Disdikbud Tegur SDN 3 Parepare Bebani Ortu Siswa Beli Buku Pelajaran

Muhclis Abduh - detikSulsel
Rabu, 10 Agu 2022 18:19 WIB
Dana BOS, Kasus Lagi
Foto: detik
Parepare -

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) menegur SDN 3 yang membebani pembelian buku pelajaran ke orang tua (ortu) siswa. Ini dianggap pelanggaran lantaran anggaran buku sudah teralokasi di dana bantuan operasional sekolah (BOS).

"Setelah muncul banyak keluhan, kami tindak lanjuti dengan menegur Kepsek SDN 3 Parepare agar tidak melanjutkan pelanggaran tersebut," ungkap Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Parepare Widin Wijaya saat dikonfirmasi detikSulsel, Rabu (10/8/2022).

Widin menuturkan, pembelian buku merupakan prioritas dalam anggaran BOS. Sehingga pembelian buku yang kemudian dibebankan kepada pihak ortu siswa merupakan pelanggaran. Meskipun pihak sekolah berdalih pembelian buku itu disepakati dengan paguyuban sekolah.


"Kami anggap yang dilakukan Kepsek SDN 3 itu melanggar (membebankan pembelian buku pelajaran kepada orang tua siswa),"

Widin menjelaskan, keluhan terkait pembelian buku pelajaran yang dibebankan kepada orang tua siswa itu mencuat setelah orang tua dan juga adanya anggota DPRD Parepare yang melakukan inspeksi mendadak (sidak). Pihaknya pun langsung melakukan komunikasi kepada pihak SDN 3 Parepare.

"BOS itu prioritasnya salah satunya untuk pembelian buku pelajaran siswa sehingga tidak dibebankan ke sekolah," paparnya.

Dia mengaku heran dana BOS SDN 3 Parepare sudah habis padahal masih awal tahun ajaran. Pihaknya pun menegaskan akan meminta inspektorat mengaudit Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) tahun 2021 dan 2022 SDN 3 Parepare.

"Kenapa sampai bisa habis anggarannya? Padahal ini masih awal tahun pelajaran. Kami sementara meminta inspektorat untuk audit RKAS di SDN 3," ucapnya.

Terpisah, Kepsek SDN 3 Parepare Amrihin berdalih, pengadaan buku Kurikulum Merdeka itu memang pada pertengahan tahun. Sementara kata dia, penganggaran dana BOS direncanakan awal tahun anggaran. Lantaran tidak ada anggaran pembelian buku, maka Amrihim pun berinisiatif mengajak paguyuban orang tua siswa untuk mencari solusi. Hasil pertemuan disepakati orang tua membeli buku sendiri.

"Sehingga ada inisiatif orang tua siswa mau membeli yang tidak tersedia di sekolah. Buku itu harganya Rp 183 ribu untuk lima buku, tetapi itu dari paguyuban orang tua, bukan dari sekolah yang jual," jelasnya.

Namun dia menyebut usai ditegur Disdikbud Parepare, pihaknya kemudian mencari solusi agar orang tua tidak dibebankan pembelian buku pelajaran. Caranya nanti ongkos membeli buku pelajaran tersebut akan digantikan di dana BOS tahun depan.

"Solusi dari Pak Sekdis Disdikbud nanti bagi orang tua yang membeli buku nanti uangnya diganti di dana BOS tahun depan, Jadi terhitung utang sekolah," tukasnya.



Simak Video "Longsor Tutup Jalan di Parepare Sulsel, 4 Rumah Terdampak"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/sar)