Mengerikannya Pekerja Tersengat Listrik di Palu, 3 Tewas di Tempat-5 Luka

Mengerikannya Pekerja Tersengat Listrik di Palu, 3 Tewas di Tempat-5 Luka

Tim detikcom - detikSulsel
Selasa, 06 Sep 2022 06:30 WIB
Palu -

Delapan pekerja di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) dilarikan ke rumah sakit akibat tersetrum saat memasang tiang listrik di persimpangan jalan. Insiden mengerikan tersebut membuat tiga pekerja tewas dan lima lainnya mengalami luka bakar.

Peristiwa nahas itu bermula saat sejumlah pekerja ingin memasang sebuah tiang listrik di kawasan Bundaran STQ, Jalan Soekarno Hatta, kecamatan Palu Timur, Kota Palu sekitar pukul 09.30 Wita, Senin (5/9). Namun tak lama kemudian kecelakaan kerja terjadi karena tiang listrik itu menyentuh kabel telanjang.

"Mereka pekerja listrik jalan. Mereka lagi menaikkan tiang listrik dan mungkin ada gesekan di situ sama kabel telanjang," ujar Kapolsek Palu Timur AKP Stefanus Sanan saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (5/9).


Gesekan yang dimaksud membuat salah satu pekerja yang terkena setrum. Kemudian sejumlah rekannya segera memberikan pertolongan sehingga ikut tersengat listrik.

"Kena gesekan kabel telanjang, teman yang lain mau menolong akhirnya kena semua," ujar Stefanus.

Kedelapan korban akhirnya langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat akibat kejadian itu. Namun pihak rumah sakit menyatakan tiga korban meninggal dan lima lainnya masih dirawat.

"Semua dibawa ke rumah sakit. Total korban 8, 3 meninggal dunia 5 luka bakar," katanya.

Detik-detik 8 Pekerja Terkapar gegara Tersetrum

Insiden mengerikan yang dialami oleh para pekerja itu juga terekam video dan viral. Video beredar menunjukkan detik-detik para pekerja sedang terkapar di tengah jalan akibat tersengat listrik.

Terdengar juga suara perekam video yang sedang panik melihat insiden itu. Dia kemudian mondar mandir di lokasi karena panik.

"Kejadian barusan, terbakar, tarstrom, tarstrom. Ya Allah mati di tempat orang, mati di tempat orang ya Allah. Oeee. Terbakar orang ya Allah, terbakar," terdengar suara pria di balik video beredar.

(hmw/sar)