Petani di Pinrang Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi Sebulan Terakhir

Muhclis Abduh - detikSulsel
Kamis, 11 Agu 2022 13:05 WIB
Meski bukan daerah pertanian, ibu kota Jakarta hari ini melakukan panen raya. Panen padi dilakukan berkat karya para petani di Rorotan, Jakarta Utara.
Ilustrasi petani di Pinrang (Foto: Pradita Utama)
Pinrang -

Petani di kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluhkan kelangkaan pupuk selama sebulan terakhir. Bahkan sudah ada petani yang padinya mengalami gejala kerusakan akibat kekurangan pupuk.

"Sudah hampir sebulan ini banyak petani tidak mendapatkan pupuk. Termasuk saya yang terpaksa minta ke teman karena tidak dapat pupuk," ungkap Sekretaris Kelompok Tani Tunas Muda Mustakim saat dikonfirmasi detikSulsel, Rabu (10/8/2022).

Mustakim mengatakan, akibat kelangkaan pupuk subsidi, banyak padi petani yang mengalami kerusakan dan terancam turun produktifitasnya. Ini karena petani tidak melakukan pemupukan pertama.


"Jadi yang seharusnya dilakukan pemupukan pertama, terpaksa tidak dilakukan karena tidak ada stok pupuk," jelasnya.

Mustakim menjelaskan, mayoritas petani yang tidak mendapatkan pupuk subsidi hingga kini dominan di Kecamatan Paleteang. Ia mendorong pemerintah dapat membantu agar stok pupuk bisa disuplai.

"Setahu saya mayoritas petani di Kecamatan Paleteang masih banyak yang tidak mendapatkan pupuk subsidi, kita harap ada perhatian pemerintah sehingga ini tidak berlarut," tegasnya.

Terpisah, Pengawas Pupuk Subsidi dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Pinrang, Mawardi mengakui saat ini ada dua kecamatan di Kabupaten Pinrang yang mengeluhkan soal kelangkaan pupuk. Kecamatan tersebut yakni Paleteang dan Kecamatan Mattiro Sompe.

"Di Kecamatan Mattiro Sompe dan Kecamatan Paleteang yang masuk laporannya pupuk Urea dan Phonska sedang kosong," jelasnya.

Ia mengaku tak mengetahui pasti apa yang menjadi kendala sehingga pupuk subsidi dalam kondisi kosong. Namun ia mengaku gambaran kondisinya ada kendala dalam pengiriman.

"Iya karena gudang penyangga sedang kosong stok pupuknya. Semua distributor sudah menebus tetapi memang dari produsen yang belum mendatangkan barangnya (pupuk)," bebernya.

Terbaru menurut dia, sudah ada informasi pupuk dari distributor bahwa pupuk sudah dalam perjalanan dan diperkirakan sudah tiba dalam waktu dekat. Ia pun meminta agar petani sabar untuk menunggu.

"Sudah dalam perjalanan pupuknya untuk di Kecamatan Paleteang, kalau untuk Kecamatan Mattiro Sompe belum ada infonya kapan datang," rincinya.



Simak Video "Pemerintah Akan Batasi Pupuk Subsidi"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/sar)