Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh dan Dasar Hukumnya

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh dan Dasar Hukumnya

Al Khoriah Etiek Nugraha - detikSulsel
Kamis, 11 Agu 2022 18:38 WIB
Jadwal imsakiyah Depok hari ini sudah diumumkan oleh Kementerian Agama. Dalam jadwal imsakiyah tersebut, juga terdapat jadwal magrib sebagai waktu buka puasa.
Ilustrasi keutamaan puasa Ayyamul Bidh (Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph)
Makassar -

Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu amalan sunnah yang dapat dilakukan oleh umat muslim. Puasa Ayyamul Bidh dilakukan setiap pertengahan bulan pada kalender Hijriah.

Waktu pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh yakni setiap tanggal 13, 14, dan 15 penanggalan Hijriah. Pada bulan Muharram 1444 H puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada 11, 12, dan 13 Agustus 2022.

Melansir NU Online, hukum melaksanakan amalan puasa Ayyamul Bidh adalah sunnah muakkad, sebagaimana dijelaskan dalam hadis dengan sanad hasan yang diriwayatkan An-Nasa'i, yakni:


وَعَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيْضِ في حَضَرٍ وَلاَ سَفَرٍ. (رواه النسائي بإسنادٍ حسن)

Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: 'Rasulullah saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah baik di rumah maupun dalam bepergian'. (HR an-Nasa'i dengan sanad hasan).

Selain itu, dalam hadis lain yang diriwayatkan Abu Daud juga dijelaskan sebagai berikut:

وَعَنْ قَتَادَةَ بْنِ مِلْحَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِصِيَامِ أَيَّامِ الْبِيْضِ: ثَلاثَ عَشْرَةَ ، وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ. (رواه أَبُو داود)

Artinya: Diriwayatkan dari Qatadah bin Milhan ra, ia berkata: 'Rasulullah saw telah memerintah kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15'. (HR Abu Dawud). (An-Nawawi, Riyâdhus Shâlihîn, juz II, h. 81).

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan yang luar biasa. Keutamaan puasa Ayyamul Bidh adalah puasa tiga hari tiap bulan itu sama seperti melaksanakan ibadah puasa sepanjang tahun.

Demikian pendapat Imam as-Subki dan ulama lainnya. Pendapat tersebut disandarkan pada hadis riwayat Ibnu Majah dan at-Tirmidzi, yakni sebagai berikut:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ صَامَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَة أَيَّام، فَذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ، فَأَنْزَلَ اللهُ تَصْدِيقَ ذَلِكَ فِي كِتَابهِ الْكَرِيم: مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَة فَلهُ عشر أَمْثَالهَا
[الأنعام: 160]. اَلْيَوْمُ بِعشْرَةِ أَيَّامٍ (رَوَاهُ ابْن ماجة وَالتِّرْمِذِيّ. وَقَالَ: حسن .وَصَححهُ ابْن حبَان من حَدِيث أبي هُرَيْرَة رَضِيَ اللهُ عَنْه)

Artinya: Diriwayatkan dari Abu Dzar ra, sungguh Nabi saw bersabda: 'Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulai karena membenarkan hal tersebut: 'Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya' [QS al-An'am: 160]. Satu hari sama dengan 10 hari'." (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi. Ia berkata: "Hadits ini hasan." Ibnu Majah juga menilanya sebagai hadits shahih dari jalur riwayat Abu Hurairah ra). (Abu Bakar Ibnus Sayyid Muhamamd Syatha ad-Dimyathi, I'ânatut Thâlibîn, [Beirut, Dârul Fikr], juz II, halaman 269; dan Ibnul Mulaqqin, Tuhfatul Muhtâj ilâ Adillatil Manhâj, [Makkah, Dâru Harrâ': 1406 H], juz II, h. 109-110).

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Sebelum melaksanakan amalan, umat muslim wajib membaca niat puasa Ayyamul Bidh. Niat puasa Ayyamul Bidh dibaca pada malam hari, hingga sebelum masuk waktu imsak.

Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyâmil biidl lilaahi ta'aalaa.

Artinya, "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta'ala."



Simak Video "Potret Salamander Axolotl, Amfibi Asli Meksiko yang Terancam Punah"
[Gambas:Video 20detik]
(alk/tau)