Sulawesi Barat

Warga Binaan Lapas di Sulbar Pamerkan Hasil Kerajinan Tangan Sambut HUT RI

Hafis Hamdan - detikSulsel
Selasa, 16 Agu 2022 02:15 WIB
Pameran karya warga binaan yang digelar Kemenkumham Sulbar.
Foto: Pameran karya warga binaan yang digelar Kemenkumham Sulbar. (Hafis Hamdan/detikcom)
Mamuju -

Warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) di Sulawesi Barat (Sulbar) memamerken hasil kerajinan tangannya menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-77. Hasil produk diperjualbelikan dengan harga bervariasi.

Produk kerajinan tersebut ditampilkan dalam acara Publik Expo 2022 yang digelar Kementerian hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) wilayah Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (15/8/2022). Kegiatan yang digelar sebagai perayaan menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-77 ini berlangsung di Taman Karema Mamuju.

Aneka karya warga binaan seperti miniatur perahu sandeq, perahu phinisi, aneka alat musik gitar dan kejon, sapu lidi, kaligrafi hingga kue kering dipamerkan di kegiatan tersebut. Produk tersebut dari sejumlah lapas yang ada di Sulbar.


"Jadi ini semua yang dipamerkan hasil karya warga binaan lapas di Sulbar, ada dari Pasangkayu, Polman dan Mamuju," kata Kasubag TI dan Kerjasama Kemenkumham Sulbar Asni saat ditemui di lokasi.

Adapun buah tangan warga binaan itu dipatok dengan harga bervariasi. Gitar seharga Rp 500 ribu, tas anyaman Rp 100 ribu, dan tudung saji atau tutup sayur diharga Rp 200 ribu. Kegiatan tersebut turut dimeriahkan pelaku UMKM yang menjajakan kopi, gula Mandar, snack, minuman dingin dan produk kue basah dan kering.

Asni menjelaskan, petugas lapas di masing-masing kabupaten di Sulbar turun langsung untuk memberikan pelatihan pembuatan karya tersebut.

"Jadi ada pelatihan yang diberikan sama petugas lapas, setelah itu mereka (warga binaan) membuat sendiri berbagai karya itu," bebernya.

Diketahui, publik expo sendiri akan berlangsung selama dua hari hingga Selasa (16/8). Kegiatan tersebut juga diklaim memberikan kemudahan berusaha untuk pelaku UMKM.

Pelaku UMKM lokal yang terlibat dalam kegiatan publik expo Kemenkumham ternyata telah berstatus sebagai Perseroran Terbatas (PT) Perorangan. Salah satu pelaku UMKM yang ikut menjajakan produknya Andi Astri mengaku dimudahkan dengan pengurusan administrasi PT Perorangan tersebut.

"Jadi semua pelaku UMKM di sini (terlibat kegiatan) sudah punya sertifikat PT perorangan, cuman NIP dan NPWP persyaratannya," kata Astri di lokasi acara.

Selain karena pembayaran pengurusan PT Perorangan murah juga waktu pengurusannya cepat.

"Cuman Rp 50 ribu saya bayar, pengurusan juga cepat. Salah satu kemudahan yang bisa kita peroleh dimudahkan bantuan modal usaha hanya dengan sertifikat PT itu, juga metode pembayaran kami sudah menggunakan digital (QRIS)," ungkapnya.



Simak Video "Napi Korupsi Dapat Remisi Karena Donor Darah, KPK: Tak Logis"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/ata)