Sopir Angkot di Palopo Sepihak Naikkan Tarif Berujung Susah Dapat Penumpang

Sopir Angkot di Palopo Sepihak Naikkan Tarif Berujung Susah Dapat Penumpang

Arzad - detikSulsel
Senin, 12 Sep 2022 22:30 WIB
Sopir angkutan umum di Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Mashur mengaku susah mendapatkan penumpang usai melakukan penyesuaian tarif secara sepihak pascakenaikan harga BBM.
Foto: dok.ist
Palopo -

Sopir angkutan umum di Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Mashur mengaku susah mendapatkan penumpang usai melakukan penyesuaian tarif secara sepihak pascakenaikan harga BBM. Angka penghasilan sopir pun jadi tak menentu.

"Selama naik BBM anak sekolah sudah tidak mau naik mobil akibat karena tarif angkutan naik," kata Mashur kepada detikSulsel, Senin (12/9/2022).

Saat ini tarif terbaru untuk masyarakat umum Rp 8 ribu, mahasiswa Rp 7 ribu dan anak sekolah Rp 5 ribu. Sementara tarif sebelum kenaikan harga BBM masing-masing Rp 5 ribu untuk umum, Rp 3 ribu untuk mahasiswa dan Rp 2 ribu untuk anak sekolah.


Mashur mengaku sebagai sopir serba salah menyikapi kenaikan harga BBM ini. Saat tarif dinaikkan penumpang malah enggan naik angkutan umum.

"Penumpang juga sudah berpikir kalau mau naik angkutan ke pasar, karena ongkosnya juga naik. Jadi kita ini sebagai sopir mobil penuh dengan penderitaan sekarang," tuturnya.

Ia mengungkapkan omset yang diterima sebelum kenaikan harga BBM bisa Rp 150 ribu per harinya. Sementara saat ini hanya bisa mendapatkan penumpang paling banyak 4 orang sehari.

"Tadinya kita dapat Rp 150 ribu per hari, sekarang tidak menentu hasil bersih karena penumpang rata-rata 1 sampai 2 sekarang, paling banyak 4 penumpang," imbuhnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Palopo hingga kini belum menentukan tarif angkutan umum dalam kota (Palopo).

"Kalau tarif angkutan umum dalam kota kita belum bisa tentukan," kata Kepala Bidang Pengendalian Jalur Darat Dishub Palopo, Husain Mustafah.



Simak Video "Tangisan Ayah di Palopo Curi Rokok-TV Demi Berobat Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hmw)