Berita Internasional

Usir Drone China yang Mendekat, Taiwan Tembakkan Suar

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Kamis, 04 Agu 2022 15:14 WIB
Helicopters fly over President Office with Taiwan National flag during the National Day celebrations in Taipei, Taiwan, Saturday, Oct. 10, 2020. Taiwanese President Tsai Ing-wen said Saturday she has hopes for less tensions with China and in the region if Beijing will listen to Taipei’s concerns, alter its approach and restart dialogue with the self-ruled island democracy. (AP Photo/Chiang Ying-ying)
Foto: AP Photo/Chiang Ying-ying
Taipei -

Otoritas Taiwan memberikan peringatan setelah sejumlah pesawat tak teridentifikasi yang diduga drone China terdeteksi mengudara di atas wilayahnya. Atas kejadian itu, Otoritas Taiwan langsung menembakkan sejumlah suar ke udara.

Drone diduga milik China itu terdeteksi terbang di Kepulauan Kinmen yang merupakan wilayah kekuasaan Otoritas Taiwan pada Rabu (3/8) malam waktu setempat.

"Kami langsung menembakkan sejumlah suar untuk memberikan peringatan dan mengusir drone itu," Mayor Jenderal Chang Zone-sung dari Komando Pertahanan Kinmen pada militer Taiwan, seperti dilansir dari detikNews, Kamis (4/8/2022).


Setelah menembakkan sejumlah suar, drone itu kemudian berbalik arah. Chang menyebut membubarkan drone tersebut karena memasuki area terlarang.

"Setelah itu, drone-drone tersebut berbalik arah. Drone itu masuk ke area terlarang kami dan itulah mengapa kami membubarkannya," ujarnya.

Insiden tersebut terjadi saat Taiwan berada dalam situasi waspada atas tindakan China yang melakukan latihan militer besar-besaran di wilayah perbatasan. Sejumlah drone China dilaporkan datang berpasangan dan mengudara ke dalam wilayah Kinmen sebanyak dua kali pada Rabu (3/8) malam, pukul 21.00 dan pukul 22.00 waktu setempat.

Kepulauan Kinmen sendiri terletak di lepas pantai sebelah tenggara China daratan, dekat kota Xiamen dan dijaga ketat oleh Taiwan. Chang menyebut, pihaknya memiliki operasional standar sehingga akan menindaki ancaman yang memasuki kawasan tersebut.

"Kami memiliki prosedur operasional standar. Kami akan bereaksi jika drone itu datang," tegas Chang

Ia turut menambahkan bahwa level kesiagaan di area itu masih 'normal' sejauh ini. Chang mengungkapkan dirinya yakin jika drone-drone itu dikirimkan untuk mengumpulkan informasi intelijen soal pengerahan keamanan yang dilakukan di pulau-pulau terpencil Taiwan.

Pada pekan sebelumnya, pihak militer Taiwan juga mengusir sebuah drone yang terdeteksi mendekati Kepulauan Matsu di lepas pantai Provinsi Fujian, China. Kementerian Pertahanan Taiwan menyebut adanya kemungkinan drone tersebut menyelidiki pertahanan di area Kepulauan Matsu.

Sebelumnya, China telah dijadwalkan akan menggelar latihan militer besar-besaran di jalur perairan sibuk di sekeliling Taiwan. Latihan militer tersebut rencananya akan dilaksanakan mulai Kamis (4/8) siang, sekitar pukul 12.00 waktu setempat.

Berdasarkan pengumuman dari media pemerintah China, latihan militer tersebut akan melibatkan 'aktivitas latihan mencakup latihan tembak langsung'. Latihan militer ini akan digelar di beberapa zona yang mengelilingi Taiwan -- di beberapa titik bahkan hanya berjarak 20 kilometer dari tepi pantai Taiwan -- dan akan berakhir pada Minggu (7/8) siang mendatang.

Latihan militer besar-besaran yang dilakukan Taiwan merupakan bentuk protes China dalam merespons kunjungan kontroversial Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan. China yang menganggap Taiwan sebagai bagian wilayahnya memprotes keras segala bentuk interaksi resmi apapun yang menyiratkan sebaliknya, termasuk kunjungan Pelosi ke Taiwan.

Menanggapi latihan militer tersebut, Taiwan mengungkapkan hal tersebut bisa mengancam keamanan kawasan Asia Timur. Namun, China menyebut bahwa latihan militer semacam itu 'diperlukan dan adil'.

Sebelumnya, Otoritas Taiwan menyebut ada 27 pesawat militer China yang dilaporkan terdeteksi memasuki zona identifikasi pertahanan udara atau ADIZ pada Rabu (3/8). Sekitar 22 jet tempur China juga disebut mengudara hingga melanggar garis median yang membagi perairan sensitif Selat Taiwan.

Merespons hal tersebut, Taiwan mengerahkan sejumlah jet tempur untuk memperingatkan pesawat militer China. Sistem rudal juga diaktifkan untuk 'memantau' aktivitas militer China tersebut.



Simak Video "Ini Lokasi Jatuhnya Puluhan Rudal China di Selat Taiwan"
[Gambas:Video 20detik]
(urw/sar)