Kronologi Rombongan 7 Pendaki Pemula di Sulut Bawa Balita-Tersesat 2 Hari

Sulawesi Utara

Kronologi Rombongan 7 Pendaki Pemula di Sulut Bawa Balita-Tersesat 2 Hari

Trisno Mais - detikSulsel
Selasa, 27 Sep 2022 08:31 WIB
Evakuasi balita yang tersesat saat dibawa mendaki oleh orang tuanya di Gunung Soputan, Minahasa Tenggara, Sulut.
Evakuasi pendaki pemula yang bawa balita ke Gunung Soputan (Foto: Dokumen Istimewa)
Minahasa Tenggara -

Rombongan 7 pendaki pemula termasuk orang tua yang membawa anak balitanya mendaki Gunung Soputan di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut) sempat tersesat selama 2 hari. Bayi 3 tahun bernama Muhammad Gifari yang ikut diajak mendaki tersebut mengalami hipotermia.

Dantim Rescue Basarnas Manado, Steven Lumowa mengatakan ketujuh pendaki pemula yang membawa balita tersebut awalnya melakukan perjalanan ke puncak Gunung Soputan dari jalur Desa Tumaratas, Minahasa pada Minggu (25/9). Rombongan pendaki ini merupakan warga kota Manado.

"Mereka dari Manado, jadi sekitar pukul 09.00 Wita dilaporkan bahwa mereka ada 7 orang bersama satu anak balita mereka mau ke Gunung Soputan sejak pagi," kata Steven ketika dikonfirmasi detikcom, Senin (26/9/2022).


Tak lama berselang pihaknya dihubungi salah satu pendaki. Dia menyampaikan jika rombongan mereka tersesat karena belum pernah melewati jalur Desa Tumaratas.

"Ada salah satu teman mereka telepon ke kami. Setelah itu kami arahkan agar tidak ke mana-mana. Mereka tersesat dan ada anak bayi yang sudah kedinginan (hipotermia)," bebernya.

Usai menerima laporan, tim Basarnas kemudian bergerak ke lokasi memulai pencarian sekitar pukul 23.30 Wita. Untuk memudahkan pencarian, tim kemudian berpencar. Ada yang bergerak menyisir menggunakan motor trail sementara tim lainnya menyisir sambil berjalan kaki.

Setelah melakukan penyisiran hampir sekitar 6 jam, tim menemukan para pendaki tersebut. Mereka ditemukan tidak jauh dari titik lokasi yang dilaporkan ke Basarnas. Rombongan pendaki pemula ini ditemukan tim pada Senin (26/9) sekitar pukul 05.30 Wita.

"Akhirnya jam 5 lewat tim trail sudah dapat dengan posisi balita mengalami hipotermia. Mereka langsung dapat penanganan. Motor trail angkut balita dan seorang ibu," ucap dia.

Saat dievakuasi, ayah balita tersebut mengaku membawa anaknya ikut mendak Gunung Soputan untuk mengambil foto kenang-kenangan. Ayah balita tersebut memperkirakan mereka sudah tiba di lokasi puncak sebelum malam hari sehingga nekat membawa anaknya.

"Kenapa mereka bawa anak kecil, alasannya mungkin seperti itu. Tidak mungkin bawa anak tidak tujuan pakai foto. Kan banyak foto-foto, cuma tujuannya kenangan-kenangan buat anak," ujarnya.

Menurut Steven, balita yang ikut dibawa mendaki ke puncak Gunung Soputan ini kejadian pertama kali. Selama ini tidak pernah ada yang membawa anak ikut mendaki gunung.

"Tidak sih, baru pertama kali ini," katanya.

Dia pun berharap, ke depan apabila melakukan pendakian Gunung Soputan perlu melakukan persiapan matang. Pasalnya, untuk bisa tiba di puncak Soputan dibutuhkan waktu sehari untuk bisa tiba di puncak. Menurut dia selama ini belum ada pendaki yang tembus ke puncak gunung hanya dalam waktu semalam.

"Kalau untuk ke puncak harus pagi-pagi sekali, karena harus beristirahat, butuh stamina fisik yang prima. Biasanya untuk pendaki itu tidur satu malam. Bisa tapi jarang sekali dengar langsung dari kampung langsung ke puncak (semalam)," pungkasnya.



Simak Video "Dibawa Orang Tuanya Naik Gunung Soputan, Balita Alami Hipotermia"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/nvl)