Banggar DPRD Makassar Setujui Pengadaan Randis Listrik Tapi Ada Syaratnya

Banggar DPRD Makassar Setujui Pengadaan Randis Listrik Tapi Ada Syaratnya

Nurul Istiqamah - detikSulsel
Kamis, 29 Sep 2022 20:34 WIB
Kantor DPRD Makassar
Foto: Gedung DPRD Kota Makassar. (Isman/detikSulsel)
Makassar -

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak mempermasalahkan rencana pengadaan kendaraan dinas (randis) listrik di APBD 2023 yang diusulkan Pemkot. Namun syaratnya pengadaan randis listrik tersebut harus lebih efisien dan lebih hemat dari sisi penganggaran.

"Kalau kita lihat lebih hemat dari pemakaian bahan bakar, ya silahkan-silakan saja," ujar Ketua Badan Anggaran DPRD Kota Makassar Adi Rasyid Ali kepada detikSulsel, Kamis (29/8/2022).

Namun pria yang akrab disapa ARA ini menjelaskan tidak semua kendaraan efektif jika dialihkan bertenaga listrik. Contohnya, petugas angkutan sampah bisa mengalami kerusakan jika dipaksakan mengganti jadi mobil listrik.


"Tapi mungkin belum semua kendaraan, ya. Kalau mobil sampah tidak mungkin, bisa rusak dia nanti. Kalau mobil angkutan sampah kan tidak cocok untuk itu," jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Makassar ini tidak menampik penerapan randis listrik merupakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022. Kendati demikian, pihaknya masih perlu mengkaji pengusulan anggarannya pada pembahasan APBD Pokok 2023 mendatang.

Usulan penganggaran randis listrik akan diterima jika dinilai lebih hemat dari randis ber-BBM. Bahkan kata ARA, pihaknya akan dipertimbangkan pengadaan randis listrik jadi anggaran prioritas dalam pembahasan APBD Pokok 2023.

"Kalau itu akan jadi sebuah kebijakan dan hal yang menjadi penghematan ya, why not. Kan ada instruksi Presiden juga ya menggunakan mobil listrik kalau tidak salah," ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kota Makassar Fraksi Nasdem Mario David menuturkan Pemkot Makassar harus jadi panutan dalam penerapan kendaraan berbasis listrik. Mario menganggap langkah tersebut sebagai salah satu cara efektif mengatasi dampak kenaikan BBM.

"Pemkot harus bisa jadi contoh dan menggaungkan pemakaian mobil listrik. Kita dukung dan memang mobil listrik adalah mobil masa depan, dengan nol emisi carbon, ramah lingkungan, dan energi alternatif pengganti BBM yang semakin mahal," ujar Mario saat dikonfirmasi, Kamis (29/9).

Mario berharap program randis listrik diharap jadi langkah awal Pemkot Makassar mendorong penggunaan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan di seluruh sektor instansi pemerintahan.

"Setelah program mobil listrik, diharapkan puskesmas, kantor pemerintah mulai menggunakan panel-panel surya agar hemat BBM dan listrik," imbuhnya.



Simak Video "Rapat dari Pagi Sampai Malam, 5 Mahasiswi di Makassar Kesurupan"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/tau)