Anggarkan Rp 500 Juta, Pemkot Parepare Mulai Cicil Utang ke BUMN Konstruksi

Anggarkan Rp 500 Juta, Pemkot Parepare Mulai Cicil Utang ke BUMN Konstruksi

Muhclis Abduh - detikSulsel
Selasa, 04 Okt 2022 01:45 WIB
Vaksinasi di Kota Parepare terus digenjot realisasinya hingga April.
Kantor Wali kota Parepare (Muhclis Abdul/detikSulsel)
Parepare -

Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyiapkan anggaran Rp 500 juta melalui APBD Perubahan 2022 untuk mulai mencicil pelunasan utang ke kontraktor Pasar Lakessi, PT Hutama Karya. Utang Pemkot Parepare ke BUMN konstruksi tersebut totalnya mencapai Rp 11,6 miliar.

"Kami dari Pemkot berkomitmen melunasi utang ke PT Hutama Karya. Kami akan membayar secara bertahap," ungkap Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Parepare, Jamaluddin Achmad saat dikonfirmasi detikSulsel, Senin (3/10/2022).

Jamaluddin mengungkapkan, untuk tahun 2022 ini, melalui APBD-P disiapkan anggaran khusus. Jumlah anggaran yang disiapkan sebesar Rp 500 juta.


"Di tahun 2022 ini kami siapkan anggaran Rp 500 (bayar utang ke PT Hutama Karya). Ini merespons fasilitasi dari DPRD dengan pihak PT Hutama Karya sebagai itikad Pemkot membayar," tegasnya.

Jamaluddin menuturkan, akumulasi utang Pemkot Parepare kepada kontraktor PT Hutama Karya terkait pembangunan sayap Pasar Lakessi mencapai Rp 11,6 miliar. Ini berasal dari utang pokok Rp 8,3 miliar dan bunga pinjaman.

Namun Pemkot Parepare meminta agar utang yang dibayar hanya pokok senilai Rp 8,3 miliar dan dicicil selama 10 tahun.

Untuk pembayaran utang ini, DPRD Parepare telah membantu melakukan mediasi dengan pihak PT Hutama Karya di DPRD Makassar pada Senin (19/9).

Hanya saja menurut Jamaluddin, pihak PT Hutama Karya belum memberikan respons setelah dilakukan pertemuan tersebut.

"Seperti yang saya sampaikan pada saat pertemuan dengan pihak Hutama Karya bahwa pemda akan membayar sesuai kemampuan keuangan daerah. Untuk negoisasi apakah dibayar pokok saja dan apa diangsur selama sekian tahun itu belum ada kesepakatan," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemkot Parepare komitmen untuk melunasi utang kepada kontraktor pembangunan Pasar Lakessi, PT Hutama Karya. Utang pokok sebesar Rp 8,3 miliar diusulkan untuk dilunasi dengan cara dicicil selama 10 tahun.

"Hasil rapat yang berkembang, rescheduling (dijadwalkan ulang) waktu dan besaran utang. Karena kalau kita disuruh bayar sekaligus itu agak berat karena kondisi keuangan daerah," ungkap Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Parepare, Jamaluddin Achmad saat dikonfirmasi detikSulsel, Selasa (20/9).

Terpisah, Kuasa Hukum PT Hutama Karya, Nasrullah meminta agar usulan dari pihak Pemkot Parepare itu segera disampaikan secara tertulis. Jika telah ada rekomendasi tertulis, usulan tersebut akan diputuskan melalui kesepakatan direksi PT Hutama Karya.

"Terkait dengan tawaran yang disampaikan tadi, seperti batas waktu mereka minta 10 tahun, ada juga tawaran meminta pokoknya saja itu harus ada dalam bentuk tertulis. Kalau tidak ada itu, kami tidak punya cantolan untuk pertanggungjawabannya seperti apa," tukasnya.



Simak Video "Wujud Nyata Pembangunan Masa Depan, Jalan Tol Trans Sumatera"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/sar)