Berita Nasional

Siswi SMP di Jaksel Disuruh Pakai Jilbab, Pihak Keluarga Buka Suara

Tim detikNews - detikSulsel
Rabu, 03 Agu 2022 12:24 WIB
Lecture room or School empty classroom with Student taking exams, writing examination for studying lessons in high school thailand, interior of secondary education, whiteboard. educational concept
Ilustrasi sekolah (Foto: iStock)
Jakarta -

Seorang siswi SMP di Jakarta Selatan (Jaksel) berinisial R dilaporkan ditegur pihak guru agar pakai jilbab. Menurut keterangan pihak keluarga berinisial DN (24), teguran tersebut membuat sang siswi merasa tertekan dan tidak nyaman.

"Teguran dari guru-guru tersebut yang membuat adik saya tertekan dan menjadi tidak nyaman untuk sekolah," ujar DN, kakak R dilansir dari detikNews, Rabu (3/8/2022).

DN berkisah, awal mula adiknya ditegur guru di sekolah agar menggunakan Jilbab. Ia mengaku heran sebab adiknya tiba-tiba minta dibelikan beberapa lembar jilbab.


"Adik saya ini belum pakai kerudung jika di sekolah dan saya mengetahui permasalahan ini ketika adik saya yang meminta dibelikan kerudung lebih dari satu. Saya bertanya 'Kenapa banyak banget? Kan dipakai hanya hari Jumat saja'," kata DN saat dikonfirmasi.

Dirinya juga mengungkap ada dua orang guru yang menegur sang adik untuk menggunakan jilbab. Berdasarkan penuturan dari sang adik, DN menyebut teguran ini disampaikan saat berada di depan kelas dan disaksikan siswa lainnya.

"Adik saya bilang sudah ada dua guru yang menegur mengenai kerudung. Teguran seperti, 'R kamu kan muslim pakai kerudung ya'. Guru yang lain bahkan menegur di depan kelas sehingga teman temannya melihat dan mendengar teguran yang diberikan kepada adik saya," cerita DN.

DN menyebut, teguran yang dilakukan guru membuat adiknya R merasa tidak nyaman. Bahkan, R sampai merasa takut jika ditegur lagi oleh guru karena belum memakai jilbab.

"Bahkan, suatu hari ada chat WA adik saya kepada saya 'Kakak udah ngomong ke sekolah aku soal kerudung' dan 'Kak aku takut ditegur lagi sama gurunya', jika sudah ada statement seperti ini kan berarti adik saya sudah merasa tertekan," ungkap DN.

Ia mengaku sangat menyayangkan kejadian tegur-menegur terkait jilbab yang dilakukan oleh pihak sekolah. Ia menyebut, kejadian tersebut sudah dimonitor oleh pihak Dinsos dan selanjutnya akan dilakukan evaluasi.

"Kasihan anak yang niatnya mau sekolah malah tidak merasa nyaman dan aman hanya karena teguran seperti ini. Memang masalah ini sudah ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan dan akan menjadi evaluasi bagi mereka," kata DN.

DN turut menjelaskan bahwa kejadian ini telah ditangani oleh pihak terkait, dan dianggapnya telah selesai. Namun, dirinya berharap kejadian seperti ini tidak lagi terulang ke depannya.

"Saya juga sudah dihubungi dinas pendidikan juga sekolah dan kasus ini sudah saya anggap selesai. Namun saya harapkan kasus yang menimpa adik saya ini tidak terulang kepada adik saya lagi dan anak-anak lainnya di luar sana yang mengalami hal serupa," pungkasnya.



Simak Video "Ini 6 Titik Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Jabodetabek"
[Gambas:Video 20detik]
(urw/sar)