Kita sudah saatnya merubah orientasi. Tidak hanya menjadikan orang pintar. Namun seseorang yang berkarakter dan pintar.

Contoh 4

Dampak Negatif Kebakaran Hutan (Teks Eksposisi Tentang Lingkungan)

Tesis (Pengenalan Isu):

Jika kita membaca atau mendengar informasi yang ada saat ini. Sebagian besar warga di Riau terutama mengalami gangguan asap. Asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan. Tentu hal ini sangat menyedihkan. Kejadian ini terus terjadi setiap tahun.

Seperti tidak ada upaya dari pemerintah daerah untuk mencegahnya. Padahal jika mau serius tentu mudah dicegah. Kebakaran ini tidak hanya karena musim kemarau yang panjang. Tetapi lebih kepada adanya oknum tidak bertanggung jawab . Pembukaan lahan dengan membakar hutan.

Argumentasi:

Sekitar 300 ribuan hektar lahan hutan di Riau sudah terbakar. Tentu jika kita amati angka ini sangat besar. Kebakaran hutan dampaknya tidak hanya dirasakan orang di dekat hutan. Asap yang timbul terbawa angin dan menimbulkan masalah baru. Ketika hutan terbakar maka banyak asap yang menghasilkan zat kimia. Asap ini berdampak buruk untuk kesehatan.

Dampak yang langsung terasa adalah sesak napas. Penyakit ini yang dialami banyak warga di sekitar kebakaran hutan. Asap yang tebal membuat udara menjadi penuh asap. Selain masalah dengan pernafasan. Kabut asap dapat mengalami gangguan kesehatan kronis.

Penyakit paru-paru bisa timbul karena orang yang menghisap asap. Selain itu juga ada penyakit infeksi saluran pernafasan. Selain terhadap kesehatan efek asap kebakaran hutan juga mengganggu penerbangan pesawat. Tentu dampak pembatalan ini sangat merugikan secara ekonomi. Menjadikan kerugian bagi banyak pihak.

Penegasan Ulang (Reorientasi):

Kebakaran hutan memiliki dampak negatif yang banyak. Tentu perlu pencegahan dari semua pihak. Karena efeknya bisa berdampak bagi kesehatan dan ekonomi.

Contoh 5

Mencegah Penyakit Darah Tinggi (Teks Eksposisi Tentang Kesehatan)

Tesis (Pengenalan Isu):

Hipertensi atau dalam bahasa Indonesia penyakit darah tinggi. Merupakan salah satu penyebab penyakit lainnya. Jika kita memperhatikan ada banyak penyakit yang disebabkan darah tinggi. Stroke dan Jantung adalah salah satunya. Penyakit ini bisa disebabkan gaya hidup dan keturunan.

Kebanyakan orang di Indonesia mengalami penyakit darah tinggi. Hanya mereka banyak yang tidak sadar. Penyakit ini memang tidak menimbulkan efek langsung. Jarang ditemui seseorang yang menderita darah tinggi tiba-tiba langsung meninggal. Berbeda dengan sakit lainnya seperti jantung dan stroke.

Argumentasi:

Penyakit darah tinggi memang ada yang disebabkan keturunan maupun gaya hidup. Ketika seseorang mengalami darah tinggi karena keturunan. Tentu hanya bisa dilakukan penanganan agar tidak memburuk. Berbeda jika penyebabnya adalah gaya hidup.

Kita diharuskan menjaga pola hidup sehat. Sebelum menderita darah tinggi. Kita harus mulai mencegah penyakit tersebut. Mulailah dengan berolahraga teratur minimal 15 menit sehari. Selain itu kita juga wajib mengurangi konsumsi garam secara berlebih.

Hindari kebiasaan merokok, minum kopi dan begadang. Kita ketahui bahwa efek dari ketiganya cukup signifikan. Seseorang yang sering merokok, minum kopi dan begadang akan lebih rentan terkena darah tinggi. Hindari makanan yang memiliki santan dan daging. Jika semua itu dapat dikurangi maka resiko terkena darah tinggi akan berkurang.

Penegasan Ulang (Reorientasi):

Penyakit darah tinggi adalah salah satu penyebab penyakit kronis lainnya. Upaya kita mencegahnya akan lebih baik. Karena ketika kita sudah terjangkit. Perlu upaya pengobatan rutin yang harus dilakukan. Tujuannya agar tekanan darah kita menjadi stabil.



Simak Video "Potret Salamander Axolotl, Amfibi Asli Meksiko yang Terancam Punah"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/alk)